Bu Guru AKU PADAMU

Bu Guru AKU PADAMU
Pulang sekolah


__ADS_3

Tiba waktunya pulang sekolah, tampak Aldo sedang berkirim pesan dengan Vega.


"Sayang, nanti sore kita lihat-lihat rumah baru kita, Mama udah beliin rumah baru untuk kita, dekat kok dengan rumah Mama"


"Oke..."


"Baiklah, ayo kita pulang, aku ikuti kamu dari belakang"


"Hmmm...iya"


Sekitar 15 meter jarak mobil Vega dan motor sport Aldo, mereka sengaja menjaga jarak agar tidak membuat curiga guru-guru. Sebelum Vega masuk ke dalam mobilnya, tampak Bima sedang menghampirinya, Aldo yang melihat dari kejauhan tampak sangat marah sekali.


"Anjiiirr ngapain tuh si botak datengin bini gue, pingin di jitak apa?" gerutu Aldo sambil membunyikan starter motornya.


"Bu Vega tunggu!" seru Bima dengan tersenyum.


Vega menoleh dan terkejut dengan kedatangan Bima yang tiba-tiba ada di belakangnya.


"Ada apa Pak?" tanya Vega


"Bu Vega, saya senang bisa bertemu dengan Bu Vega, sebagai tanda perkenalan kita, saya harap Bu Vega menerima hadiah ini dari saya!" ucap Bima sambil memberikan sebuah bingkisan kepada Vega.


"Apa ini pak?" tanya Vega sambil menerima tas kecil berwarna coklat itu.


"Hanya bingkisan kecil dari saya" jawab Bima dengan tersenyum.


"Oh... terimakasih banyak atas pemberiannya, baiklah kalau begitu saya permisi dulu, mari pak Bima!" ucap Vega sembari membuka pintu mobilnya.


"Mari Bu!" jawab Bima dengan senyum yang melebar.


Kemudian Vega masuk dan menjalankan mobilnya, sementara Aldo mengikuti Vega dari belakang.


Aldo melajukan motornya pelan-pelan hingga sampai pada tempat Bima berdiri, Aldo menarik gas motor dan memencet klakson motor dengan keras.


"Tiiiiiiiinnnnnnnn"


Sontak suara klakson motor Aldo membuat Bima sangat terperanjat.


" Eh gundul gundul...Woi...kamprret Lo, siapa tuh yang berani ngagetin pak Bima, awas kamu ya!" umpat Bima sembari melihat motor Aldo yang melaju kencang. Bima belum mengetahui siapa pemilik motor sport berwarna merah itu.


Aldo terlihat tertawa cekikikan melihat ekspresi wajah Bima yang sangat kaget.


"Mampus Lu, siapa suruh deketin bini gue!" ucap Aldo lirih.


Sementara itu Ruli yang menaiki motor sport yang sama seperti punya Aldo, tampak sedang menghampiri Riris yang berdiri di pinggir jalan, menunggu taksi datang.


Riris terkejut melihat kedatangan motor berwarna hitam yang berhenti tepat di depan nya. Riris memperhatikan siapa di balik helm tersebut. Perlahan Ruli melepaskan helmnya. Nampaklah wajah yang sudah tidak asing lagi bagi Riris.


"Ruli!"


"Hai, pulang bareng yuk!" ajak Ruli.


"Hmm...entar ada yang marah?" jawab Riris menggoda.


"Nggak akan ada yang marah, ayolah!" tampaknya Ruli berharap Riris ikut dengannya.

__ADS_1


"Oke ..." tanpa pikir panjang Riris pun naik keatas motor Ruli.


Ruli menarik tangan Riris agar melingkar di pinggangnya. Dan tentu saja dua gunung itu menempel sempurna pada punggung Ruli dan terasa mendesak sekali.


"Anjiiirr...anget nih punggung, empuk anjayyyy" gumam Ruli dengan senyum smirk.


Riris terlihat melingkarkan tangannya pada pinggang Ruli dan menyandarkan dagunya pada pundak Ruli.


Ruli melajukan motornya secepatnya mungkin, dan tentu saja itu membuat Riris semakin kuat memegang pinggang Ruli.


"Ruli! Jangan cepat-cepat aku tidak suka!" ucapnya sambil mencengkram pinggang Ruli, mendengar keluhan dari Riris, akhirnya Ruli sedikit menurunkan kecepatan laju motornya.


"Segini, apa sudah cukup!" tanya Ruli.


"Hmm..." jawabnya tersipu malu.


"Itu tandanya kamu tidak suka terlalu cepat?" ucap Ruli dengan senyum smirknya.


"He em, aku suka yang slow tapi enak, itu membuatku sangat tenang dan merasakannya sepenuh jiwa" ucapan Riris seolah kode bagi Ruli, jika dirinya tidak suka tempo yang terlalu cepat.


"Oke...aku akan menuruti permintaanmu!" jawab Ruli sambil malajukan motornya ke rumah Riris.


*


*


*


Setelah beberapa menit Aldo dan Vega tiba di rumah, Vega masuk ke dalam rumah disusul Aldo di belakangnya.


"Sayang tunggu!" seru Aldo


"Hmm...ada apa?" tanya Vega sambil membawa bingkisan dari Bima tadi.


"Kamu bawa apa itu?" tanya Aldo sambil melihat tas berwarna coklat itu.


"Nggak tahu, tadi pak Bima yang ngasih ini? Buka aja!" seru Vega sembari memberikan tas berwarna coklat itu kepada suami brondongnya.


Kemudian Aldo menerima tas itu dan membukanya. Aldo melihat sebuah topi berwarna putih dari dalam bingkisan yang diberikan Bima kepada istrinya.


"Weh...bagus juga nih, aku pake ya!" ucap Aldo sambil mencoba topi baru itu.


"Ya udah pake aja, kayaknya kamu cocok deh pake itu, tambah keren!" ucap Vega sembari mencium pipi Aldo.


"Benarkah?" balas Aldo sembari mengangkat tubuh istrinya masuk ke dalam kamarnya.


"Aissssss...Aldo! Apa yang kamu lakukan, turunin aku!" Vega mencoba berontak, namun Aldo tetap membawa Vega naik ke pundaknya, seperti membawa sebuah karung, Aldo menggendong Vega naik keatas kamarnya, sesekali Aldo menepuk pantat istrinya yang gemoy itu.



"Aldo kamu nakal ih, nanti ada yang lihat!" seru Vega saat tangan suaminya menepuk bagian sensitif tubuhnya.


"Biarin aja, lagi pula kamu sudah menjadi milik ku, jadi terserah dong aku mau apa!"


Aldo menyeringai, ia tak peduli jika orang lain melihat kemesraan mereka berdua. Vega hanya bisa pasrah, dirinya memang tidak bisa mengelak lagi, Aldo sangat berhak atas dirinya.

__ADS_1


Setelah sampai di kamar mereka, Aldo menurunkan tubuh Istrinya di atas ranjang, Aldo menindihnya dan berkata.


"Boleh minta sekarang?" ucapnya sambil membelai rambut Vega dengan lembut.


"Nanti saja! Kamu mandi dulu, bau!" balas Vega sembari mencubit hidung Aldo yang mancung.


"Oke...Aku mandi dulu, tapi sebelumnya aku mau bilang sama kamu, Pak Bima sedang ingin mendekatimu, jadi aku mohon kamu jangan hiraukan dia!" ucap Aldo menatap wajah sang istri.


Vega terkekeh melihat ekspresi wajah suaminya yang terlihat lucu itu.


"Aldo sayang, mana mungkin aku menghiraukan pak Bima, Jangan bercanda kamu, itu nggak mungkin, tadi cuma kebetulan, aku nggak tahu kalau dia ingin mendekatiku" balas Vega sembari membuka kancing baju Aldo.


"Oke..." Aldo tersenyum dan melihat Vega yang sedang membuka kancing bajunya.


"Kau sedang menggodaku ya!" ucap Aldo menyeringai.


"Katanya kamu mau mandi, ya aku bantuin ngelepas kancingnya" jawab Vega santai.


Setelah beberapa saat kini Aldo sudah bertelanjang dada, dengan cepat ia melepaskan seragam sekolahnya, dan meninggalkan celana panjang abu-abu.


"Aldo, sudah dong, aku mau bangun!" pekik Vega sembari mendorong tubuh suaminya. Aldo terhempas di atas tempat tidur.


Sementara Vega bangun dan mulai melepaskan bajunya sambil berkata.


"Aldo, sebaiknya kita harus hati-hati, tadi Riris sudah melihat kita berdua saat berada di dalam kamar mandi" ucap Vega yang terus membuka kancing kemejanya.


"Iya...tadi Ruli sudah bilang!" jawab Aldo.


Vega terkesiap dan melihat kearah suaminya.


"Apa Do? Ruli juga tahu?"


"Iya...aku nggak bisa bohong sama Ruli, tapi aku jamin, Ruli pasti bisa dipercaya, dia sahabat terbaikku, kamu jangan khawatir!" ucap Aldo menenangkan.


"Tapi...Riris?" lanjut Vega


"Riris akan ditutup mulutnya oleh Ruli, dia tidak akan bicara pada siapapun, percayalah!" ungkap Aldo sambil menarik tangan Vega yang kini hanya memakai bra itu.


"Aldo lepas!" Rengek Vega saat Aldo menghirup dua gundukan yang masih tertutup itu.


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥


...BAGAIMANA SELANJUTNYA???🤔😁... TUNJUKKAN DUKUNGAN KALIAN BEB, JANGAN LUPA VOTE NYA🥰...


...****Visual cuma menunjukkan adegannya ya, bukan wajahnya, ingat bukan wajahnya 😁****...


*


*


*


*

__ADS_1


Mampir lagi yuk punya kak As Cempreng yang berjudul KENCAN KONTRAK....🥰🥰🥰



__ADS_2