Bu Guru AKU PADAMU

Bu Guru AKU PADAMU
Tercyduk


__ADS_3

Dan akhirnya pelajaran pun dimulai, Aldo mengeluarkan buku pelajarannya, sementara Vega memeriksa siapa saja yang belum mengumpulkan PR. Vega sangat terkejut saat dirinya tidak mendapatkan buku milik suami brondongnnya itu.


Kemudian Vega memanggil Aldo untuk menanyakan PR darinya. Aldo berjalan menghampiri Vega yang sedang berdiri di depan kelas.


"Mana PR mu?" pinta Vega kepada Aldo


"PR? PR yang mana Bu?" tanya Aldo sambil garuk-garuk kepala.


"Eh...PR? Saya tidak tahu kalau ada PR dari Bu Vega." seru Aldo


"Astaga...PR yang sudah aku berikan kemarin Aldo, apa kamu tidak menanyakan kepada teman-temanmu?,"


"Ah Bu Vega, kan kemarin Aldo sedang di luar kelas, nggak dibolehkan masuk sama ibu, gimana sih?" jawab Aldo santai sambil mengunyah permen karet dan di letuskan di depan Vega.


"Karena kamu tidak mengerjakan PR, maka ibu akan menghukummu!" ucap Vega


"Nggak masalah!" jawab Aldo santai.


"Kamu berdiri di sana, diam dan jangan berisik!" sahut Vega sambil menunjuk ke arah depan kelas. Kemudian Aldo berdiri di depan kelas. Baginya tak masalah jika harus berlama-lama di depan kelas, asalkan Vega bisa terus berada disampingnya.


Kemudian Vega menulis di papan, Aldo selalu memperhatikan setiap apa yang dilakukan Oleh Vega dengan tatapan yang mesra. Melihat itu Vega merasa sangat malu sekali.


"Aldo! Apa yang kamu lakukan?" ucap Vega dengan suara lirihnya.


"Memandangmu tidak akan pernah bosan di mataku Bu Vega cantik!" ucapan Aldo tentu saja terdengar oleh seluruh teman-temannya.


"Eh...gila Aldo, Bu Vega di godain mulu, Aldo nggak takut apa sama suaminya, entar dibilangin suaminya Bu Vega, biar tahu rasa dia" ucap Boni


"Waaahh bener-bener nih Aldo, istri orang di godain, belum kena batunya dia!" sahut Ruli.


****


Hingga akhirnya bel jam Fisika telah selesai. Vega pergi meninggalkan kelas menuju ke ruang kantor, namun di tengah koridor sekolah Vega berpapasan dengan seorang pria yang berusia sekitar 27 tahunan, tampak tersenyum dengan Vega. Vega pun membalasnya dengan senyuman.


"Selamat siang Bu!" Seru Bima


"Siang!" jawab Vega tersenyum


"Guru apa dia? Dia sangat cantik!" gumam guru baru yang bernama Pak Bima, seorang guru Biologi.


Bima menoleh ke arah Vega dan memperhatikan Vega hingga menghilang dari pandangan nya, Bima tersenyum bahagia melihat sosok Vega yang tanpa sengaja membuatnya penasaran.


Kemudian Bima masuk kedalam kelas 12 b, dimana Aldo dan geng somplak nya berada.


Bima memasuki ruangan dan memperkenalkan dirinya.


"Selamat siang anak-anak, perkenalkan saya guru biologi kalian yang baru, panggil saja saya pak Bima" ucap Bima memperkenalkan dirinya.


"Eh...guru baru kok modelnya gitu sih"


"Anjiiirr... mukanya tua"

__ADS_1


"Waduuuhh...dia botak gengs"


"Waah...enak nih kita main basket pindah ke sana aja"


"Kek nya di guru killer nih, kelihatan dari mukanya, nggak ada manis-manisnya"


"Itu muka rambut semua njiiirr"


"Eh...Ehh... jangan ketawa keras-keras, dia bisa denger njiiirr"


Geng Aldo tengah membicarakan tentang guru baru mereka sambil tertawa cekikikan. Tiba-tiba saja Bima menghampiri mereka bertiga.


"Braaakkkk" Suara meja yang di gebrak sekeras-kerasnya oleh seseorang.


Ketiganya menoleh ke arah siapa yang memukul meja itu dengan kerasnya. Aldo, Ruli dan Boni sangat terkejut dengan kedatangan Bima yang tiba-tiba disana.


"Ehh...Pak Bima!" Aldo tampak cengar-cengir melihat wajah Bima yang terlihat sangat bringas.


"Apa kalian sedang membicarakan saya? kalian tidak suka dengan saya? Oke... sekarang kalian keluar dari kelas saya, saya tidak Sudi mempunyai murid yang membicarakan tentang gurunya, mengerti! Sekarang kalian keluar, cepat!" Bima dengan lantang mengusir ketiga muridnya.


Lantas ketiganya keluar dari kelas, Aldo tampak kesal melihat guru baru yang menyebalkan itu. Aldo menatap tajam Bima dan akan membuat perhitungan dengan guru yang killer itu.


"Awas aja pak Bima, gue kerjain lu, tunggu


aja!" gumam Aldo sembari meninggalkan kelas.


Aldo, Ruli dan Boni tampak pergi ke kantin, mereka memesan makanan di kantin sekolah.


"Wah bener nih Do? asik kalau gitu!" jawab Ruli.


Di saat mereka sedang asik makan, tiba-tiba saja Aldo melihat Vega yang tengah berjalan menuju kamar mandi.


"Eh... eh...gue pergi sebentar, nanti gue balik" seru Aldo sembari berjalan menuju arah Vega pergi.


"Eh...kemana tuh si Aldo?" tanya Boni.


"Palingan juga ke toilet" jawab Ruli sambil makan.


Kemudian Boni dan Ruli tampak sibuk makan tanpa menghiraukan Aldo yang sedang membuntuti Vega.


Vega mulai masuk ke dalam kamar mandi dan tiba-tiba saja Aldo ikut masuk ke dalam dan mengunci pintu. Dan tentu saja itu membuat Vega sangat terkejut.


"Aldo! Ngapain kamu disini... empptt" belum selesai bicara Aldo segera menyambar bibir istrinya dengan lahap.


Aldo mengikat tangan Vega keatas, sementara Aldo bebas menjamah apa saja yang ada di hadapannya sekarang.


"Aldo lepas, kau sudah membuatku tak bisa bernafas...ha..ha...ha." Vega tampak ngos-ngosan, ketika ciuman itu Aldo lepaskan.


"Sssttt... jangan berisik, aku kangen banget sama kamu" bisik Aldo sembari menciumi leher istrinya.


"Aldo...Pliss hentikan, ini bahaya sayang, jangan disini, nanti ada yang lihat" Seru Vega menepis tangan Aldo yang sudah berani masuk ke dalam roknya.

__ADS_1


"Tapi aku pingin sekarang" Aldo semakin memperdalam cumbuannya.


"Aldo... Pliss, jangan sekarang... di rumah kita masih punya banyak waktu, ini berbahaya sekali, kalau mereka tahu gimana?" seru Vega memperingatkan.


"Aku tidak perduli mereka tahu atau tidak, toh hubungan kita sudah halal, aku bebas melakukan apa saja terhadapmu, meskipun kamu guruku sendiri" balas Aldo sembari merremas dada besar itu.


"Iya...aku tahu, tapi jika guru-guru apalagi kepala sekolah tahu, kamu bisa terancam di keluarkan dari sekolah, sia-sia saja, tinggal beberapa bulan lagi kamu berada disini, sabar lah...hmm" Vega mencoba merayu suaminya untuk menenangkan dirinya.


Sejenak Aldo menghentikan aktivitasnya, Aldo bersandar pada dinding kamar mandi sembari mengadahkan kepalanya ke atas, mengatur nafasnya agar si Otong yang terlanjur berdiri bisa tertidur lagi.


Sementara Vega merapikan roknya yang tersingkap tinggi hingga pangkal paha, dan mengancingkan bajunya yang telah memperlihatkan dadanya yang cukup besar.


Setelah beberapa saat Aldo mulai tenang, dan Vega sudah rapi kembali, akhirnya Aldo meminta maaf kepada istrinya.


"Aku minta maaf sayang, aku tidak bisa mengendalikan diriku, sekarang aku akan keluar, kamu benar tinggal beberapa bulan lagi, dan setelah itu aku bebas mengumumkan bahwa dirimu adalah milikku, Vega milik Aldo Alexander" ucap Aldo sembari membuka pintu kamar mandi.


"Tunggu!"


Aldo membalikkan badannya dan menatap wajah sang istri. Vega mendekati suaminya dan membersihkan bekas lipstik yang menempel di bibir Aldo akibat ciuman Aldo tadi.


"Sudah... pergilah, sebelum pergi pastikan kamu tidak ada yang melihat" ucapan Vega mulai di mengerti oleh Aldo.


Perlahan Aldo membuka pintu itu sangat pelan, Ia menengok ke kanan dan kiri, memastikan tidak ada orang yang melihatnya.


"Ah...aman!" Setelah merasa aman, Aldo segera pergi dari kamar mandi tersebut. Dirinya melenggang seolah tak terjadi apa-apa.


"Aldo... ngapain dari kamar mandi guru?" Riris tanpa sengaja melihat Aldo yang keluar dari kamar mandi guru, dan tak berselang lama Vega keluar dari kamar mandi yang sama.


"Hoooo... astaga... Aldo...Bu Vega! Mereka sedang apa di dalam...ohh shiiit" gumam Riris sembari menutupi mulutnya dengan kedua tangannya, dirinya begitu terkejut saat melihat Aldo dan Vega keluar dari kamar mandi yang sama.


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥🔥


...HAYO LOH BAGAIMANA INI BEB......


...HAYUK AH DUKUNG TERUS KISAH MEREKA YANG PASTINYA TAMBAH SERU AJAH DENGAN LIKE, KOMENTAR, BERI HADIAH DAN VOTE ...🥰🥰🥰...


*


*


*


*


*


Taraaaaa... promosi lagi ya, untuk kalian yang suka cerita tentang Mafia, hayuk merapat ke karya punya kak Imamah Nur yang berjudul TERPAKSA MENIKAH PUTRI MAFIA... sambil menunggu othor update berikutnya... capcuss beb🥰🥰🥰


__ADS_1


__ADS_2