
Akhirnya rahasia pernikahan Aldo dan Vega pun sudah bukan menjadi suatu hal yang harus disembunyikan lagi, hari itu keduanya pulang bersama dalam keadaan bahagia, sementara Riris pulang bersama Ruli. Hari ini Ruli akan memperkenalkan Riris kepada kedua orang tuanya.
Sementara itu di sebuah rumah mewah berdesain modern itu, tampak seorang laki-laki yang sedang bermain dengan anjing jenis Bulldog, pria tampan dengan postur tinggi tegap, dan memiliki tato pada lengannya itu, terlihat begitu menikmati kebersamaannya dengan anjing lucu itu.
Hingga akhirnya dua netranya melihat sepeda motor Ruli berhenti di depan pagar, kemudian pagar itu terbuka secara otomatis dengan menggunakan sensor.
Motor sport itu masuk ke dalam halaman rumah mewah dengan desain yang begitu cantik itu, tampak seorang gadis yang ikut turun dari motor sport Ruli berwarna hitam itu.
Sejenak pria berambut pirang itu memperhatikan sosok gadis yang baru saja turun dari motor adiknya. Riris tampak masih menggunakan helmnya, sehingga membuat pria itu tidak bisa melihat wajah asli Riris.
Ruli melepaskan helmnya, kemudian matanya tertuju pada seorang cowok yang berada di depan rumah sedang bermain dengan anjing kesayangannya.
"Hai Mas Diego!" seru Ruli sembari beranjak menghampiri Diego yang terlihat bahagia melihat adik kandungnya telah tiba.
"Hai Ruli adikku! Peluklah mas" ucap Diego yang menyambut bahagia kedatangan Ruli, adik satu-satunya itu.
Keduanya berpelukan saling mencurahkan rasa rindu, setelah 3 tahun mereka tidak berjumpa, terakhir Ruli bertemu dengan Diego saat Ruli masih kelas 3 SMP.
"Adikku! Apa kabar kamu? Hei kamu sekarang tambah keren aja!" seru Diego yang melihat penampilan Ruli yang semakin menawan, dengan menepuk pundak sang adik.
"Iya dong mas, siapa dulu dong!" Ruli tersenyum bangga, sejenak Diego berhenti memuji adiknya, pandangannya tertuju pada sosok gadis yang Ruli ajak, gadis itu tampak melepaskan helmnya. Diego memperhatikan postur tubuh sang gadis yang seolah dirinya begitu sangat mengenalinya.
"Dia seperti gadis itu, bentuk tubuhnya sama" gumam Diego sembari mengingat Seorang gadis yang pernah dekat dengannya.
Kemudian Riris mulai melepaskan helm nya, tampaklah dengan jelas wajah gadis yang pernah Diego kenal dengan baik itu.
"Riris!" Diego menyebut nama Riris dengan lugas, Ruli terkejut dan menatap wajah sang kakak.
"Kamu kenal dia mas?" tanya Ruli penasaran.
Riris segera menoleh ke arah Diego yang telah memanggil namanya.
"Astaga! Diego? Oo...shiiit, kenapa gue harus ketemu dia lagi" gumam Riris dengan ekspresi gugup.
Diego menatap wajah adiknya dan berkata.
"Kalian berdua teman sekolah?" tanya Diego sembari menatap tajam ke arah Riris dengan tatapan aneh.
"Iya! Aku dan Riris berteman, bahkan kami lebih dari sekedar teman, dia pacarku!" jawab Ruli bangga sembari merangkul Riris untuk berjalan menghampiri kakaknya.
Diego tampak menatap mata Riris tajam, ada sesuatu yang ingin terucap tapi ia harus menahannya.
__ADS_1
"Ternyata kamu ada disini, burung kecilku...hmm aku akan menangkapmu kembali" gumam Diego sembari memicingkan matanya.
Riris terlihat tidak mau menatap mata Diego, yang pastinya tatapan mata itu, membuat Riris takut dan trauma, bagaimana sosok yang kini berada di depannya, pernah memperlakukannya dengan buruk.
Ruli dengan bangganya memperkenalkan Riris kepada sang kakak. Dan setelah itu Ruli akan mengajaknya masuk ke dalam rumah dan mempertemukan Riris dengan kedua orang tuanya.
"Ris! Ini kakakku, Mas Diego"
Riris hanya berucap sedikit saja dan tersenyum paksa.
"Riris" ucapnya sangat pelan, kemudian Diego membalasnya dengan anggukan.
"Diego! Diego Dharmawangsa, pasti kamu sudah sangat mengenalku bukan?" seru Diego yang tiba-tiba membuat Ruli lebih terkejut lagi.
"Apa maksudmu Mas? Kamu dan Riris sudah saling mengenal?" tanyanya menelisik kepada Diego.
Diego tersenyum tipis sembari mengusap lembut kepala anjing bulldog nya.
"Ya...aku dan dia sudah saling mengenal baik saat di luar negeri, kami adalah teman..."
"Teman biasa, iya teman biasa" sahut Riris yang sudah mengerti kemana arah pembicaraan Diego.
"Kalian berdua pacaran? Wah selamat ya! Aku ikut senang" ucap Diego.
Ruli belum mengetahui kabar tentang hubungan sang kakak dengan wanita nya. Ruli menatap wajah Riris dan bertanya.
"Apa benar apa yang dikatakan oleh Mas Diego itu benar, Elu sudah mengenal Mas Diego sebelumnya?" pertanyaan yang sebenarnya tidak ingin dijawab oleh Riris, menemui lagi laki-laki brengsek yang pernah membuatnya trauma itu.
"Iya, saat kami masih berada di luar negeri, kami saling mengenal sampai sekarang, gue nggak tahu kalau dia itu saudaramu" jawab Riris.
Ruli tampak mengerutkan dahinya, Ia tak menyangka, jika sang kakak masih ternyata sudah mengenal Riris. Ruli tetap tersenyum, meskipun terlihat ekspresi wajah gadis nya sedikit cemberut sampai sekarang.
"Baiklah! Ayo kita masuk!" seru Ruli segera kepada Riris untuk masuk ke dalam rumah mewah itu. Riris berjalan mengekor di belakang Ruli yang terus menggandeng mesra tangan nya agar tidak bisa terlepas dari genggaman tangan Ruli. Diego juga mengikuti keduanya masuk ke dalam rumah.
Ruli mendapati keadaan rumah yang terlihat sepi. Kemudian bertanya kepada sang kakak dimana papa Frans dan Mama Lidya pergi.
"Papa dan mama kemana Mas, kok sepi?" tanya Ruli yang matanya tampak berotasi ke kanan dan ke kiri, seolah dirinya sedang mencari sesuatu.
"Mereka berdua ada di kamarnya!" jawab Diego sambil duduk di sofa dengan santai.
Ruli mencoba memanggil Frans dan Lidya yang berada di dalam kamar mereka.
__ADS_1
"Eh... sebentar ya, gue panggil Mama dan Papa dulu, Elu tunggu disini oke!" ucap Ruli sembari mengusap pipi Riris.
"Jangan lama-lama, Gue takut!" ucapan Riris membuatnya terkekeh. Ruli mengusap lembut pipi sang pacar.
"Untuk apa kamu takut! Kamu tunggu disini sebentar lagi Papa dan Mama pasti akan menyetujui hubungan kita" Ruli tersenyum sambil mengecup kening Riris sekilas.
Pemandangan itu terlihat sempurna di mata Diego yang merasa dirinya tidak menyukai akan peristiwa itu, membuat Diego membuang wajahnya.
Setelah Ruli mencium kening Riris, kemudian ia segera beranjak untuk pergi memanggil Frans dan Lidya, ayah dan ibu Ruli.
Dan akhirnya sekarang tinggal Diego dan Riris berdua dalam ruangan itu. Diego mulai menghampiri Riris, gadis yang sangat ia rindukan.
Diego melingkarkan tangannya pada pinggang Riris, spontan Riris menepis tangan Diego dan menjauhinya.
"Jangan kurang ajar kamu!" seru Riris serius
Diego hanya menarik sudut bibirnya dan berkata.
"Apa kamu tidak merindukan kebersamaan kita? Hmm?" ucap Diego dengan suara yang hampir menghilang, benar-benar Diego menatap nanar pada gadis yang sedang mengandung anak Ruli saat ini.
"Pergi menjauh dariku Diego, hubungan kita sudah berakhir, lupakan semuanya tentang kita, karena aku sudah melupakannya" seru Riris serius.
Diego terkekeh dan berbicara begitu pelan di telinga Riris.
"Tapi aku tidak bisa melupakannya, tubuhmu begitu indah sayang" Diego tersenyum senang
Tiba-tiba saja Riris mengatakan sesuatu yang membuat Diego berhenti tersenyum.
"Apa kamu masih mau bercinta dengan wanita yang sedang mengandung anak adikmu sendiri?"
"Deg"
"Apa? Kamu hamil?"
Diego langsung terduduk di kursi dan mendengus kesal.
"Ini tidak mungkin" sesalnya
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
__ADS_1