Bu Guru AKU PADAMU

Bu Guru AKU PADAMU
Catur


__ADS_3

Dan akhirnya malam yang ditunggu pun telah tiba, Aldo sudah mempersiapkan dirinya menghadapi sang istri dalam permainan ini, begitu pun dengan Vega, dirinya sudah minum vitamin agar tidak kalah cepat dengan sang suami, kali ini Vega benar-benar akan mengalahkan sang suami.


Aldo tampak bertelanjang dada, sedangkan Vega sudah siap dengan lingerie warna merah yang terlihat sangat mencolok dan seksi itu. Mereka berdua saling berhadapan dan saling bertatap mata.


"Aku mau lihat seberapa besar kemampuan mu menghadapiku sayang! Aku yakin kamu pasti menyerah" seru Vega dengan senyum smirk.


"Oh iya? Jika aku yang menang bagaimana?" ucap Aldo sambil mengelus pipi Vega.


"Jika kamu yang menang, ah itu tidak mungkin" sahut Vega yang yakin jika dirinya pasti bisa mengalahkan Aldo dalam permainan CATUR kali ini. (Yang pada ngeres, ketawa yuk πŸ˜‚).


"Ok, sekarang aku siapin bidaknya" Aldo tampak mengatur papan dan bidak catur, Aldo dan Vega tampaknya mempunyai hobi yang sama, keduanya sangat suka dengan permainan catur ( termasuk othor juga suka 😜) permainan sederhana tapi mampu mengasah kemampuan berfikir, berstrategi dan ketangkasan.


Aldo duduk berhadapan dengan istrinya, buah catur putih untuk Vega, yang hitam untuk Aldo.


"Kamu pilih buah catur yang mana sayang?" tanya Aldo.


"Yang putih dong, punya kamu yang hitam" jawab Vega sembari tersenyum nakal.


"Ya ...ya ..ya, sesuai realita ya! Tapi punyaku nggak hitam-hitam amat deh Sayang!" balas Aldo enteng.


"Hitam kok!"


"Enggak!"

__ADS_1


"Hitam"


"Enggak, mau aku lihatin?"


"Aldo! Yang hitam itu buah caturnya, bukan punyamu, dasar omes" celetuk Vega yang di iringi kekehan Aldo.


"Oke... kita mulai, kamu duluan!" seru Aldo.


"Nggak bisa kita suit dulu, biar adil!" balas Vega


"Oke"


"Gunting batu kertas"


"Hmm..."


Vega membalas dengan melangkahkan satu buah bidak caturnya, keduanya terlihat begitu serius, hingga akhirnya satu persatu personil catur Aldo termakan oleh anak buah catur milik Vega, dari kuda, gajah, benteng hingga Mentri, semua habis di babat oleh Istrinya, kini buah catur Aldo meninggalkan Raja dan dua bidak yang masih tersisa, sedangkan milik Vega, masih ada gajah dan seorang raja.


Awalnya Vega senang bisa mengalahkan Aldo dengan mudah, namun Vega tidak menyadari jika bidak Aldo telah mencapai batas tepi daerah lawan, sehingga Aldo berkesempatan melawan Vega dengan munculnya kembali sang menteri.


Aldo tersenyum smirk, dengan mudah Aldo memakan dan men-skakmat sang raja, sehingga Vega bisa Aldo kalahkan.


"Skak mat, sekarang kamu tidak bisa kemana-mana lagi"

__ADS_1


Vega menghela nafasnya dan dirinya harus bisa menerima kenyataan jika sang suamilah yang berhasil mengalahkannya.


"Oke...aku akui kamu yang menang" Vega berucap sembari menghampiri Aldo yang sedang duduk di depannya, Vega berdiri di depan Suaminya sembari mendekatkan tubuhnya pada Aldo. Vega mengusap lembut rambut Aldo dan mulai duduk dengan kaki terbuka lebar di atas pangkuan sang suami.


Sekarang mereka berdua telah berhadapan, Vega berbisik pada telinga Suaminya.


"Tidak masalah kamu bisa mengalahkan ku dalam permainan catur, tapi untuk permainan kali ini kamu tidak akan bisa menang" bisik mesra Vega seperti angin surga pada telinga Aldo


"Oh ya! Kita lihat saja, kamu pasti memohon ampun kepadaku"


Aldo mulai menyergap tengkuk istrinya, ciuman itu mulai terasa sangat panas, diiringi suara cecapan dari mulut Aldo yang tampak mengeksplorasi setiap inci tubuh istrinya.


Hingga akhirnya Vega tidak bisa berbuat apa-apa, adik tiri Aldo sudah tidak bisa menahan kesabaran, dia benar-benar mengamuk, seperti singa yang menyergap mangsanya, akan sangat susah untuk lepas dari cengkeraman Aldo saat ini.


"Gila! Ini benar-benar nikmat...Aldo kamu sudah gila! Apa yang kamu lakukan?" Vega merremas sprei itu saat lidah Aldo seolah sedang menikmati ice cream yang creamy, begitu manis dan meleleh.


"Aldo Pliss! Stop ...no no" Vega menggelengkan kepalanya, seakan dia tidak kuat lagi menahan rasa yang ingin tumpah begitu saja, namun tiba-tiba Aldo berhenti saat rasa itu sudah berada di ambang pintu.


"Kenapa berhenti!" Vega menatap wajah Aldo yang sudah terlihat semrawut.


BERSAMBUNG


😜😜😜😜😜😜

__ADS_1


...SABAR BESTIE πŸ˜‚...


__ADS_2