
"Silahkan pak kepala sekolah melihat video ini!"
Bima memberikan sebuah video kepada kepala sekolah sebagai bukti tentang apa yang ia ucapkan itu memang benar adanya.
Kemudian kepala sekolah menyaksikan video tersebut, kepala sekolah terlihat mengerutkan dahinya dan menggelengkan kepalanya saat melihat Aldo dan Bu Vega ada dalam video tersebut.
Kepala sekolah menghela nafasnya, dirinya tidak percaya jika Aldo dan Vega melakukan hal itu.
"Cepat panggil Bu Vega ke ruangan saya!" perintah Kepala sekolah.
Seorang siswi datang ke ruangan Vega dan mengatakan bahwa Vega disuruh menghadap kepala sekolah secepatnya.
"Ada apa ini? Kenapa kepala sekolah harus turut memanggilku?" gumamnya tidak tenang.
Sementara di ruangan itu Bima juga mendatangkan saksi mata yang akurat untuk membuktikan bahwa memang Aldo dan Vega adalah pasangan haram.
Berita mengenai Aldo dan Vega terdengar hingga ke telinga Ocha, Ocha segera datang ke ruangan kepala sekolah untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi pada kakaknya dan juga Aldo.
"Astaga! Apa yang sedang terjadi dengan mereka?" tanya Ocha yang berada di samping Ruli yang turut menyaksikan sidang itu dari luar ruangan kepala sekolah.
"Pak Bot itu mencurigai Bu Vega dan Aldo adalah pasangan kumpul kebo, pak Bot berusaha untuk menjatuhkan nama Aldo di depan kepala sekolah" jawab Ruli
"Apa? Ya ampun kok bisa gitu sih, ih dasar pak botak, sok detektif, belum tahu aja dia, entar malu sendiri baru tahu rasa Lo" umpat Ocha yang kesal dengan ulah Bima.
Tak berselang lama Vega datang ke ruangan kepala sekolah untuk memenuhi panggilan. Ocha melihat sang kakak yang tengah datang ke ruangan kepala sekolah, menghampiri Vega dan memberi semangat untuk Vega.
"Kakak! Kakak yang kuat, Ocha yakin semua pasti baik-baik saja, kakak dan Aldo pasti baik-baik saja" kata Ocha sembari memegang tangan sang kakak.
"Terima kasih Ocha, semoga semuanya baik-baik saja" Ucap Vega penuh harap.
"Kakak jangan khawatir, aku ada di belakang kakak!" Ocha tersenyum kepada Vega, kemudian Vega segera masuk kedalam ruangan kepala sekolah.
Tampak Aldo melihat kedatangan istrinya, Bima terlihat senang dengan kehadiran Vega di sana, Vega menatap seluruh yang ada dalam ruang kepala sekolah itu. Dan tentu saja Vega juga melihat Aldo bak seorang tersangka utama.
"Selamat siang Pak! Bapak memanggil saya?" ucap Vega
__ADS_1
Kepala sekolah menyuruh Vega duduk bersebelahan dengan Aldo.
"Silahkan Bu Vega duduk!"
"Maaf Bu Vega, saya terpaksa memanggil Anda kemari karena ada sesuatu yang harus kita luruskan" ucap kepala sekolah
"Sesuatu yang harus diluruskan? Maksud bapak apa?" Vega tampak mengernyitkan dahinya.
"Kami mendapat laporan jika Bu Vega dan Aldo tinggal satu atap, apa itu benar?" tanya kepala sekolah menelisik.
Vega menampik berita itu, ia berusaha melindungi Aldo agar dirinya tidak di cap sebagai murid yang kurang ajar sudah berani menikahi gurunya sendiri secara rahasia.
"Itu tidak benar Pak! Berita itu tidak benar" Vega mencoba mengelak.
Namun tiba-tiba Bima menyela pembicaraan Vega.
"Bu Vega, Anda tidak bisa mengelak lagi, semua bukti sudah jelas, jika Bu Vega dan Aldo adalah pasangan kumpul kebo"
"Jaga mulut Anda pak! Jika Anda tidak tahu hal yang sebenarnya, sebaiknya Anda diam, daripada buang-buang waktu untuk mempermalukan diri Anda sendiri" Vega mulai tersulut emosi dengan ucapan Bima yang menyebut hubungan mereka adalah pasangan kumpul kebo.
"Sudahlah Bu Vega! Sebaiknya Anda mengaku saja, katanya pengantin baru, nyatanya Anda masih memelihara murid Anda sendiri di rumah, kasihan sekali suami Anda, dia kerja jauh-jauh mencari uang, ternyata istrinya berbuat serong di rumah nya" ucapan Bima membuat Aldo mengepalkan tangannya.
Ingin sekali rasanya Aldo menghajar Bima sampai tidak bisa bicara lagi mulut si botak itu.
Aldo berdiri dari duduknya, hendak menghampiri Bima, namun di tahan oleh tangan Vega.
Bima yang melihat pemandangan itu, tersenyum smirk dan menunjukkan kepada kepala sekolah bagaimana sikap Aldo dan Vega.
"Sekarang bapak kepala sekolah bisa lihat sendiri, bagaimana kedua pasangan ini begitu mesra" seru Bima sembari memperhatikan tangan Vega yang menahan tangan Aldo dengan menggenggamnya.
Kepala sekolah memperhatikan tangan Vega yang menggenggam tangan Aldo, agar Aldo tenang tidak tersulut emosi saat Bima berbicara.
"Sekarang saya akan menunjukkan bukti yang sangat autentik dan pastinya mereka berdua tidak akan bisa mengelaknya lagi." ucap Bima sembari menyuruh Rima untuk bersaksi.
Flash back on
__ADS_1
"Katakan apa yang kamu ketahui tentang Aldo dan Bu Vega! Jika kamu tidak ingin nilaimu merosot, atau kamu tidak akan bapak beri nilai" ancam Bima kepada Rima agar mau mengatakan yang sebenarnya.
Karena terpaksa, akhirnya Rima bersedia mengatakan hal yang ia ketahui tentang Aldo dan Vega.
"Bu Vega hamil! Saya melihat Aldo dan Bu Vega datang ke sebuah klinik untuk memeriksakan kehamilan Bu Vega, dan dokter Mala membenarkan jika Bu Vega sedang hamil." ungkap Rima yang membuat Bima semakin yakin jika Aldo dan Vega telah berbuat mesum sehingga membuat Vega hamil.
"Katakan apa yang kamu ketahui di depan kepala sekolah, kalau tidak maka tahu sendiri akibatnya" desak Bima kepada Rima agar mengatakan yang sejujurnya kepada kepala sekolah.
"I_iya pak" jawabnya.
FLASH BACK OFF
Kemudian Bima memanggil Rima untuk dihadirkan ke dalam ruangan kepala sekolah. Rima berdiri menghadap kepala sekolah. Kemudian Bima menyuruh Rima untuk berbicara jujur tentang apa yang ia ketahui saat melihat Aldo dan Vega sedang ke klinik.
"Rima! Duduklah, bapak mau dengar dari kamu, apa yang kamu ketahui tentang Aldo dan Bu Vega?" seru kepala sekolah.
Rima tampak memperhatikan sekeliling, Ia menatap wajah Aldo dan Vega yang berharap Rima ada di pihak mereka.
"Sa_ saya pernah melihat Aldo dan Bu Vega sedang bersama pergi ke klinik, dan ternyata Bu Vega hamil"
Sontak apa yang diucapkan oleh Rima membuat seluruh yang hadir di sana terkejut bukan main, ternyata Vega telah mengandung, sementara seluruh siswa dan guru-guru mengetahui jika Vega baru saja menikah, jadi ada kemungkinan Vega hamil diluar nikah.
"Apa benar yang diucapkan oleh Rima, jika Bu Vega sedang mengandung?" kepala sekolah tampak serius bertanya, karena bagaimanapun juga hal ini menyangkut nama baik sekolah. Vega tidak bisa mengelak lagi, jika dirinya memang sedang mengandung.
"Katakan Bu Vega! Siapa ayah dari bayi yang Anda kandung sekarang?" tanya kepala sekolah.
"Baiklah pak! Saya rasa sudah saatnya semua tahu, jika saya memang sedang hamil, dan tentu saja ayah bayi yang saya kandung adalah suami saya sendiri" ucap Vega santai, karena memang benar adanya.
Bima terkekeh, bagaimana bisa Vega hamil disaat suami nya sedang berada di luar kota, kalau bukan Aldo lah ayah dari bayi yang dikandung oleh Vega.
"Bu Vega! Bu Vega tidak bisa mengelak lagi, katakan jika bayi dalam kandungan Bu Vega adalah anak Aldo, benarkan Bu!" seru Bima sangat yakin.
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥
__ADS_1
...Geregetan nggak sih 😁...