
"Halo mas"
"Halo adikku, mas sudah tidak sabar lagi ingin segera pulang bertemu dengan kalian lagi!"
"Kapan mas pulang, pasti seru jika mas Diego Kembali ke rumah!" jawab Ruli dengan senyum yang mengembang.
Riris melihat ekspresi Ruli yang begitu senang melihat kekasihnya itu berbicara dengan sang kakak.
Sejenak Riris terdiam dan mencoba berfikir jernih. Dirinya harus dihadapkan dengan Diego yang pernah menjadi partner ranjang Riris saat dirinya masih tinggal di luar negeri.
Riris menggelengkan kepalanya, sesak tiba-tiba hadir dalam dadanya, mengingat kembali saat Diego begitu kasar saat bermain dengannya, dirinya ingat saat Diego memberikan nya cambukan di setiap permainan panas itu, Riris merasa sangat tersiksa, bermain dengan pria kejam itu membuat Riris seakan berada di neraka.
Belum lagi bekas cambukan yang ada dalam tubuh indahnya, serta cakaran atau gigitin yang ia dapati seusai melakukan percintaan dengan lawan yang menurutnya itu bukanlah pria yang normal.
Pria yang normal akan memperlakukan pasangannya dengan lembut dan tidak menyakitinya, namun berbeda dengan Diego, dia memiliki orientasi se**ual yang berbeda, pria berdarah Perancis dan Indonesia itu suka menyakiti lawan mainnya sebelum dirinya melakukan percintaan.
Dan tentu saja wanita-wanita yang pernah menjadi partner ranjangnya akan pergi dan kabur untuk meninggalkan pria gila itu. Ya... Diego memang seperti itu, dia memiliki kelainan seperti itu, banyak wanita yang sudah pernah ia tiduri, hanya untuk sebatas menyalurkan hasrat anehnya itu. Mungkin bagi sebagian orang apa yang dialami oleh Diego itu adalah kelainan yang biasa disebut Masokis. Seperti halnya yang ada dalam film fifty shades of grey. (Udah pernah nonton belum kalian 😁)
Apa yang dilakukan oleh Diego biasa disebut dengan BDSM (Bondage, Discipline, Sadism, Masochism) , dirinya sedang mencari partner yang bisa mengerti tentang fantasi se**ual dirinya yang berbeda dari kebanyakan orang.
Sayang sekali Riris pernah terjatuh dalam genggaman pria yang aneh itu, dan itu membuat Riris sangat takut jika pria itu akan menyakiti dirinya lagi.
Setelah Ruli menutup telepon dari sang kakak, lantas dirinya melihat wajah Riris yang terlihat cemas.
"Elu kenapa?" tanya Ruli sembari mengerutkan keningnya.
Riris tersadar dari lamunannya, dan tersenyum kepada Ruli.
"Tidak, tidak ada! Gue mau pulang, badan gue terasa capek semua!" ucap Riris sembari mengenakan kembali pakaiannya.
Baiklah, kita pulang, hmm...tapi sebelumnya kita makan dulu, Gue nggak mau melihat Elu lemes!" jawab Ruli dengan senyum manisnya.
__ADS_1
Ruli Dharmawangsa, 18 tahun cowok player sekaligus sahabat Aldo yang sangat setia.
Hingga malam tiba, Riris pulang dan di antarkan oleh Ruli dengan motor sportnya, terlihat seorang gadis tengah berdiri di depan jendela, memperhatikan Riris yang diantarkan oleh seseorang yang tampak ia mengenali pria itu.
"Gue pulang dulu, thanks untuk waktunya hari ini" ucap Riris sembari memeluk Ruli.
Ruli membuka helmnya dan tampaklah wajahnya yang tampan terlihat dengan jelas. Gadis di balik jendela itu terkejut, dan memperhatikan seksama apa benar itu pria yang sudah pernah bertemu dengannya.
"Pemuda itu, bukankah itu pemuda yang pernah bersamaku dalam mobil? Saat kami berdua mabuk, Iya ...Itu memang dia? Ada hubungan apa dia dan Riris? Kenapa Riris begitu mesra sekali dengannya? Atau jangan-jangan mereka berpacaran?" ucap Claudia menebak sembari menyilangkan kedua tangannya. Memperhatikan sosok yang pernah menjadi partner ranjangnya itu.
"Riris tidak boleh mendekatinya, pemuda itu brengsek sekali, pemuda itu hanya menginginkan kesenangan dari Riris saja, aku tahu itu!" gumam Claudia dengan tatapan yang tajam.
*
*
*
"Baiklah, gue pulang dulu, sampai ketemu besok!" ucap Ruli sembari mengusap pipi Riris.
Riris tampak melambaikan tangannya dan mengecup dari jauh untuk kekasihnya itu.
Riris begitu gembira hari ini, ada kebahagiaan yang tak bisa diutarakan oleh apapun, Riris masuk ke dalam rumahnya. Dilihatnya sang kakak yang menyambut kedatangan Riris dengan tatapan penuh tanda tanya.
"Dari mana kamu?" tanya Claudia dingin.
"Dari jalan-jalan lah Kak! Emang darimana?" jawab Riris sembari berlalu meninggalkan Claudia.
"Tunggu!" Claudia menghentikan langkah sang adik untuk masuk kedalam kamarnya.
Riris berhenti dan menatap kembali wajah sang kakak yang masih penasaran.
"Kau pergi dengan siapa?"
__ADS_1
"Bukan urusan kakak!"
"Riris, kakak lihat kamu dari sini, kakak lihat kamu pergi dengan pemuda itu, lebih baik kamu jangan berhubungan dengan pria itu, dia pasti akan membuatmu kecewa" ucap Claudia.
"Maksud kakak apa?" Riris begitu terkejut saat Claudia mengatakan hal itu.
"Turuti saja perintah Kakak, pria itu sangat brengsek, kakak tahu betul siapa dia, lebih baik kamu tidak usah berhubungan dengan nya lagi!" ucap Claudia memperingatkan.
"Masalahmu apa sih kak? Dia teman sekolah aku, dan aku suka sama dia, atas dasar apa kakak melarangku berhubungan dengan Ruli, Aku mencintainya kak!" sahut Riris dengan sedikit emosi.
"Kau tahu siapa dia? Sudah berapa perempuan yang ia tiduri hanya untuk melepaskan hasratnya, kakak tidak mau kamu seperti kakak, di tinggal kan begitu saja setelah dia mendapatkan segalanya!" jawaban Claudia sontak membuat Riris begitu sakit, ternyata sang pacar pernah tidur dengan kakak kandungnya sendiri.
"Apa? Jadi... Kakak pernah berhubungan dengan Ruli?" ucap Riris dengan mata yang tampak berkaca-kaca.
Claudia menghela nafasnya, ia menatap kearah jendela, memperhatikan laju kendaraan yang lewat di jalan raya.
"Kamu benar, Aku dan dia pernah melakukan itu di dalam mobil, hari itu dia datang ke cafe tempat kakak bekerja, di sana dia minta kakak untuk mengambilkan minuman, hingga tak terasa kami berdua mabuk, Dia mengajakku pergi, entah apa yang terjadi, mobil yang kami kendarai berhenti di suatu tempat yang gelap, kami berdua saling tergoda dan ..." Claudia tidak melanjutkan kata-katanya.
"Jangan teruskan, aku tidak butuh penjelasan itu!" Ucap Riris sembari menyeka air matanya dan pergi berlari masuk kedalam kamarnya.
Dirinya tak menyangka jika Ruli pernah melakukan hubungan itu dengan kakak kandungnya sendiri, jika dengan gadis lain mungkin itu tidak masalah, tapi Ruli melakukannya dengan Claudia, kakak perempuan Riris.
"Kenapa semua ini terjadi Tuhan, mungkin kah ini hukuman yang Engkau berikan kepada ku, baru saja Aku nyaman dan mulai mencintai seseorang, tapi dengan mudahnya, aku mendapatkan kekecewaan seperti ini, Aku benar-benar sakit!" Riris terduduk di lantai kamar tidurnya, dirinya masih tidak percaya, jika pria yang kini memenuhi relung hatinya, ternyata pernah bercinta dengan saudari kandungnya sendiri.
"Maafkan kakak Riris! Tapi setidaknya kamu harus tahu yang sebenarnya, kakak ingin kamu mendapatkan laki-laki yang baik, yang bertanggung jawab, dan bisa mencintai mu dengan tulus" ucap Claudia lirih.
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Clarissa Tamara, atau yang biasa disapa Riris, 18 tahun, cewek kesayangan Ruli🤭
__ADS_1
...Maaf ya guys jika visualnya kurang berkenan, ini cuma kehaluan Othor saja🤭...