Bu Guru AKU PADAMU

Bu Guru AKU PADAMU
Tukar nomor HP


__ADS_3

"Waduh...gawat nih, mudah-mudahan Bu Vega nggak lihat chattingan gue sama Aldo, malu banget cuuuk." gumam Ruli yang sembari melihat Vega yang tengah memeriksa ponselnya.


Sementara di luar kelas, setelah melihat tayangan yang membuat si Otong nya terbangun, lantas Aldo membalas chat dari Ruli.


"Eh...Ada lagi nggak? Masa cuma satu sih, ah pelit Lu"


Send.... centang biru.


Aldo menunggu jawaban dari Ruli, namun sayang Aldo tidak mendapatkan balasan dari Ruli sampai beberapa menit.


"Eh...nggak Lu balas sih dodol? Mana cepetan buruan, yang banyak ngirimnya!"


Send.... centang biru.


Aldo melihat chat nya tidak dibalas oleh Ruli, padahal pesannya sudah sukses terkirim, Aldo tidak tahu jika ponsel Ruli sudah disita oleh Vega.


Vega melihat pesan Aldo dan hanya bisa menghela nafasnya.


"Eh... kenapa nih anak nggak balesin gue, awas aja Lu" gumam Aldo yang merasa Ruli tidak mau membalasnya. Kemudian Aldo mencoba mengintip Ruli dari arah pintu.


Sembari celingukan Aldo memberi kode kepada Ruli yang duduk di bangkunya.


"Sssttt... Sssttt!"


Tampaknya Ruli menyadari jika Aldo tengah memberi kode kepadanya. Dengan waspada Ruli membalas kode Aldo dengan melambaikan tangannya.


Tiba-tiba saja Vega melihat Aldo dan Ruli yang tampak berkomunikasi dengan bahasa isyarat, kemudian Vega berdiri dan berjalan menuju Aldo yang masih memberi kode kepada Ruli.


"Ehm...ehm.." Vega berdehem sembari menghampiri suami brondongnnya itu.


Aldo yang menyadari jika Vega sedang menghampirinya lantas pura-pura.


"Eh...Bu Vega, hehehe...ada apa Bu? Apa saya sudah boleh masuk kelas?" seru Aldo basa basi.


"Ngapain kamu disitu?" tanya Vega


"Hah...nggak, nggak ngapa-ngapain, itu... anu... saya cuma ingin bicara sama Ruli!" ucap Aldo sambil garuk-garuk kepalanya.


"Ada perlu apa kamu sama Ruli?" tanya Vega menelisik, meskipun Vega sebenarnya sudah tahu apa yang akan Aldo tanyakan kepada Ruli, namun Vega tetap pura-pura tidak tahu.


"Tidak, tidak ada... cuma Aldo tadi kirim pesan sama Ruli, tapi kenapa belum di jawab juga sama tuh si dodol, hehehe" jawab Aldo sembari cengar-cengir.


Kemudian Vega menunjukkan ponsel Ruli yang sudah ia sita tadi.


"HP nya Ruli aku sita!" ucap Vega sembari menunjukkan Ponsel Ruli yang kini berada di tangan Vega.

__ADS_1


Aldo tampak terkesiap melihat HP Ruli berada di tangan istrinya.


"Asseeeemmm...kok bisa sih HP nya Ruli ke sita, aduhhh... Jangan-jangan dia lihat nih chattingan gue sama Ruli" gumam Aldo sambil memutar bola matanya, kelihatan sekali Aldo sangat gugup.


"Bu...Bu...Vega lihat chattingan kami?" tanya Aldo penasaran.


"Terus kalau aku tahu, kamu mau apa?" jawab Vega balik tanya.


"Ya...di praktekin...hehe" jawab Aldo sembari garuk-garuk tengkuknya.


Vega tampak memijit pelipisnya, kepalanya sudah terasa pusing sebelum membayangkan keganasan Aldo saat mempraktekkan tutorial membuat adik bayi yang baik dan benar itu.


"Bu Vega kenapa? Pusing ya?" ucap Aldo yang khawatir melihat Vega.


"Harus banget ya di praktekin?" tanya Vega sekali lagi.


"Iya dong...banyak gaya yang belum kita coba, kemarin-kemarin masih gaya original, sekarang aku mau gaya kodok ngorek, gaya ngebor, gaya goyang patah-patah, gaya goyang itik, gaya goyang gergaji, gaya goyang ngecor, apalagi satunya itu....emm...oh iya gaya 69" ucapan Aldo membuat Vega mengalami darah rendah seketika.


"Terserah kamu deh... pusing nih kepala" ucap Vega sembari memegang kepalanya.


Dan tiba-tiba saja bel berbunyi, menandakan jam pelajaran Fisika sudah usai.


*******


"Faham Bu!" jawab siswa serentak


"Baiklah kalau begitu ibu keluar, selamat siang! Oh iya Ruli, kamu bisa ambil HPmu di kantor" ucap Vega sembari memberitahukan kepada Ruli untuk mengambil kembali ponselnya di kantor.


Kemudian Vega meninggalkan kelas Aldo. Sementara Aldo melihat Vega yang sedang keluar dari kelasnya. Aldo tampak memperhatikan Vega dengan tatapan mata yang penuh gairah.


Sambil menoleh ke kanan dan ke kiri, Aldo tampak membisikkan sesuatu kepada Vega.


"Siap-siap nanti malam! Waktunya praktikum" bisik Aldo sembari merremas pantat Vega yang terlihat semmok sekali.


Bisikan Aldo membuat Vega menghela nafasnya.


"Aldo... jangan ngawur kamu!" ucap Vega sembari menjauhi Aldo, dan cepat-cepat pergi ke kantor. Agar tidak ada orang yang melihat kemesraan mereka berdua, Vega tersenyum tipis saat melihat tingkah suaminya yang selalu ingin menjamah dirinya.


*****


Tak terasa sudah waktunya jam istirahat, semua siswa keluar dari kelasnya, dan berhamburan menuju tempat favoritnya masing-masing.


Seperti biasa Aldo dan geng somplak nya tampak berjalan di sepanjang koridor, dan menuju kantin sekolah, di tengah perjalanan geng somplak itu bertemu dengan Riris, siswi baru di kelas mereka.


Terlihat Ruli yang paling semangat saat melihat Riris.

__ADS_1


"Hai... cantik! Dari mana nih?" goda Ruli.


"Dari kantin lah!" jawab Riris


"Eh... minta WA nya dong Ris!" pinta Ruli


"Buat apa?" tanya Riris


"Ya...kita ngobrol-ngobrol, aku pingin kenal lebih dekat sama kamu!" ucap Ruli merayu.


"Kalau aku nggak mau, kamu mau apa? Udah ah, gue mau ke kelas" jawab Riris jutek sembari pergi meninggalkan Ruli sendiri.


"Yah... kecewa nih Abang!" jawab Ruli lemas.


Tampak Aldo dan Boni menertawakan Ruli.


"Eh...Lu berdua, ngapain ngetawain gue, Elu seneng gue di cuekin!" seru Ruli kepada Aldo dan Boni.


"Iya...iya sorry, Elu tuh kurang penghayatan nih kalau ngerayu cewek, lihatin gue..." ucap Aldo mencoba mempraktekkan bagaimana cara merayu cewek yang baik dan benar.


Aldo tampak menghampiri Riris yang sedang berjalan menuju kelas mereka, sementara Ruli dan Boni tampak memperhatikan aksi Aldo.


"Hai... Riris" sapa Aldo sembari menyentuh pundaknya. Dan seketika Riris menoleh ke arah Aldo


"Hai... Aldo, ada apa?" tanya Riris dengan wajah yang berbinar.


"Sebagai bentuk perkenalan kita, gimana kalau kita tukeran nomor HP, ya kali ajah aku butuh bantuan kamu, dan kamu butuh bantuan aku, sebagai teman baru, boleh?" rayu Aldo dengan suara lembutnya.


Cewek mana yang tidak tergoda oleh seorang Aldo, cowok cool yang seolah memiliki kharismatik tersendiri, yang membuat kebanyakan cewek tidak bisa menolak permintaannya.


"Hmm ..boleh!" jawab Riris sembari mengeluarkan ponselnya. Sementara Aldo tampak mengacungkan jempolnya kepada Boni dan Ruli.


"Oke...ini nomorku!" seru Riris menunjukkan nomor WA nya. Aldo pun menyimpan nomor Riris dalam ponselnya.


Tanpa disadari Aldo, terlihat seseorang yang tengah memperhatikannya yang sedang bertukar nomor HP dengan Riris.


"Aldo...awas kamu!" gumam Vega dengan tatapan mata yang tajam.


BERSAMBUNG


🥰🥰🥰🥰🥰


Hai guys, nih ya aku promoin novel karya rekan sesama Author, yuk ah mampir di karya Kak Ippiiieee yang berjudul DOSEN TAMPAN PEMIKAT HATI... cepat guys cap cus ceritanya seru banget loh...gaskan🔥🔥🔥


__ADS_1


__ADS_2