Bu Guru AKU PADAMU

Bu Guru AKU PADAMU
Fitnah


__ADS_3

"Pak Bima! Sebaiknya Anda tidak perlu bicara lagi, apa yang sudah Anda tuduhkan itu sangatlah tidak masuk akal"


"Tidak masuk akal? Semua sudah jelas Bu Vega! Jika sudah terbongkar sebaiknya Anda mengaku saja, jika murid Anda yang bernama Aldo itu adalah kekasih Anda, benar bukan?"


Ocha yang sedari tadi sudah geram dengan sikap Bima yang merasa sok detektif, tiba-tiba saja Ocha masuk ke dalam ruangan kepala sekolah.


"Maaf pak kepala sekolah, saya rasa saya harus meluruskan tentang pernyataan pak Bima, yang menurut saya beliau sudah memfitnah kakak saya dan Aldo" ucapan Ocha membuat Bima terkekeh.


"Hei! Tau apa kamu tentang mereka? Jangan sok jadi pahlawan kamu, ini bukan fitnah, aku sudah mendapatkan bukti jika kedua orang ini, sudah melanggar aturan sekolah dan juga sudah melakukan perbuatan-perbuatan mesum" Bima memandang sinis Ocha yang berusaha membela Vega dan Aldo.


"Ocha!" Vega mencoba menenangkan adiknya yang rupanya tersulut emosi melihat ulah Bima.


"Saya Ocha Juliana bersaksi jika Aldo dan kakak saya bukanlah pasangan seperti yang dituduhkan oleh pak Bima" Ocha berusaha terus untuk membela Vega dan Aldo.


"Ocha apa maksudmu?" tanya Kepala sekolah


"Pak kepala sekolah, mungkin sudah seharusnya semua orang tahu tentang hubungan Aldo dan kakak saya, Bu Vega" seru Ocha yang terpaksa harus mengatakan hal yang sebenarnya, jika tidak Bima akan semakin memfitnah Aldo dan Vega.


"Katakan yang sebenarnya! Apa yang kamu ketahui tentang Aldo dan Bu Vega?" tanya Kepala sekolah penasaran.


"Ya... tentunya mereka adalah pasangan kumpul kebo pak!" tiba-tiba saja Bima menyela pembicaraan kepala sekolah, sehingga membuat kepala sekolah kesal dengan sikap Bima.


"Saya harap Anda diam dulu pak Bima! Saya sedang berbicara dengan Ocha" Bima terdiam mendengar perintah kepala sekolah kepadanya.


"Aldo dan Bu Vega memang pasangan yang tengah memadu kasih, dan memang benar kakak saya sedang hamil, tapi bukan pasangan yang seperti dituduhkan oleh pak Bima, karena Aldo dan kakak saya sudah resmi menikah, mereka adalah pasangan suami istri yang sah"


Lantas Ocha menceritakan semua awal kejadian Aldo yang menikahi gurunya sendiri, kepala sekolah sepertinya mulai mengerti maksud Ocha, ternyata Aldo memang sengaja disuruh sang kakak untuk menggantikannya menikah.


Seperti sebuah Sambaran petir yang tepat mengenai kepala gundul Bima, pernyataan Ocha membuatnya mati kutu, Bima mulai berkeringat dingin, wajahnya sudah mulai pucat.


"Begitu lah pak ceritanya, jadi... apa yang dituduhkan oleh pak Bima itu adalah fitnah" seru Ocha mengakhiri kesaksiannya.

__ADS_1


"Maafkan Ocha Kak! Ocha terpaksa mengatakan hal ini, Ocha tidak mau melihat Aldo dan Kakak di fitnah terus oleh orang yang sok tahu, sok benar dan sok detektif" ucap Ocha sembari menatap wajah Bima. Kemudian kepala sekolah menghampiri Vega dan Aldo.


"Saya minta maaf kepada Bu Vega dan juga Aldo, saya sebagai kepala sekolah tentunya ingin meluruskan apa yang sudah pak Bima tuduhkan kepada kalian, sekarang semuanya sudah jelas, meskipun saya tidak membenarkan Aldo yang harus menikah saat berstatus sebagai siswa, setidaknya Aldo adalah laki-laki yang bertanggung jawab, selamat untuk pernikahan kalian berdua" ucap kepala sekolah


Aldo dan Vega tampak bahagia, akhirnya rahasia mereka sudah tidak menjadi masalah lagi, setidaknya kepala sekolah sudah mengetahui kebenarannya.


"Terima kasih banyak pak kepala sekolah, kami juga minta maaf jika kami sudah menyembunyikan hubungan kami, sehingga menimbulkan fitnah besar seperti ini" balas Vega sembari tersenyum.


Dan tiba-tiba saja Bima menghampiri Aldo dan Vega dengan wajah penyesalan.


"Bu Vega! Aldo! Saya minta maaf jika sudah membuat kalian malu, saya benar-benar bodoh, saya tidak tahu jika kalian berdua adalah pasangan suami istri, maafkanlah saya!" ucap Bima tertunduk di hadapan mereka berdua.


"Makanya pak Bima! Kalau ada apa-apa bapak berpikir jauh dulu, jangan asal menuduh, kalau seperti ini, siapa yang malu? Anda sendiri bukan?" tukas kepala sekolah.


"I_iya Pak, saya menyesal!" jawab Bima


"Sudahlah pak Bima! Semuanya sudah jelas, jadi bapak tidak perlu lagi curiga kepada kami, saya juga minta maaf jika saya sudah sangat emosional, membuat pak Bima terluka seperti itu, saya minta maaf pak, jika bapak berkenan memberikan saya hukuman, saya siap menerimanya!" seru Aldo kepada Bima.


Bima sangat malu sekali di hadapan Aldo dan Vega, kemudian setelah Bima meminta maaf kepada Aldo dan Vega, Ia lantas pergi meninggalkan ruangan kepala sekolah.


"Huuuuuu"


Terdengar suara siswa-siswi yang menyoraki Bima dari luar ruangan, Bima tertunduk dan Ia memutuskan untuk pulang ke rumah, sementara itu Riris yang mengekor di belakang Bima, agaknya Ruli menarik tangannya dan menghentikan langkahnya untuk mengikuti Bima pulang.


"Elu ikut gue saja, hari ini gue akan memperkenalkan Elu dengan kedua orang tua gue dan juga kakak gue, Diego"


Hari ini Diego sudah kembali ke Indonesia, Ruli hendak memperkenalkan Riris kepada keluarganya, karena Ruli berniat untuk menikahi Riris seusai kelulusan nanti.


"Ta_tapi Rul! Gue takut" jawab Riris khawatir


"Untuk apa Elu takut! Gue yakin bokap dan Nyokap pasti setuju" seru Ruli mencoba meyakinkan Riris.

__ADS_1


Riris tidak bisa berkata apa-apa, dirinya siap atau tidak siap harus bertemu kembali dengan Diego, mantan partner ranjangnya.


Sementara itu akhirnya Aldo dan Vega bisa tersenyum lega, berita besar tentang pernikahan Aldo dan Vega cepat sekali menyebar, seluruh warga sekolah sudah mengetahuinya.


"Jadi...Aldo sama Bu Vega sudah menikah?"


"Hmm... pantesan Aldo tuh kayak nurut gitu sama Bu Vega"


"Ih nggak bisa bayangin, Aldo yang somplak menikah dengan Bu Vega! Pasti Bu Vega kewalahan tuh"


"Bener-bener tuh, Aldo tuh anaknya nggak bisa diem, ada aja yang di jailin, gimana saat bersama Bu Vega, gue yakin Bu Vega nggak pernah tidur kalau malam"


Bisik-bisik beberapa siswa yang melihat Aldo dan Vega berjalan keluar dari ruangan kepala sekolah.


"Ocha! Kakak berterima kasih sekali kepadamu, kamu sudah nyelametin kakak dari tuduhan itu" seru Vega kepada Ocha


"Iya Cha! Gue juga sangat berterima kasih kepada Elu, Elu sudah bikin pak Bima jera!" sambung Aldo


"Hehehe iya...eh ngomong-ngomong Elu apain tuh muka pak Bima, sampai kayak gitu, sumpah ya gue sebenernya pingin ketawa pas lihat mukanya tuh, ya ampun kayak di cium tawon tuh mulut" Ocha terlihat tertawa kecil mengingat dirinya saat berhadapan dengan Bima yang mukanya sudah tidak karuan.


"Ya...gue gitu loh ya kan! Gue emang kalem tapi kalau harga diri gue di injak pasti gue hajar habis-habisan, benar nggak sayang" Aldo melirik ke arah Vega yang tampak memijit pelipisnya.


"Kalem? Hmm iya iya kalem kalau lagi tidur doang" jawabnya sambil memutar bola matanya.


"Hehehe...kalau kamu yang bikin aku bangun, ya pasti aku nggak bisa kalem" balas Sembari merremas pantat Vega gemas.


"Hiiii Aldo apa-apaan sih" Vega menepis tangan Aldo yang sudah nakal merremas pantatnya.


Tampak Ocha tertawa melihat tingkah somplak Aldo kepada Vega


BERSAMBUNG

__ADS_1


🔥🔥🔥🔥🔥


__ADS_2