Bu Guru AKU PADAMU

Bu Guru AKU PADAMU
Video dari Ruli


__ADS_3

"Eh...BuVega bikin kaget aja!" jawab Aldo cengar-cengir.


"Maaf Bu, saya murid baru dikelas ini, baru kali ini saya melihat ibu, Ibu cantik sekali, nama saya Riris Khairani, saya siswi pindahan dari SMA Bakti Negeri"


"Oh...jadi kamu siswi baru, saya Vega guru Fisika kalian" jawab Vega


"Waah... ternyata Bu Vega orang nya cantik banget, benar kata teman-teman Bu Vega masih muda" ucap Riris memuji.


"Ya iyalah, istri gue gitu loh, gue nggak pernah salah pilih istri, dia emang cantik, bening, ah...bikin gue kecanduan setengah mati" gumam Aldo sembari tersenyum kepada Vega yang terlihat masih cemberut.


"Maafkan kami Bu Vega, kami terlambat masuk kelas, soalnya tadi si Aldo nabrak saya, trus dia bantuin saya berdiri, jadi kami sedikit lama, soalnya kita ngobrol-ngobrol dulu jadi nggak kerasa kalau udah jamnya masuk" ujar Riris dengan jujur sekali.


"Ngobrol-ngobrol? Apa itu benar Aldo?" tanya Vega dengan muka masam.


"Hehehe...Iya Bu!" jawab Aldo sambil menggaruk tengkuknya.


Vega menghela nafasnya, setidaknya kali ini dirinya harus bersabar menghadapi suami brondongnya, yang pastinya jiwa transisi nya masih ada.


"Baiklah, kali ini Ibu maafkan, tapi lain kali ibu tidak mau melihat kejadian seperti ini lagi, kalian faham?" ucap Vega tegas dan terpaksa tanpa senyum sedikit pun.


"Baiklah Riris, kamu masuk dulu, aku mau bicara dulu dengan Aldo" titah Vega kepada Riris.


"Baik Bu!" kemudian Riris masuk ke dalam kelas, setelah Riris menutup pintunya, kini tinggal Vega dan Aldo yang berada di luar kelas.


Vega tampak menyilangkan kedua tangannya, dan dengan memasang wajah kesal dan cemberut kepada Aldo, membuat Aldo bertanya-tanya.


"Kamu kenapa sayang? Kok cemberut gitu sih, sepet ah dilihatnya, senyum dong!" ucap Aldo sambil meraih pundak Vega.


"Jangan sentuh-sentuh!" balas Vega ketus.


"Loh emangnya nggak boleh, kan kamu sekarang istriku, aku mau minta sun dikit aja, sebelum masuk kelas!" rengek Aldo


"Disini lingkungan sekolah, dilarang pelukan apalagi ciuman, dan siapa bilang kamu boleh masuk, kamu berdiri di sini sampai pelajaranku berakhir" seru Vega dengan tatapan serius.


"Apa? Berdiri di sini? Omaigad... jangan dong sayang, aku kan pingin lihat kamu terus" rengek Aldo.


"Salah sendiri datang terlambat, siapa suruh kamu ngobrol- ngobrol dengan dia, sekarang kamu harus menerima hukumannya" seru Vega sembari beranjak membuka pintu kelas.


"Waduuuhh... ternyata bini gue marah nih, ah bodo amat di hukum di luar kelas oke lah, yang penting di rumah nggak dihukum gue...ah nggak sabar nanti nyampe rumah, gue uyel uyel tuh jemblem" gumam Aldo sembari mengelus pantat Vega yang gemoy.


Spontan apa yang dilakukan Aldo membuat Vega sangat terkejut.


"Eh... Apa-apaan sih, Aldo... nanti dilihat orang gimana?" ucap Vega sembari menepis tangan Aldo dari pantatnya.


"Hehehe... salah sendiri gemoy gitu, pingin merremas ajah nih tangan" jawab Aldo cengengesan.


"Haaahhh...udah ah, aku mau masuk dulu, ingat! tetap berdiri di sini, jangan kemana-mana" perintah Vega

__ADS_1


"Oke...aku akan tetap disini menunggumu sayang, tapi... Jangan ditutup dong pintunya! Aku nggak bisa lihat kamu entar." pinta Aldo


"Baiklah, aku akan tetap membuka pintunya!" jawab Vega sembari membuka pintu kelas lebar-lebar, agar Aldo bisa melihat dirinya.


Kemudian Vega mulai masuk dan mulai memberi pelajaran kepada siswa-siswinya. Sedangkan Aldo tampak mengintip Vega dibalik tembok sembari memainkan ponselnya.


Tampak Aldo sedang berkirim pesan dengan Ruli.


"Eh... kenapa Elu nggak masuk kelas?"


"Gue di hukum kamprret, nggak boleh masuk kelas gue njirrr"


"Hahaha... kasihan banget Lu tong"


"Ah...dodol tega Lu sama teman sendiri"


"Emang enak, salah sendiri diluar lama-lama"


"Yee...tadi tuh gue nggak sengaja nabrak tuh murid baru, si Riris"


"Weeii...nabrak apanya Lu!"


"Ya...nggak sengaja gue nabrak pundaknya lah, Elu pikir nabrak apanya? Eh dia terjatuh anyiing, ya...gue sebagai cowok baik hati dan terkeren, nggak mungkinlah gue biarin cewek itu jatuh dan gue nggak nolongin, gue tolongin dia, eh kita keenakan ngobrol, jadi lupa deh masuk kelas"


"Dia cantik ya!'


"Ya si Riris, siapa lagi?"


"Ah...biasa ajah, cantikan juga Bu Vega, jauh dia tuh"


"Tapi body nya tuh si Riris, kayak artis hot di video ane, anjiiirr sumpah gedhe banget"


"Apanya yang gedhe? Dasar otak mesum Lu"


"Itu gunung nya, bikin gue spaneng anjayyyy"


"Ha...dasar Lu, eh Elu bisa kirimin gue satu video Lu nggak?"


"Hah... Video apa?"


"Video itu tuh, yang bikin otak panas"


"Buat apa Lu? Elu kan cowok pesantren, dulu Elu ogah banget gue lihatin video kek begitu, sekarang malah minta"


"Ya...nggak papa lah, buat pelajaran tambahan biologi, teorinya kita udah tahu, prakteknya itu loh"


"Anjiiirr, Elu mau praktekin sama siapa? Gila Lu Do!"

__ADS_1


"Sama kucing, puas Lu...Eh jangan negatif thinking dulu dong, gue juga penasaran kali, model dan gaya bercinta itu seperti apa, ayo cepat kirimin, gue tunggu nih"


"Iya... bentar, gue cariin dulu"


Disaat Aldo sedang menunggu kiriman video dari Ruli, dirinya tampak memberi kecupan dari jauh kepada Vega yang sedang duduk di kursi guru.


Vega tampak menggelengkan kepalanya melihat tingkah Aldo yang konyol.


"Klunting" notifikasi ponsel Aldo.


Dengan cepat Aldo membuka ponselnya dan kemudian membuka kiriman video dari Ruli. Aldo dibuat terperangah saat melihat adegan hot dalam video yang dikirimkan Ruli kepadanya.


"Wooowww, ini nih kudu di coba entar, wuih mantap... pasti bini gue minta nambah-nambah lagi nih... assssemmmm kok Elu malah bangun di tong, bener-bener nih nggak bisa diajak kompromi, entar dulu ya, belum pulang sekolah nih, mana kemeng lagi" gumam Aldo saat dirinya melihat adegan hot video tersebut, yang tak terasa si Otong nya malah terbangun.


Sementara di dalam kelas, tampak Vega memperhatikan Ruli yang sedang senyum-senyum sendiri dengan wajah yang menunduk, Vega yang melihat itu lantas menghampiri Ruli yang sedang berkirim pesan dengan Aldo.


"Ruli! Apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Vega yang tiba-tiba saja berada di sampingnya.


"Eeehhh...Bu Vega, nggak Bu..ini...anu...!" jawab Ruli gugup.


"Apa itu?" tanya Vega saat tahu Ruli memegang sesuatu.


"Eh... bukan apa-apa Bu, cuma hp aja" jawab Ruli cengar-cengir.


"Mana HP nya?" pinta Vega agar Ruli memberikan ponselnya.


"Ta...tapi Bu!" bantah Ruli gugup.


"Mana HPnya? cepat berikan!" ucap Vega memaksa.


"Kalau kamu tidak memberikan HPnya, jangan berharap ibu akan memberikan nilai untuk kamu, atau ibu laporin nih sama kepala sekolah, biar kamu dihukum" ancaman Vega rupanya memaksa Ruli untuk menyerahkan ponselnya.


Perlahan Ruli memberikan ponselnya kepada Vega.


"I...Ini Bu!" seru Ruli dengan sangat cemas, dirinya pasti takut ketahuan jika sekarang sedang mengirimkan video bokep kepada Aldo.


"Dengarkan Ibu, selama pelajaran ibu berlangsung, kalian semua jangan pernah bermain ponsel, ingat itu, Ruli! Ibu sita dulu ponselmu, setelah itu kamu bisa ambil di kantor" ucap Vega sembari berjalan menuju tempat duduknya.


Setelah Vega duduk di kursinya, tampak dirinya memeriksa ponsel Ruli, alangkah terkejutnya saat ia menemukan chat Ruli dengan suami brondongnya, yang sedang berkirim video tentang proses perkembangan biakan pada manusia.


"Astaga...Aldo! Kamu mau bikin aku nggak bisa jalan lagi apa?" gumam Vega membayangkan Aldo jika beradegan sama dengan video yang dikirimkan Ruli kepadanya.


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥🔥


Sambil menunggu othor update, Kalian bisa mampir di karya Mak Yayuk Triatmaja yang berjudul Ranjang Sang Mafia, ayo beb ramaikan, ceritanya seru banget, ayo tunggu apa lagi 😊

__ADS_1



__ADS_2