
Aldo mengemasi semua buku-bukunya kedalam tas ransel miliknya, kemudian Aldo ke luar kelas dengan tatapan lesu. Tampak Ruli dan Boni yang sudah menunggu Aldo.
"Elu kenapa Do? cemberut gitu? Bukannya seneng tadi di beri les privat tuh sama Bu Vega?" tanya Ruli sambil merangkul pundak Aldo.
"Udah ah, Gue mau pulang" ucap Aldo berlalu begitu saja
"Eh...Tunggu-tunggu" seru Ruli sembari mengejar Aldo yang jauh melangkahkan kaki jenjangnya. Tampak Ruli dan Boni mengikuti Aldo yang pergi dari tempat itu.
Sementara itu Ruli tanpa sengaja meninggalkan ponselnya tergeletak di atas bangku panjang yang baru saja Ruli dan Boni tempati. Ruli belum menyadari bahwa ponsel miliknya telah tertinggal di tempat tersebut.
Tanpa sengaja, ada sebuah tangan yang mengambil ponsel milik Ruli, tampak Ocha memasukkan ponsel Ruli ke dalam tasnya.
"Gue penasaran apa yang sudah mereka berdua lakukan?" pikir Ocha, karena Ocha diam-diam mengikuti Ruli dan Boni. Ocha melihat Ruli tengah mengambil gambar Aldo dan Vega yang sedang di dalam kelas.
Kemudian Ocha pulang, kali ini sang kakak mengetahui jika Ocha masih ada di sekolah
"Ocha? Kamu kok belum pulang?" tanya Vega penasaran kenapa adiknya belum pulang juga, sementara semua siswa sudah dipulangkan 2 jam yang lalu.
"Eh...belum Kak, tadi Ocha nungguin kakak dulu, hehe...Ocha juga pingin lah pulang bareng ama kakak nih" ucap Ocha beralibi.
"Hm...Ya udah, kita pulang!" seru Vega tanpa curiga.
Ocha masuk ke dalam mobil Vega dan keduanya pulang dari sekolah bersama-sama. Selama dalam perjalanan Ocha menanyakan tentang hubungan Vega dan Arsen.
"Oh iya kak, gimana nih persiapan menjelang pernikahan kalian?" tanya Ocha menyelidik.
"Iya...semua baik-baik saja, sekarang Arsen sedang keluar kota, jadi kami berpisah sejenak, ada urusan bisnis di sana" ucap Vega.
"Mas Arsen keluar kota?" jawab Ocha terkejut.
"Iya...Siang tadi ia berangkat" balas Vega sembari menyetir.
"Gawat nih kalau Mas Arsen keluar kota, bisa-bisa kak Vega dan Aldo semakin dekat aja" gumam Ocha khawatir.
__ADS_1
Vega melihat wajah gusar sang Adik, lantas Vega balik bertanya.
"Kamu kenapa Cha? Ada yang membuatmu khawatir?" tanya Vega serius.
"Hah...Ggak Ada, nggak ada kok kak" jawab Ocha gugup.
Setelah beberapa saat Vega dan Ocha tiba di rumah, Ocha segera keluar dari mobil dan langsung masuk ke dalam kamarnya. Sementara Vega terlihat tanda tanya, apa sebenarnya yang sedang terjadi pada Ocha.
"Tuh anak kenapa buru-buru banget mau ke kamarnya" gumam Vega sembari masuk ke rumah.
Di kamar Ocha tampak sibuk membuka isi ponsel Ruli yang tadi sengaja ia temukan. Ocha duduk di tempat tidurnya dan mulai membuka ponsel Ruli.
"Gue penasaran, apa sih yang sudah direkam oleh Ruli, keknya mereka seru gitu" pikir Ocha, karena Ocha melihat Ruli dan Boni yang tampak sibuk memperhatikan Aldo dan Vega dari kejauhan.
Ocha mulai melihat daftar galeri milik Ruli.
"Astaga Ruli....Dasar otak mesum, isi nya bokep semua nih anak" seru Ocha yang menemukan banyaknya video Blue Film yang dikoleksi oleh Ruli.
"Nggak habis pikir gue, Ruli doyan banget video ginian, dasar cowok mesum" umpatnya sambil tertawa kecil.
Tiba-tiba saja Ocha menemukan sebuah Video yang baru saja direkam Ruli beberapa waktu yang lalu. Ocha melihat video itu dengan seksama, Video yang berisi tentang Aldo yang tengah belajar dengan Vega di kelas tadi siang.
Ocha mengerutkan dahinya saat dirinya melihat adegan yang tak biasa antara siswa dan gurunya. Ocha melihat Aldo menangkap tubuh Vega, hingga jarak mereka yang sangat dekat sekali, membuat seolah Aldo dan Vega tengah beradegan mesra.
"Gila nih, waah kakak nggak akan gue biarin ngerebut Aldo dari gue, Mas Arsen harus tahu" pikir Ocha, jika Arsen tahu, maka Arsen akan mempercepat pernikahan mereka, sehingga Aldo tidak akan berani macam-macam kepada Vega, pun sebaliknya Vega juga tidak akan berani berbuat macam-macam kepada Aldo.
Ocha mengambil ponselnya, lantas Ia mengirimkan video tersebut kedalam ponsel pribadinya. Setelah selesai kemudian Ocha segera mengirimkan video tersebut kepada Arsen yang kini berada di luar kota.
"Aku yakin Kak Arsen pasti akan mempercepat pernikahan mereka berdua, karena Aldo adalah ancaman hubungan mereka berdua" gumam Ocha sembari mengirimkan Video tersebut kepada Arsen.
"Send"
"Bagus...sebentar lagi Aldo dan kak Vega akan berpisah" seru Ocha sembari menyipitkan matanya.
__ADS_1
Sementara itu Ruli merasa ada yang aneh pada dirinya. Tiba-tiba saja ia melupakan sesuatu yang sangat berarti baginya.
"Eh...tunggu-tunggu" ucap Ruli sembari memeriksa dan merogoh saku baju dan celana nya.
"Ada apa sih?" tanya Boni penasaran
"Ponsel gue njiir, ponsel gue ketinggalan keknya, aduh...bisa Gawat nih, eh bentar gue ambil dulu, pasti masih ada disana, diatas bangku panjang itu, moga aja nggak ada yang ngambil" seru Ruli sembari berlalu mengambil ponselnya yang tertinggal.
Aldo dan Boni menunggu Ruli di parkiran sekolah.
"Duh...lama banget tuh si Ruli, udah panas banget nih hari" keluh Aldo sambil mengelap keringat yang mulai menetes di wajah tampannya.
"Waduhhh bisa gawat tuh jika ponselnya Ruli sampe ilang" ucap Boni cemas.
"Emang kenapa? Paling isinya video bokep semua tuh, kayak nggak tahu si Ruli ajah" sahut Aldo yang faham sifat Ruli dan hobinya.
"Bukan video itu yang gue khawatirkan Do, tadi Si Ruli nggak sengaja merekam saat Elu dan bu Vega beradegan mesra tadi, Elu hampir ajah mencium bu Vega" seru Boni berterus terang.
"Hah...Jadi kalian tuh udah ngambil video gue, dasar nih kalian bikin gawat ajah, gimana tuh kalau video itu nyebar, Gue sama bu Vega bakal kena fitnah tuh" seru Aldo khawatir.
"Ya maap...Kita pikir cuma buat asik-asikan aja ngerekam Elu yang lagi serius memperhatikan pelajaran bu Vega, ternyata diluar dugaan kami, kalian berdua tiba-tiba beradegan seperti itu" seru Boni.
"Ya elah...Gue tuh nggak sengaja melakukan hal itu, Gue tuh cuma reflek, karena bu Vega sedang tersandung dan dia mau terjatuh, masa iya sih gue biarin bu Vega jatuh, ya nggak mungkinlah, jahat banget gue kalau ngebiarin bu Vega terjatuh" ucap Aldo menjelaskan
Dan tiba-tiba Ruli kembali dengan nafas yang ngos-ngosan.
"Gimana udah ketemu belom?" tanya Boni penasaran. Dan Ruli hanya menggelengkan kepalanya.
"Aduh gawat tuh, semoga ajah yang nemu tidak mengecek ponsel Elu, biar gue Miss call, siapa tahu ponsel Elu masih nyala" seru Boni sambil mengeluarkan ponselnya dan menghubungi nomor Ruli.
BERSAMBUNG
❤❤❤❤❤❤
__ADS_1