
Hampir subuh, akhirnya Aldo dan Vega sama-sama terkulai lemas di atas tempat tidur mereka. Tak ada yang bergerak sama sekali, seolah keduanya sudah tidak bisa bergerak lagi. Aldo dan Vega sembunyi di balik selimut yang menutupi tubuh mereka yang sama-sama polos tanpa sehelai benang pun.
Hingga tak terasa jam sudah menunjukkan pukul setengah tujuh pagi, sinar matahari tampaknya mengintip di balik tirai jendela, menyeruak hingga ke seluruh ruangan yang terlihat acak-acakan itu, sisa-sisa pertarungan semalam yang telah Aldo praktekkan.
Vega mulai membuka kedua matanya, perlahan bayangan jam dinding mulai samar terlihat, Vega mengusap kedua matanya, Ia merasakan badannya remuk semua, Aldo menghajarnya tiada ampun, sekarang dirinya merasa letih dan sangat kelelahan menghadapi suami brondongnya yang selalu menang atas dirinya.
"Awwww...badanku sakit semua" ucap Vega sembari meregangkan otot-otot lehernya, dilihatnya Aldo masih tertidur pulas bak seorang bayi, Vega tersenyum saat mengingat Aldo yang tak pernah melepaskannya sedetikpun semalaman.
Vega melihat kearah jam dinding, matanya terbelalak saat melihat jarum jam menunjukkan pukul setengah tujuh pagi.
"Hhaaaaa...gawat sudah siang, aku bisa terlambat...Aldo...Aldo...ayo bangun, kita sudah terlambat... cepetan" Vega lantas membangunkan suaminya yang tampak mulai membuka matanya sedikit demi sedikit.
"Hmm...apa sih sayang, masih ngantuk nih!" jawab Aldo sembari menutupkan selimut pada tubuhnya.
"Iihhh...kok malah ditutup, ayo bangun... kamu nggak sekolah? Lihat jamnya?" seru Vega sembari membuka selimut itu hingga terjatuh ke lantai, nampaklah kepolosan tubuh keduanya yang terlihat sempurna.
Lantas Aldo melihat jam yang menunjukkan pukul setengah tujuh lebih 3 menit.
"Asseeeemmm...udah setengah tujuh aja, bakal telat nih" ucap Aldo sambil garuk-garuk kepalanya. Sementara Vega sudah beranjak pergi ke kamar mandi.
Setelah beberapa menit Vega keluar dari kamar mandi, dia sangat terkejut saat Aldo masih berada di atas tempat tidurnya.
"Aldo ayo cepetan mandi, kamu mau terlambat ke sekolah, sebentar lagi kamu ujian loh, jangan keseringan bolos sekolah!" seru Vega sembari menarik tangan Aldo.
"Iya bentar dong sayang, aduh punggung ku sakit nih, rasanya mau patah!" rintih Aldo, dengan raut wajah yang masam.
"Terlalu banyak goyangan sih, ya gitu!" celetuk Vega sembari membuka lemari pakaian. Mengambil dalaman dan bra.
"Hehehe...tapi kamu suka banget semalam, sampai nggak mau di copot" balas Aldo sembari pergi ke kamar mandi. Vega menoleh dan spontan melemparkan bra tepat di wajah Aldo. Sehingga wajah Aldo tertutup bra milik Vega.
Vega tertawa kecil melihat wajah suaminya yang tertutupi bra yang hendak ia pakai. Aldo terdiam saat dirinya merasa ada sesuatu yang menutupi wajah tampannya. Kemudian Aldo mengambil perlahan bra itu dari atas kepalanya. Vega menghampiri Aldo dan mengambil bra itu dari suaminya.
"Apa ini? Weee...si kacamata dada, ah sayang jangan sembarang lempar dong!" celetuk Aldo sembari melihat bra milik Vega di tangannya.
"Mana...iya maaf, kamu juga sih...udah mandi sana!" seru Vega sambil mendorong tubuh Aldo untuk masuk ke dalam kamar mandi.
*
*
*
__ADS_1
Di sekolah.
Jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi, bel masuk baru saja berbunyi, tampak Ruli dan Boni menunggu kedatangan Aldo.
"Eh...si Aldo masa nggak masuk lagi sih, sakit lagi dia?" seru Boni bertanya-tanya.
"Waah bisa jadi tuh, apa gara-gara gue kirimin video itu yah, dia jadi sakit?" sahut Ruli.
"Hah...video apaan?" tanya Boni penasaran.
"Ya video hok ah hok eh itu!" jawab Ruli.
"Ah...gila Lu, masa Aldo Elu kirimin video asusila itu sih, bisa teler tuh bocah, dia anti banget sama video gituan, ah gimana sih Lu" ucap Boni yang mengetahui jika Aldo sangat tidak suka dengan video panas seperti itu.
"Eh...dia sendiri yang minta!" jawab Ruli santai.
"Aldo sendiri yang minta? Eh buat apa dia?" tanya Boni penasaran.
"Mana gue tahu, katanya buat pelajaran tambahan, semprul nggak sih tuh bocah" jawab Ruli sembari tertawa.
"Eh...Bu Vega tumben jam segini belum datang, biasanya pagi banget tuh udah stand by di luar, dari tadi gue nggak lihat sama sekali, apa Bu Vega emang nggak masuk kali ya!" seru Ruli.
"Iya... iya... bener juga Elu Bon, asseeeemmm" Ruli dan Boni saling cekikikan.
Tak terasa hampir 10 menit kelas 12 b jam kosong, terlihat siswa-siswa yang sudah mulai ramai dan saling bercanda. Dan tak berselang lama Vega datang ke kelas 12 b.
"Ehh...ehhh...Bu Vega datang woi!" seru seorang siswa cowok yang baru saja melihat Vega berjalan menuju kelas mereka.
"Selamat pagi anak-anak" sapa Vega kepada anak didiknya yang rata-rata berusia sama seperti suaminya.
"Selamat pagi Bu!" jawab mereka serentak.
"Maaf, ibu agak terlambat, tadi ibu ada keperluan sebentar, oke... sekarang kumpulkan PR kalian" seru Vega sembari duduk dan menunggu siswanya untuk mengumpulkan PR mereka.
"Iya Bu!"
Kemudian mereka mengambil PR nya masing-masing dan mengumpulkannya di atas meja guru.
Sejenak Boni dan Ruli melihat sekilas ada sesuatu hal yang berbeda dari penampilan Vega hari ini. Ruli melihat ada beberapa bekas stempel cinta yang tertinggal di leher Vega yang putih itu, tampaklah sangat jelas bekas tanda sebuah percintaan yang baru saja terjadi antara Vega dan suaminya.
"Bon...Bon, Elu lihat ada yang beda nggak sama Bu Vega?" bisik Ruli.
__ADS_1
"Hmm... anjiiirr bekas cuppangnya bikin ngilu, asseeeemmm suaminya parah nih Bu Vega, gue yakin nih Bu Vega pasti lemes tak berdaya tuh hihihi" balas Boni sambil cekikikan.
"Pasti mainnya lama banget nih, tuh bibir Bu Vega sampai bengkak gitu sih, gila suaminya, pasti suaminya punya bisa yang beracun nih, sampai dower gitu, gue yakin Bu Vega nggak bisa ngapa-ngapain tuh" sambung Ruli membayangkan keganasan suami Vega.
Dan tiba-tiba saja terdengar suara pintu kelas terbuka, semua mata tertuju pada sosok yang baru datang ke kelas mereka.
"Aldo...!"
Ruli dan Boni benar-benar terkejut melihat Aldo datang terlambat. Aldo masuk ke kelas dan menghampiri Vega yang tengah berdiri di depan kelas.
"Ma...maaf Bu, sa.. saya terlambat, tadi ban motor saya bocor, jadi saya harus cari tambal ban dulu" ucap Aldo agar terlihat seolah dirinya terlambat sekolah karena ban motornya bocor.
"Ya...sudah, duduk!" jawab Vega
"Terima kasih Bu, Bu guru baik banget deh" balas Aldo sembari mengedipkan matanya sebelah kepada Vega.
Vega memutar bola matanya, hatinya tertawa kecil melihat tingkah suaminya yang konyol itu.
Sementara itu Aldo tampak melenggangkan kakinya menuju bangku miliknya. Kemudian Aldo duduk dan meletakkan tasnya, sementara itu Ruli yang duduk di sebelah Aldo tampak serius melihat Aldo yang baru datang.
"Eh...Do, tumben Elu datang jam segini? Habis lembur Lu?" tanya Ruli penasaran.
"Ya gue lembur semalam, emak gue bikin kue donat tuh, gue disuruh ngelobangin donatnya, ngerti nggak Lu!" jawab Aldo cengengesan.
"Ahhh...dasar dodol, bisa aja Elu, masa malam-malam bikin kue donat, somplak Elu" balas Ruli yang diiringi tawa Aldo.
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥
*
*
*
*
Yuhuuu promosi lagi ya! mampir yuk bestie di karya punya kak Emy yang berjudul Kembali Cantik Si Gadis Cacat.... ceritanya dijamin bakalan seru nih...hayuk ah kepoin cepetan guys ❤️❤️
__ADS_1