Bu Guru AKU PADAMU

Bu Guru AKU PADAMU
Cintanya yang gede


__ADS_3

Aldo mencoba tersenyum kepada Boni dengan memuji cewek yang Ia kenalkan.


"Waah ... cewek Elu cantik Bon, Gue nggak nyangka Elu bisa dapet yang gede em," Aldo tampak tersenyum.


"Apa maksud Elu yang gedhe?" Boni tampak mengerutkan dahi.


"Cintanya yang gede, heleh ... Elu pikir apanya, dasar piktor," sahut Aldo, Boni tampak tersenyum dan malu-malu, sesekali menyenggol lengan Esmeralda yang gemoy itu.


"Hehehe semuanya gede bro, lihat aja tuh kakinya, beuh gede kaki dia ketimbang paha bini Gue anjiiirr" bisik Ruli di telinga Aldo.


"Kena timpukan kakinya doang, bisa-bisa gepeng badan kita," balas Aldo.


Keduanya terkikik saat melihat kaki Esmeralda yang terlihat jempol semua. Namun, Boni tampak bahagia bersama Esmeralda, sepertinya Boni tidak mempermasalahkan jika dirinya akan berjodoh dengan gadis subur yang ada di sampingnya.


"Eh ... doain Gue ya, biar bisa nyusul kek kalian, nikah gitu hehehe," ucap Boni dengan senyum -senyum.


"Wooo pasti tuh, kita mah selalu mendoakan Kebahagiaan Elu, waah asik nih Boni bakal nikah, keren keren," seru Aldo

__ADS_1


*


*


*


*


Hingga saatnya pesta pernikahan Ruli dan Riris telah usai, akhirnya mereka berdua menjalani malam pengantin mereka untuk kesekian kalinya dalam ikatan pernikahan yang sah.


"Sini dong sayang!" seru Ruli sembari menepuk-nepuk kasur empuk itu.


Riris naik ke atas ranjang dan mendekati Ruli yang sudah menunggunya. Dengan gaya menggoda Riris menghampiri Ruli yang tampak sudah siap untuk bertarung malam ini.


Riris naik keatas ranjang dengan gaya merangkak, bak seekor macan yang tengah berjalan, sangat terlihat dua buah pepaya itu bergelantungan pada dadanya, menciptakan sebuah gairah dari seorang Ruli yang suka dengan benda-benda besar dan menggantung.


"Waooo Amazing, it's so hot Baby!" Riris merayap di atas tubuhnya, sehingga tercipta suatu gesekan benda entah dimana letaknya, yang membuat Ruli merasa ingin segera membebaskan benda yang mengeras itu.

__ADS_1


Namun Riris sepertinya masih sibuk dengan pemanasan nya, sibuk menggesek ke sana dan kemari, sementara yang digesek terlihat sudah tidak sabar ingin segera keluar dari kandangnya.


Dengan posisi woman on top, posisi yang disukai oleh Riris, membuat Ruli semakin leluasa merremas dua buah pepaya mengkal itu, sesekali lidahnya memainkan bulatan kecil yang sekarang berwarna menghitam itu dengan lembut, menyesapnya dan memainkannya dengan lidah, membuat si empunya berteriak kecil.


Ruli memposisikan dirinya setengah duduk dengan bersandar pada sandaran tempat tidurnya, dengan sang istri yang berada di pangkuannya, entahlah bukan sulap bukan sihir, lagi-lagi baju mereka tak terasa sudah berserakan di lantai, tak ada sehelai benangpun yang menutupi keduanya.


Hingga akhirnya si ular Phyton itu telah masuk ke dalam gua yang gelap, tempat favoritnya, ular itu meliuk-liuk menyusuri dalamnya gua yang gelap itu.


Riris merremas rambut Ruli merasakan betapa sensasi rasa itu begitu nikmat, sesuatu yang menusuk-nusuk di bawah sana, dirasakannya begitu nikmat dan indah.


Dua manusia yang sudah pernah melakukannya sebelum menikah, kini nyatanya mereka semakin mesra dan semakin mendalam, setiap gerakan itu menciptakan sebuah rasa yang membumbung tinggi menembus cakrawala.


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥🔥


...CUKUUUPPP 😁...

__ADS_1


__ADS_2