
Dan hari pun mulai berganti, saat ini Vega tengah duduk di meja riasnya, dengan menatap wajahnya dalam cermin besar itu, Vega terlihat menahan air matanya yang memaksa untuk keluar.
Tiba-tiba saja seseorang wanita yang sedang membawa koper berisi alat-alat make up, tengah masuk ke dalam kamarnya.
"Permisi Mbak Vega, maaf saya masuk tanpa permisi, tadi kata Bu Sonia kamar Anda disini, saya disuruh masuk saja katanya" seru seorang wanita yang nampaknya seorang make up artist yang akan me-make over Vega sebagai mempelai pengantin wanita.
Vega tersenyum kepada wanita itu.
"Tidak apa-apa" jawab Vega
Kemudian wanita itu memperkenalkan dirinya.
"Nama saya Asri Bu guru, saya make up artist yang didatangkan khusus untuk merubah penampilan Bu Vega hari ini" ucap Asri sembari mengeluarkan alat-alat tempurnya.
Vega hanya tersenyum tipis.
Tampak sang makeup artist melihat wajah Vega yang terlihat berbeda, ada aura kesedihan dan kebahagiaan yang samar dari senyum Vega, Asri sudah biasa membaca mimik wajah calon pengantin yang akan ia rias. Asri tersenyum kecil melihat wajah calon pengantin di depannya itu.
"Kenapa Mbak Asri tersenyum sendiri? Apa muka saya terlalu jelek?" tanya Vega yang melihat sang makeup artist tengah memperhatikan wajahnya.
"Saya lihat Bu Vega mempunyai sisi kharismatik yang luar biasa, mampu melumpuhkan dua saudara dalam sebuah cinta" ucapan Asri membuat Vega terhenyak. Betapa tidak dirinya sudah membuat Arsen dan Aldo sama-sama mencintainya. Dilema yang begitu membuatnya tersiksa.
"Apa maksud mbak Asri?" tanya Vega sementara Asri menjawabnya sambil menyapukan alas bedak pada wajah Vega.
"Saya minta maaf, saya tidak bermaksud sok tahu, tapi menurut pengamatan saya Bu Vega akan menikah dengan salah satu dua bersaudara itu, kalian berdua akan hidup bahagia, meskipun awalnya cinta kalian diuji, tapi saya yakin Bu Vega pasti bersatu dengan orang yang Bu Vega cintai" ucap Asri sembari tersenyum.
"Apa mungkin seperti itu, kalau saja itu benar, mungkin aku tidak sesedih ini" jawab Vega lirih.
"Untuk apa Bu Vega sedih, pernikahan ini akan membuat Bu Vega bahagia, saya yakin orang yang Bu Vega cintai pasti menjadi suami Anda" ucap Asri yakin.
"Upps maaf loh Bu Vega, saya jadi ngelantur ngomongnya, hehe tentu saja calon suami Bu Vega pasti orang yang sangat Anda cintai, benar bukan, dan itu adalah Tuan Arsen" ucap Asri tersenyum sambil mengaplikasikan eye shadow pada kelopak mata Vega.
*****
Sementara di tempat lain, Arsen yang tengah siap dengan jas pengantinnya tampak gagah sekali, dirinya sudah memantapkan keputusannya untuk menghadapi pernikahan ini, tak berselang lama Baron datang menghampiri putranya yang akan melangsungkan pernikahan hari ini.
__ADS_1
"Kau sudah siap? Ayo kita berangkat" ajak Baron untuk segera berangkat ke gedung pernikahan.
"Papa duluan, nanti Arsen menyusul" jawab Arsen
"Baiklah Papa berangkat dulu, ingat jangan melewati jam 9, Papa tidak mau membuat keluarga Javier menunggu kedatanganmu" seru Baron sembari melangkahkan kakinya meninggalkan Arsen yang masih berada di kamarnya.
Setelah Arsen melihat Baron keluar, lantas dirinya kemudian pergi dengan mobilnya menuju ke rumah seseorang.
Hari itu, Aldo tampak duduk terdiam di atas tempat tidurnya, Nancy menghampiri putranya yang tampak melamun sedih.
"Aldo...ayo ganti bajumu, Mama sudah mempersiapkan kemeja ini untukmu" seru Nancy yang hari ini juga menghadiri pernikahan Arsen dan Vega
Aldo menoleh dan tersenyum paksa, ia mengambil kemeja putih polos yang diberikan Nancy padanya, entah kenapa kemeja putih menjadi pilihan Nancy untuk Aldo saat menghadiri pernikahan kakaknya nanti.
"Aldo ganti baju dulu Ma?" seru Aldo sambil membawa kemeja putih dan celana hitam.
Setelah beberapa saat, Aldo keluar dari ruang ganti, tampak Nancy dibuat pangling oleh penampilan putranya itu.
"Aldo...kamu terlihat berbeda hari ini, aura mu seperti calon pengantin yang akan menghadapi pernikahannya hari ini" ucap Nancy terkesima.
"Kalau kamu nggak sanggup melihat mereka menikah, lebih baik nggak usah datang, di rumah saja" ucap Nancy yang tak tega melihat keadaan Aldo.
"Aldo tidak mau jadi pengecut Ma, Aldo akan menghadapi semua ini, Aldo sudah janji pada Mas Arsen, bahwa Aldo pasti datang ke pernikahan mereka, Mama jangan khawatir Aldo pasti kuat" ucap Aldo menenangkan Nancy.
Tiba-tiba saja terdengar bel berbunyi.
"Sebentar ya, Mama lihat dulu siapa yang datang!" Nancy beranjak keluar kamar Aldo dan melihat siapa yang bertamu hari ini.
"Ceklek "
Pintu terbuka dan netra Nancy dibuat terkejut dengan kehadiran seseorang yang sangat ia rindukan selama ini.
"Mama ..."
"Arsen..."
__ADS_1
Arsen bersimpuh di bawah Nancy, bak seorang anak kecil yang memeluk ibunya, Arsen menumpahkan segala rasa yang selama ini ia pendam, kerinduannya pada Mama kandungnya.
"Mama...Arsen tidak menyangka jika Mama Arsen sangatlah dekat dengan Arsen, Aku sangat merindukan kehadiran Mama, Arsen sayang Mama" ucap Arsen dengan berlinang air mata sembari tetap mendekap kaki Nancy.
"Arsen anakku, bangunlah nak, dari awal Mama sudah merasa ada sesuatu yang membuat Mama penasaran, mendengar namamu saja Mama sudah merasa bahwa kau adalah anak Mama yang terpisah 15 tahun yang lalu" ucap Nancy sembari mengusap wajah putra pertamanya penuh kerinduan.
Tiba-tiba saja Aldo datang dan melihat Arsen yang sedang bersama Nancy.
"Mas Arsen!"
"Alfian..." ucap Arsen dengan nada yang bergetar
Arsen dan Aldo saling mendekat satu sama lain, kini mereka berdua berhadapan dalam saudara, kakak beradik yang selama 15 tahun terpisah.
"Aldo dan Alfian adalah satu orang, adikku...kau adalah adikku" Arsen merangkul Aldo penuh kerinduan. Sebaliknya Aldo membalas rangkulan sang kakak penuh keharuan.
"Mas Arsen maafkan Aldo!" ucap Aldo
"Untuk apa kau meminta maaf, kau tidak melakukan kesalahan apa-apa" seru Arsen dengan tersenyum.
"Mas...aku sudah...aku sudah..." ucap Aldo terbata-bata, ingin ia mengucap kata maaf jika dirinya sudah berani mencintai calon kakak iparnya sendiri.
"Vega maksudmu?' pertanyaan Arsen tiba-tiba membuat Aldo terkejut.
"Bukankah hari ini Mas Arsen harus menikah dengan Bu Vega, lalu kenapa Mas Arsen masih ada disini? Bu Vega pasti sudah menunggu, Mama dan Aldo sebentar lagi akan datang kesana" ucap Aldo tertunduk.
"Mas tahu hari ini adalah pernikahan kami, tapi...Mas punya satu permintaan kepadamu, jika kamu ingin Mas maafkan, tolong penuhi permintaan Mas? Apa kamu bersedia?" seru Arsen dengan tatapan seriusnya.
"Apa itu Mas?" Aldo tampak serius menatap mata sang kakak.
"Ikut aku!'' Arsen mengajak Aldo untuk ikut bersamanya.
"Loh ...loh Mas kita mau kemana?"
BERSAMBUNG
__ADS_1
🥰🥰🥰🥰🥰