
Setelah Aldo berhasil menidurkan bayinya, lantas Ia segera meletakkan Galen kembali di atas tempat tidurnya.
"Bobo ya sayang! Papa ada tugas penting sebentar, jangan bangun dulu ya! Bobo yang tenang," seru Aldo sembari meletakkan tubuh bayinya dengan pelan-pelan.
Setelah Ia berhasil meletakkan sang bayi di tempat tidurnya, Aldo terlihat senang, akhirnya Ia bisa melanjutkan misinya yang tertunda, peluncuran rudaal raksasanya belum terealisasikan.
Vega menatap wajah sang suami yang siap untuk menerkamnya, perlahan Dia beringsut saat Aldo mulai merangkak naik ke atas tubuhnya, dengan cepat Aldo membuka selimut yang menutupi seluruh tubuh sang istri.
"Aldo!" Vega menahan dada Aldo dengan kedua tangannya yang mulai menghimpit tubuhnya. Aldo tampak sudah membulatkan tekadnya malam ini untuk mengasah pedang samurainya yang sudah lama tidak menunjukkan kebolehannya.
Dua kaki itu mulai terbuka lebar, dan Aldo siap untuk masuk, si kepala mulai menerobos perlahan, Vega sedikit menggigit bibir bawahnya merasakan saat benda itu perlahan mulai menyeruak masuk ke dalam, baru seperempat jalan, tangisan Baby Galen terdengar lagi, dan kini semakin kencang, membuat Aldo sangat terkejut dan segera Ia mencabut pedangnya kembali.
Aldo terduduk lemas sambil menghela nafasnya.
__ADS_1
"Anjiirrr ... gagal lagi da ah, gimana mau nyolok kalau bayi gue bangun mulu, aduuhh Galen!" ucap Aldo sembari berjalan menghampiri bayinya yang terdengar bangun dan menangis. Aldo menghampiri putranya, memang si baby sedang ngajakin gelut Papanya, saat Aldo menampakkan wajahnya, nyatanya Baby Galen malah ketawa-ketawa menunjukkan giginya yang belum tumbuh. Sontak membuat Aldo tersenyum paksa kepada sang anak.
"Hmm ... gitu ya! Nggak mau lihat Papa seneng-seneng dikit aja, malah ngajak ketawa," ucapnya sembari mencolek hidung anaknya.
Vega terlihat tertawa kecil dan memijit pelipisnya pelan, tampaknya malam ini Aldo lembur, bukan lembur untuk bercinta tapi lembur untuk menemani putranya yang terlihat minta diajak bicara.
Vega mendengar Galen yang tampak sedang mengoceh, sedangkan Aldo terlihat ikut manggut-manggut karena sang anak nyatanya mengajak si bapak ngobrol, entah apa yang mereka bicarakan, tampaknya keduanya sedang asik, sampai tidak sadar jika Aldo masih bugil bak turis yang berjemur di pantai.
"Haduh ... sayang! Si Galen nggak mau di ajak bobo nih, malah ngajak ngobrol lagi, gimana dong nasib si Otong?" jawabnya sambil garuk-garuk kepala.
"Udah pakai ini, biar nggak ngegantung gitu," Vega tampaknya melemparkan sarung kepada suaminya untuk menutupi area sensitifnya.
Sepertinya Aldo terpaksa memakai sarung dari Istrinya, dan kembali mengajak sang anak mengobrol. Sementara Vega juga memakai kembali baju tidurnya, dan Ia merebahkan tubuhnya, dilihatnya sang suami yang sedang asyik mengobrol akhirnya Vega pun tertidur.
__ADS_1
Jam menunjukkan pukul empat pagi, sepertinya Galen sudah mengantuk, Aldo mencoba menggoyang-goyangkan box bayinya agar si anak bisa tertidur, sementara Aldo sesekali menguap karena sudah merasa ngantuk sekali.
"Hoam ... lengket nih mata Gue," ucapnya sambil garuk-garuk kepalanya.
Hingga akhirnya si anak tertidur pulas, setelah Ia melihat Baby Galen tidur, Aldo sendiri pun ikut tertidur. Pada akhirnya cerita malam ini berakhir dengan tidurnya Aldo.
Perlahan Vega membuka matanya, dilihatnya sang suami yang tertidur di samping box bayinya, Vega turun dari ranjang dan menghampiri Aldo dan putranya. Sesekali Vega mengusap lembut rambut Aldo dan tersenyum.
"Kasihan Kamu sayang!" ucapnya sembari mengecup kening Aldo.
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥🔥
__ADS_1