Bu Guru AKU PADAMU

Bu Guru AKU PADAMU
Vitamin Ajeb-ajeb


__ADS_3

"Hah... aduh aduh semaput nih gue" Ruli lemas seketika saat mengetahui bahwa Vega adalah istri sahabatnya sendiri.


"Woi kenapa Lu, lemes kayak uler" seloroh Aldo


Ruli kembali bangkit dan mencoba menanyakan hal ini lagi kepada Aldo, bisa saja Aldo telah membohonginya.


"Do... Elu nggak bohong kan? Jangan bercanda deh Lu, ayolah Do nggak gini juga kali bercandanya, dia guru kita, masa Elu kawinin guru sendiri, gila Lu" Ruli masih tidak percaya.


"Terserah Elu mau percaya apa kagak, gue udah bicara jujur, gue dan Bu Vega udah nikah sah secara agama dan hukum, jadi gue bebas dong melakukan apa saja kepada Bu Vega" ungkap Aldo yang membuat Ruli terkejut.


"Bagaimana bisa kalian nikah? Bukannya Bu Vega waktu itu akan menikah dengan Mas Arsen ya? Kok jadi Elu yang nikah?" Ruli dibuat penasaran.


"Ceritanya panjang, Elu nggak akan menyangka jika gue dan mas Arsen ternyata adalah saudara kandung, Mas Arsen ternyata kakak gue" ungkap Aldo


"What? Elu dan Mas Arsen adalah saudara kandung? Kok bisa?" Ruli semakin penasaran.


"Iya...Bokap dan Nyokap bercerai saat kami masih kecil, waktu itu gue masih 3 tahun, mana mungkin gue ingat wajah kakak gue, apalagi nyokap nggak pernah bilang kalau gue ini punya Abang" ungkap Aldo


"Terus gimana ceritanya Elu tahu kalau Mas Arsen adalah kakak Elu?" tanya Ruli semakin serius.


"Ya... semuanya terjadi begitu cepat, Mas Arsen mengetahui jika Nyokap gue adalah Nyokap dia juga saat sehari sebelum pernikahan mereka terjadi, disitu Mas Arsen menyadari jika gue dan Bu Vega saling mencintai, Mas Arsen datang ke rumah gue, untuk menggantikan posisinya bersanding dengan Bu Vega" ungkap Aldo sedikit bersedih.


"Mas Arsen lebih memilih merelakan Bu Vega menjadi istri gue, ketimbang dirinya harus melihat kami berdua yang saling tersakiti, dan akhirnya gue yang gantiin dia nikah" ungkap Aldo.


"Wah... hebat banget Mas Arsen, punya jiwa besar yang tulus, demi adeknya dia ngalah memberikan calon istrinya untuk menjadi istri adeknya sendiri, pasti Elu seneng banget kan?" sindir Ruli sambil menyikut Aldo.


"Ya... gimana ya! Dibilang seneng ya pastinya seneng banget lah, kita nikah dengan orang yang kita cintai, tapi ya itu, nggak enak juga sih sama Mas Arsen, meskipun dia sudah ikhlas merelakan Bu Vega untuk gue" ucap Aldo sambil menundukkan wajahnya.


"Elu musti bersyukur punya kakak seperti Mas Arsen, sumpah enak banget jadi Elu, masih sekolah tapi udah nikah njiiirr" seru Ruli


"Elu pikir setelah nikah bakal seneng-seneng doang, main timpuk-timpukan doang, kita nih kudu tanggung jawab lahir batin, ya mungkin sekarang gue belom bisa tanggung jawab secara lahir, Elu tahu sendiri kita belum lulus, tapi setidaknya gue udah tanggung jawab secara batin hehehe" jawab Aldo sembari terkekeh.


"Hah... pantesan aja dari kemarin minta video gituan, eh ternyata buat muasin Bu Vega" sindir Ruli.


"Hehe iya...gue butuh teori bro, Elu sih udah pinter main ranjang, lah gue masih perawan tingting, lihat dia telanjang aja gue cuma diem, bingung mau ngapain" jawab Aldo sambil garuk-garuk tengkuknya.


"Tapi sekarang keknya Elu udah bisa deh, buktinya tuh gila lehernya Bu Vega merah semua, Elu gigitnya kebanyakan bro" seru Ruli.

__ADS_1


"Trus gue musti gimana? Abis keenakan sih jadi nggak nyadar ajah udah sebanyak itu" ungkap Aldo


"Eh dodol kalau bisa jangan bikin stempel disitu, gampang dilihat orang, kamu bikin di tempat-tempat yang tersembunyi ajah, misal di daerah gunung nya tuh, enak kan kenyal-kenyal disana" seru Ruli sambil menunjuk dadanya.


Aldo seperti murid yang sedang memperhatikan pelajaran dari gurunya, tampaknya ia sangat serius melihat Ruli menerangkannya. Aldo manggut-manggut dan tersenyum sumringah.


"Ya...ya...ya...gue ngerti, busyet dah Elu master banget masalah ginian, udah berapa cewek yang Elu timpuk?" sahut Aldo


"Nggak banyak sih, cuma sepuluh" jawab Ruli santai.


"Assssemmmm...gila Lu, anak siapa aja yang Elu bikin jebol?" tanya Aldo menelisik.


"Ada Nova, Bella, Erika, Sarikem, Siti, Rohayati, Minten, Atun, Esmeralda dan satu lagi Rosalinda" jawab Ruli bangga.


"Wahh... hebat Elu, dari berbagai macam kalangan rupanya...hm...ya ya!" balas Aldo manggut-manggut.


"Satu lagi nih, gue punya target yang bikin otak gue mumet" ucap Ruli sembari berbisik


"Siapa?" tanya Aldo penasaran.


"Wahhh...si pemilik bola basket itu? Wahh bisa-bisa nggak bisa nafas Lu, ngap entar nafas Lu!" tutur Aldo yang nggak bisa bayangin gunung Riris yang super gede itu nimpuk Ruli.


"Hehehe... tantangan nih, gue belum pernah dapat yang ginian, kebanyakan dapatnya masih tepos, masih sebiji kemiri, mana gue puas, makanya gue putusin mereka, habis kecil banget" ungkap Ruli


"Astaga...Elu sarap banget dah, gue satu ajah udah kewalahan, sampai gempor nih pinggang, goyang melulu" ucap Aldo sambil memegang pinggangnya.


"Ah...Elu payah, gue kasih tahu, sebelum Elu main, Elu kudu minum nih obat, gue jamin pasti nggak bikin sakit pinggang, dan pastinya si Otong bakal on terus, gue yakin Bu Vega pasti klenger dah" ucap Ruli sembari memberikan sebuah pil kepada Aldo.


"Pil apaan nih? Pil KB bukan? Elu jangan sembarangan ngasih gue pil dong, entar kalau gue nggak bisa bikin anak, gimana? tanggung jawab Elu?" sahut Aldo sambil melihat pil yang di beri Ruli kepadanya.


"Astogeeee...jadi orang jangan bego-bego amat kenapa, tuh baca gunanya untuk apa?" seru Ruli sambil menunjukkan komposisi dan dosisnya.


Aldo terlihat serius membacanya, dan setelah membacanya Aldo tampak senyum-senyum sendiri.


"Oh...gitu, boleh dicoba nih!" sahut Aldo sambil tertawa dan diiringi tawa dari Ruli.


Tiba-tiba saja seseorang memanggil mereka berdua.

__ADS_1


"Aldo! Ruli! Sedang apa kalian disini?" seru Bima yang mendadak berada di dekat mereka. Aldo segera menyembunyikan pil itu di balik badannya.


"Pak Bima!" Aldo dan Ruli begitu terkejut melihat kedatangan guru biologi mereka.


Bima menghampiri Aldo dan Ruli yang tampak menyembunyikan sesuatu di balik tangan mereka di belakang punggungnya.


"Apa itu?" Tanya Bima sambil melototkan matanya.


"Waduh... jangan gitu dong pak, kita takut nih, matanya gitu amat, entar copot loh" ucap Ruli


"Diam...berikan! Apa yang kau sembunyikan di balik tanganmu, cepat berikan!" Bima terus memaksa.


"Bukan apa-apa pak, ini cuma vitamin" jawab Aldo ngeles.


"Kalian jangan bohongi bapak ya, apa itu? Itu pasti narkoba? Cepat berikan, kalau tidak diberikan, Bapak laporkan kalian kepada kepala sekolah" Bima mengancam Aldo dan Ruli. Dan terpaksa Aldo memberikan pil itu kepada Bima.


"Ini bukan narkoba pak, ini cuma vitamin A" seru Aldo Sambil memberikan pil itu kepada Bima


"Vitamin A apa maksudmu?"


"Vitamin Ajeb-ajeb maksudnya!" Jawab Aldo lirih.


BERSAMBUNG


๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ


*


*


*


*


Yuhuuu... promosi lagi nih bestie, mampir yuk ke karya punya kak Age Nairie yang berjudul KAMUFLASE CINTA SANG CEO... tunggu apa lagi CAPCUSS ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ


__ADS_1


__ADS_2