
Hari-hari pun berlalu, Minggu demi Minggu, bulan demi bulan, tak terasa usia kandungan Vega sudah mencapai 9 bulan, usia kandungan yang sudah siap untuk melahirkan bayi mereka.
Hari itu perut Vega terasa mulas-mulas dan sakit, Aldo membawanya ke dokter, dan ternyata Vega sudah waktunya untuk melahirkan, terlihat dari air ketuban yang sudah keluar, Aldo tampak panik, Dirinya benar-benar tidak tega melihat istrinya kesakitan, sementara Nancy ikut menyemangati sang menantu agar kuat menjalani persalinan.
"Aduuhhh ... perutku!" Vega merintih kesakitan sembari memegangi perutnya yang membesar itu, sedangkan Aldo tampak mengusap wajah sang istri dan mencoba memberi semangat meskipun dirinya sangat tidak tega melihatnya seperti itu.
"Sayang! Kamu yang kuat ya, ini demi baby kita, Aku tidak tega melihatmu seperti ini, kalau saja aku tahu kamu sesakit ini, Aku nggak bakalan bikin anak," ucap Aldo yang tidak disadari Nancy mendengarnya.
"Heleh ... dasar bocah semprul," ucapnya sembari menyikut tangan Aldo.
"Apa sih Ma! Mama nggak kasihan apa lihat istri Aldo nih, dia kesakitan, ini semua salah Aldo Ma! Aldo sudah membuat istri Aldo seperti ini," ucapnya sembari terisak.
Tiba-tiba saja Vega merasakan ingin mengejan dan ingin rasanya buang air, kemudian dokter menyarankan Vega untuk mengambil nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya.
Vega memegang erat tangan Aldo, mencengkram nya kuat-kuat, sementara Aldo dengan mata telanjang melihat jalan lahir bayinya yang terpampang nyata di hadapannya.
__ADS_1
Aldo melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana kepala bayi itu mulai menyembul keluar dari jalan lahirnya, membuat Aldo membuka mulutnya tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Haaaaa ... kok bisa gitu," ucapnya dengan nada melemah, hingga akhirnya bayi kecil itu keluar dari rahim Vega, tubuh Aldo melemas saat bayi itu keluar dari sarangnya.
Aldo terjatuh dan pingsan.
"Loh ... loh Aldo! Aldo! Kok malah pingsan sih," Nancy terlihat panik, antara senang dan susah, Ia senang akhirnya sang cucu lahir ke dunia, dan susahnya si Aldo pingsan saat bayinya keluar lewat jalan lahirnya.
Aldo tampak dipapah oleh perawat dan di letakkan pada ranjang sebelah Vega, sementara Dokter tengah menangani ibu dan bayi yang baru saja lahir.
Bayi laki-laki yang tampan, telah lahir dengan selamat, Nancy begitu bahagia melihat kelahiran cucu pertamanya itu, sementara Vega terlihat lemas melahirkan bayi yang besar itu, bayi Aldo tergolong bayi yang cukup besar dengan berat badan 4 kg lebih.
Setelah beberapa saat Aldo terbangun dari pingsannya, Ia membuka matanya dan menatap langit-langit kamar rumah sakit, perlahan Ia bangun dan melihat sekeliling, dan tiba-tiba saja matanya dikejutkan dengan sang Mama yang sedang menggendong seorang bayi dalam pelukannya.
Nancy datang menghampiri Aldo dan memberikan bayi itu padanya.
__ADS_1
"Ini anakmu Do! Dia tampan sekali!" seru Nancy sembari memberikan bayi lucu itu kepadanya.
Aldo menerimanya, Dia gendong bayi itu, Dia tatap wajah mungil anaknya, Dia tidak menyangka bisa menjadi seorang Ayah diusianya yang masih 19 tahun, usia yang masih sangatlah muda. Kini Aldo Junior telah lahir ke dunia.
"Dia tampan sekali, seperti diriku, ya pastilah Dia tampan ... orang setiap hari Gue jenguk, udah apal dia sama bapaknya hehehe ... iya kan sayang!" ucapnya sembari mencium kening bayinya.
"Haaahh dasar Aldo!" Nancy tampak menggelengkan kepalanya.
*
*
*
*
__ADS_1
...HAI SAYANG MAKASIH UDAH PANTAU KISAH ALDO DAN VEGA , MOHON MAAF JIKA ADA BAB ATAU ADEGAN YANG KURANG BERKENAN, KEMBALI LAGI AUTHOR JUGA MANUSIA BIASA, PASTI ADA KEKURANGAN DAN KELEBIHAN NYA, AMBIL POSITIFNYA BUANG NEGATIF NYA ... KARYA INI UDAH TAMAT YA... NEXT TUNGGU NOVEL BERIKUTNYA ❤️❤️❤️❤️...
...TERIMA KASIH ATAS DUKUNGAN KALIAN SEMUA 😘😘😘...