
Setelah beberapa menit, akhirnya Aldo dan Vega sudah tiba di supermarket, mereka berdua turun dan segera masuk kedalam untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari.
Aldo dengan setia mendampingi istrinya dengan mendorong troli belanja, sedangkan sang istri yang memasukkan daftar belanjaan ke dalam troli, namun tiba-tiba saja Aldo bertemu dengan beberapa cewek yang ternyata adik kelasnya, tentu saja cewek-cewek itu belum mengetahui jika Aldo adalah suami Vega, guru Fisika mereka.
Waktu itu Aldo tampak melihat sebuah daftar makanan yang tidak membuatnya eneg, yaitu beberapa Snack dan permen, sedangkan Vega tengah memilih beberapa ikan dan sayuran segar sebelum masuk ke dalam troli.
"Hei... bukannya itu Kak Aldo!" seru seorang siswi cewek bernama Sisil itu.
"Eh iya bener loh, kita samperin yuk!" sahut Erika, sementara Febiola ikut senang melihat Aldo yang terlihat sedang berbelanja tersebut.
Aldo dan Vega hanya dibatasi oleh rak berisi makanan kecil dan Snack. Pesona seorang Aldo memang membuat para gadis ABG pada klepek-klepek, tampan, cool, tubuh tinggi sempurna, jago basket, dan juga ramah.
Gadis mana yang tidak terpesona oleh ketampanan Aldo, meskipun dirinya sendiri terkenal somplak, namun Label somplak itu hilang begitu saja saat para gadis itu memuji ketampanan suami brondongnnya Vega itu.
Mereka bertiga menghampiri Aldo dan menyapanya.
"Hai kak Aldo!"
Aldo sontak menoleh ke arah cewek-cewek ABG yang tengah menghampirinya itu.
"Hai... kalian kok disini?" jawab Aldo yang terkejut melihat kedatangan ketiga cewek adik kelasnya itu.
"Kebetulan banget kak, kita ketemu di sini, kakak sendiri kok sendirian aja, lagi belanja ya?" ucap Sisil sembari melihat belanjaan Aldo yang ada di dalam troli.
"Hehehe... nggak aku nggak sendirian" Jawab Aldo
Tiba-tiba saja Erika melihat daftar belanjaan Aldo yang berada di dalam troli, dahinya berkerut saat melihat beberapa susu hamil merek terkenal yang sudah masuk kedalam troli belanja yang di bawa oleh Aldo.
"Kakak! Buat apa beli susu hamil itu? Emangnya siapa yang hamil?" tanya Erika kepada Aldo.
"Bu Vega yang hamil!" jawabnya santai.
"Apa? Bu Vega hamil? Terus kenapa kakak yang bawain belanjaannya? Kak Aldo saudaranya Bu Vega?"
"Iya nih kak! Sampai segitunya kakak bawain daftar belanjaan Bu Vega! Bukannya Bu Vega sudah punya suami ya? Seharusnya suaminya yang bawain, bukan kamu kak"
"Sudahlah kak! Ayo ikut kami aja, kita ajak makan siang, kita seneng banget loh bisa ketemu kakak disini, bener nggak gengs" seru Febiola sambil menarik tangan Aldo dan membawanya pergi.
Sementara Aldo berusaha menolaknya, namun ketiga gadis itu tetap memaksanya.
__ADS_1
"Eh...eh... tunggu dulu ya, kalian jangan maksa orang sembarangan dong" elak Aldo sembari melepaskan tangannya dari ketiga cewek ABG itu.
"Ayolah kak Aldo! Kami ngefans banget sama kakak, daripada kak Aldo capek-capek bawain belanjaannya Bu Vega, lebih baik ikut kita makan aja yuk kak, kita yang bayarin" seru Sisil yang terus memaksa dan menarik tangan Aldo.
Tiba-tiba saja terdengar suara deheman seseorang yang menengahi mereka berempat.
"Ehem...ehem"
"Bu Vega!"
Ketiga gadis itu terkejut melihat kedatangan Vega yang tiba-tiba berada di belakang mereka, begitu pun dengan Aldo yang sangat terkejut saat melihat kedatangan istrinya.
"Kalian mau kemana?" Vega berucap sembari menyilangkan kedua tangannya.
"Eh...Bu Vega! Selamat siang Bu! Ini kami mau mengajak kak Aldo untuk pergi makan siang, kebetulan kami bertemu kak Aldo disini, jadi apa salahnya kami bertiga mengajak idola kami" ucap Erika
"Lagipula Bu Vega kok tega banget sih, ngebiarin kak Aldo bawain belanjaannya Bu Vega? Jangan gitu dong Bu, iya kami tahu jika Bu Vega adalah guru kami, tapi ya apa sampai segitunya Bu Vega nyuruh muridnya untuk bawain barang belanjaan segala, harusnya kan suami Bu Vega yang ikut belanja, bukan kak Aldo...tuh kan Kak Aldo jadi berkeringat" celetuk Sisil sembari mengelap keringat yang keluar pada dahi Aldo.
"Eh...eh...nggak usah nggak usah di lap segala, aku bisa ngelap sendiri" Aldo menolak saat Sisil mencoba mengusap dahi Aldo dengan keringat.
Aldo terlihat gugup sekali melihat ekspresi Vega yang tampak menahan sesuatu. Hingga keluarlah keringat dingin dari wajah tampannya.
"Asseeeemmm, kenapa cewek-cewek ini pake datang segala sih, mana pake tarik-tarik tangan segala lagi" gumamnya sembari melihat kearah Vega yang terlihat serius menatapnya.
"Ya ampun kak Aldo! Kalau bercanda nggak lucu banget tahu nggak, kita nggak bakalan percaya dengan ucapan kakak! Pasti kakak sedang menghindari kami iya kan?" sahut Febiola
"Terserah kalian mau percaya atau tidak, yang jelas aku kesini untuk menemani istriku berbelanja" ucap Aldo sembari merangkul pundak Vega dan mengatakan jika Vega adalah istrinya.
Sontak apa yang dilakukan Aldo terhadap Vega membuat ketiga ABG itu melototkan matanya, mereka tak habis pikir ternyata cowok terkeren di sekolah mereka itu ternyata sudah menjadi milik guru mereka sendiri.
"What? It's Impossible"
"Nggak-nggak mungkin, ini pasti cuma bercanda"
"Wah...kak Aldo jangan bercanda dong, kita serius nih"
Ucap ketiga gadis itu yang tampak terkejut dan tidak percaya saat Aldo merangkul Vega dengan mesra.
"Oke, kalau kalian tidak percaya, Bu Vega adalah istriku dan ini buktinya"
__ADS_1
"Mmpptt"
Aldo mencium bibir Vega dengan mesra, sehingga membuat ketiga siswi itu terperangah tak percaya, Aldo yang mereka idolakan ternyata sudah menikah dengan guru fisika mereka.
"No no no, kenapa jadi gelap gini sih" seru Sisil yang tiba-tiba merasa ingin pingsan.
"Eh..eh..Sisil! Jangan pingsan dong" sahut Febiola sembari menahan tubuh Sisil agar tidak terjatuh, sementara itu Erika pun ikut lemas tak berdaya melihat kenyataan jika cowok yang di idolakan nya ternyata sudah beristri.
Aldo dan Vega terkejut saat melihat ketiga gadis itu lemas.
"Loh.... apa yang terjadi pada mereka? Aldo cepat bantuin gih!" Vega berucap kepada Aldo yang hanya diam saja melihat ketiga ABG itu lemas setelah melihat dirinya mencium bibir Vega.
"Ah...biarin ajah, toh ada satpam yang akan menolong mereka, ayo kita pergi" jawab Aldo yang cuek melihat ketiga gadis itu.
Kemudian Aldo dan Vega segera pergi dari tempat itu.
"Aldo! Kamu kok tega banget sama mereka" seru Vega
"Mereka juga tega banget membuat istriku cemburu, aku tahu kamu tidak suka kan jika mereka mendekatiku, jadi buat apa aku harus menolong mereka, sekali-kali kita kejam dikit agar pasangan tidak cemburu" ucapnya santai.
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥🔥
*
*
*
*
Hai hai sambil menunggu author update lagi yuk mampir dulu ke karya punya teman othor yang kece yaitu Neng syantik yang berjudul PESONA JANDA ANAK DUA, yuk kepoin segera 🥰👇
Zivanya, Janda muda beranak dua. Yang menjadi idaman setiap kaum Adam. Dari kalangan Berondong, Duda, bahkan sampai suami orang.
Wajah cantik, juga penampilan sexy dan menggodanya itu, kerap kali mengundang bencana dalam rumah tangga orang lain. Meski begitu, ia sama sekali tidak pernah berniat untuk menggoda pria. Hanya saja, sikap ramahnya dan murah senyum, membuat banyak pria terpesona dan membuat para istri dari pria yang sudah menikah itu memandang rendah dan benci padanya.
Awalnya, Zivanya tidak pernah ambil pusing dengan semua hinaan dan cacian para ibu-ibu yang ada di lingkungannya. Tapi semua itu berubah, setelah ia dan tunangannya putus. Tunangannya memutuskan hubungan dengan alasan yang tidak jelas, tunangannya mengatakan bahwa, ia adalah Janda genit dan juga sering menggoda pria. Dari situlah Zivanya berubah, ia benar-benar merubah hidupnya. Hinaan dan juga tuduhan yang di lontarkan padanya, benar-bebar ia wujudkan dan lalukan.
__ADS_1
Bagaimana kisahnya? (Pesona Janda Anak Dua)