Bu Guru AKU PADAMU

Bu Guru AKU PADAMU
Hamil


__ADS_3

Dan akhirnya jam waktu pulang sekolah telah tiba, Vega yang hari ini merasa sedikit pusing, agaknya dirinya harus pulang secepat mungkin, entah kenapa tiba-tiba saja dirinya merasa pusing sekali. Sehingga membuat Aldo sedikit khawatir akan keadaan istrinya.


Aldo memperhatikan Vega dari jauh yang sedang duduk di kursinya sambil merapikan lembar-lembar jawaban dari ujian hari ini. Vega berdiri dari duduknya dan memegangi kepalanya yang teràsa pusing itu.


"Baiklah anak-anak, kalian bisa pulang! Selamat siang" ucap Vega yang kemudian langsung pergi meninggalkan kelas ujian Aldo.


"Bini gue kenapa tuh? Apa dia sakit?"' gumam Aldo yang melihat Vega sedikit pucat.


"Do...Do! Bu Vega kenapa ya? Kayaknya dia sedikit pucat, Bu Vega sakit ya? Ah pasti Elu nih yang udah bikin Bu Vega kayak gitu" ucap Ruli menebak.


"Enak aja, tadi pagi dia nggak apa-apa, sehat kok, justru gue yang mabok tuh pagi tadi, tapi...kok sekarang istri gue yang kelihatan sakit sih!" balas Aldo sambil garuk-garuk kepalanya.


"Cepat ikutin Bu Vega Do! Gue khawatir Bu Vega pingsan, kayak udah nggak ada energi gitu, Elu sih sering banget nyoloknya, mungkin saja Bu Vega kelelahan melayani Elu!" seru Ruli sambil mengikuti Vega dari belakang


"Ah...masa sih! Perasaan dia suka banget kok! Malah nambah!" jawab Aldo.


Setelah Vega meletakkan lembar jawaban murid-muridnya di meja kantor, dengan segera Vega pergi menuju mobilnya yang terparkir di parkiran sekolah. Dengan sedikit menahan rasa pusing, Vega terus berjalan hingga dirinya bertemu dengan Bima yang berjalan berpapasan. Aldo yang mengetahui akan hal itu, tetap waspada jika saja Bima berani mengganggu Istrinya.


"Selamat siang Bu Vega!" sapa Bima dengan tersenyum.


"Siang juga pak Bima" jawab Vega sedikit lemas.


"Bu Vega sakit? Bu Vega kelihatan pucat?" tanya Bima tiba-tiba.


"Sakit? Ah kepala saya tiba-tiba pusing sekali pak! Makanya saya harus segera pulang, saya mau istirahat di rumah, permisi!" jawab Vega


Dan benar saja, Vega merasa kepalanya terus berputar dan akhirnya dirinya terjatuh pingsan. Aldo yang melihat sang istri sedang pingsan langsung berlari menuju Vega yang sedang dipegangi Bima, agar Vega tidak terjatuh.


"Istri gue kenapa tuh" Aldo segera berlari, sementara Bima spontan menahan badan Bu Vega agar tidak terjatuh.


"Loh...loh Bu Vega! Bu Vega kenapa?" seru Bima yang tampak khawatir sambil menopang tubuh Bu Vega.


Tak butuh waktu lama Aldo untuk sampai ke tempat Istrinya dan Bima, kaki jenjang Aldo membuat gerak lari Aldo semakin cepat.


"Flash"


"Minggir-minggir, biar saya yang akan membawa Bu Vega, permisi pak Bima!" sahut Aldo yang langsung mengambil tubuh istrinya dari tangan Bima. Sontak apa yang dilakukan oleh Aldo semakin menguatkan dugaan jika Aldo pasti menyembunyikan sesuatu dari semua orang.

__ADS_1


"Hei Aldo! Kamu pikir kamu siapa? Berani-beraninya membawa Bu Vega!" ketus Bima kesal, namun perkataan Bima tidak dihiraukan Aldo sama sekali, Aldo lebih fokus pada keselamatan Istrinya. Aldo membopong tubuh Istrinya untuk dibawanya masuk kedalam mobil.


Seluruh siswa dan beberapa guru yang menyaksikan kejadian itu, sempat khawatir juga dengan keadaan Bu Vega.


"Eh...si Aldo, sigap bener nolongin Bu Vega!"


"Tau tuh, padahal dulu Aldo nggak suka banget sama Bu Vega!"


"Iya bener, Aldo seolah-olah dekat banget sama Bu Vega"


Rumpian beberapa teman-teman sekolah Aldo yang melihat Aldo langsung sigap saat gurunya sedang pingsan.


Bima melihat Aldo yang akan membawa mobil Vega, tiba-tiba saja dirinya tidak suka melihat pemandangan itu, Bima dengan cepat datang menghampiri Aldo dan Vega yang sekarang berada di dalam satu mobil, siap untuk mengantarkan Vega pulang.


"Hei...hei...Aldo! Hentikan mobilnya!" seru Bima menghentikan aksi Aldo. Namun justru tangan Bima ditarik Riris dari belakang.


"Sudahlah Om, biarkan saja Aldo mengantarkan Bu Vega!" seru Riris mencegah Bima untuk melarang Aldo membawa Vega pergi.


Akhirnya Bima menghentikan langkahnya, karena Riris mencegahnya. Bima merasa kesal sekali dengan ulah Aldo, Bima akan membuat perhitungan dengan murid yang sudah berani mendekati Vega. Wanita incarannya.


"Awas kamu Do! Sebentar lagi aku akan bongkar kebusukanmu yang selama ini kamu sembunyikan dari kami semua!" gumam Bima dengan tatapan serius.


"Kamu kenapa sayang! Maafkan aku jika sudah membuatmu sakit seperti ini, mungkin benar kata Ruli, Aku sudah membuatmu sakit, maafkan aku!" ucapnya lirih.


Terlihat Aldo begitu bersalah dan sangat cemas dengan kondisi Vega yang tiba-tiba pingsan. Aldo segera melajukan mobilnya untuk sampai di sebuah klinik terdekat. Aldo menghentikan mobilnya di depan klinik dan membawa Vega keluar dengan menggendong tubuh istrinya masuk kedalam ruang klinik.


Tentu saja kedatangan Aldo yang membawa Vega dalam gendongannya membuat semua mata tertuju padanya. Seorang siswa SMA sedang menggendong seorang wanita yang terlihat seperti seorang guru yang dilihat dari penampilannya.


Aldo meletakkan tubuh istrinya pada sebuah kursi panjang dan dengan segera dirinya berbicara kepada resepsionis.


"Mbak tolong saya mbak, istri saya eh salah maksud saya guru saya sedang pingsan, saya mohon berikan pertolongan secepatnya!" seru Aldo panik.


"Baik Mas!"


Kemudian petugas medis langsung membawa Vega masuk ke ruang pemeriksaan. Aldo terlihat begitu cemas.


"Mas tunggu di luar sebentar, dokter akan segera memeriksanya" seru seorang petugas kesehatan kepada Aldo.

__ADS_1


Aldo duduk di ruang tunggu dengan harap-harap cemas, sementara dalam ruang pemeriksaan, Vega tersadar setelah diberikan perangsang Indra penciumannya oleh dokter. Kemudian Vega membuka matanya pelan sembari memegangi kepalanya yang masih terasa pusing.


"Kenapa saya ada disini?" Vega melihat sekeliling yang terlihat alat-alat medis di sana sini.


"Ibu tadi pingsan, seorang siswa membawa ibu kemari, sekarang dia sedang menunggu ibu di luar, sepertinya ibu ini seorang guru? Apa benar dia siswa ibu?" tanya dokter sembari memeriksa detak jantung Vega.


"Seorang siswa? Ah iya dok! Dia murid saya" jawab Vega mengingat mungkin Aldo yang telah membawanya ke tempat itu.


"Ada keluhan apa Bu?" tanya dokter.


"Nggak ada sih Dok, tapi entah kenapa tiba-tiba kepala saya terasa pusing sekali, padahal pagi tadi tidak seperti ini dok!" jawab Vega.


"Saya melihat kondisi ibu baik-baik saja, tekanan darah, denyut jantung, semuanya normal, hmm saya memprediksikan, mungkin ibu sedang mengandung!" ucapan dokter membuat Vega bangun seketika.


"Apa dokter? Saya mengandung?" tanya Vega senang.


"Saya belum memastikannya, sebelum kita melakukan pemeriksaan lebih dalam lagi, untuk mengetahuinya silahkan ibu tes kadar HCG dengan memakai ini, silahkan Bu!" seru dokter wanita itu sembari memberikan Vega sebuah testpack.


Vega menerima testpack tersebut dan segera pergi ke kamar mandi. Setelah beberapa saat Vega meneteskan beberapa tetes urine miliknya, dengan segera Vega keluar dari kamar mandi dan menemui dokter yang sudah menunggunya.


Vega duduk di depan dokter sembari memberikan testpack itu kepada dokter. Dokter melihat hasilnya, sejenak dokter tampak serius membaca hasil testpack milik Vega. Dan tiba-tiba saja dokter berucap yang membuat Vega sangat terkejut sekaligus gembira.


"Positif! Selamat ya Bu! Anda positif hamil" ucap dokter tersenyum


"Benarkah itu Dok! Saya hamil?" tanya Vega tidak percaya.


"Iya Bu! Anda memang sedang hamil, apa Anda ingat terakhir kali datang bulan?" tanya dokter sekali lagi untuk mengetahui usia kehamilan Vega.


"Emm... sekitar 3 Minggu yang lalu Dok!" jawab Vega mengingat ketika dirinya terakhir kalinya datang bulan, dan seminggu nya Vega sudah menikah dengan Aldo. Sementara usia pernikahan mereka sudah menginjak Minggu kedua.


"Itu berarti usia kandungan Anda menginjak usia 3 Minggu, selamat ya Bu!" ucap dokter memberikan selamat kepada Vega.


"Terima kasih banyak Dok!" jawab Vega bahagia.


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥

__ADS_1


...Pasti ada yang bertanya, loh kok cepat hamilnya, padahal usia pernikahan masih 2 Minggu, kok usia kandungan Vega sudah 3 Minggu? Hmmm...hayuk bestie belajar lagi Googling tentang usia kehamilan, kehamilan Vega seolah-olah diluar pernikahan, padahal sebenarnya pembuahan terjadi setelah Vega dan Aldo menikah, jadi usia kehamilan dihitung dari tanggal awal datang bulan yang terakhir...walah Thor masih bingung...udah tanya aja Mbah Google 😁...


__ADS_2