
"Aldo Pliss! Jangan berhenti, terusin!" rengek Vega penuh harap.
Aldo tersenyum smirk, tampaknya istrinya begitu senang jika Ia melakukan hal itu lagi kepadanya.
"Kamu suka?"
"Sangat suka! Aku suka banget, pokoknya buruan masukin" Vega menarik tangan Aldo agar Aldo menindihnya.
"Bruuukk"
Dan tentu saja Aldo pun terjatuh di atas tubuh istrinya, kedua kaki Vega sudah terbuka lebar dan siap untuk menerima kedatangan suaminya yang saat itu sudah berada di ambang pintu.
Aldo melakukan pemanasan terlebih dahulu, ia lebih suka pemanasan yang cukup lama, seperti dalam video yang sering Ruli kirimkan, namun tidak dengan Vega, dirinya sudah terhanyut dalam belaian Aldo, Vega mengarahkan sendiri kepemilikannya pada jarum tumpul yang siap melesat itu, dan setelah sepersekian detik akhirnya terjadi juga.
Seolah seperti mengandung pegas pinggul Aldo, gerakannya mentul-mentul begitu berirama, menimbulkan suara decakan yang terdengar begitu gemuruh, gerakan cepat namun tidak terlalu buru-buru, membuat keduanya terbang melayang.
Aldo tahu kini dirinya tidak bisa sebringas dulu sebelum Vega dinyatakan hamil, sekarang dia lebih lembut, untuk menghindari guncangan yang terlalu dalam, mengingat ada janin yang harus ia lindungi.
Setelah sepuluh menit, setengah jam hingga satu jam lebih, akhirnya mereka harus mengakhiri pertempuran sengit malam itu.
Sesuai perintah dokter, Aldo mengeluarkan lava pijarnya di luar raga istrinya, karena menurut dokter, itu akan berakibat terjadinya kontraksi rahim jika Aldo memasukkannya ke dalam rahim sang istri.
__ADS_1
Setelah cairan susu kental manis putih itu telah berhasil lolos dari pusat produksinya, akhirnya Aldo membersihkannya dengan tissue basah yang sudah mereka persiapkan sebelumnya, sementara Vega terlihat lunglai, denyutan -denyutan kecil masih terasa meskipun paku bumi itu telah di cabut.
Aldo berbaring di samping sang istri dan mencium keningnya penuh cinta.
"Sekarang tidurlah! Kamu pasti sangat kelelahan, maafkan aku" bisik Aldo sembari memeluk sang istri dan menutupkan selimut pada tubuh mereka.
"Do!"
"Hmm..."
"Kamu ingin anak cewek apa cowok?"
"Cewek atau cowok bagiku sama saja, yang penting kamu dan bayi kita sehat, setelah itu kita nambah lagi"
"Aku ingin punya anak lima, eh sepuluh, eh berapa ya enaknya?" ucap Aldo sembari berpikir
Vega perlahan mundur dan menutupkan selimut pada kepalanya, tidak menghiraukan ucapan Aldo.
"Loh loh kok malah ditinggal tidur sih sayang!" Aldo melihat Vega yang sedang membelakanginya.
"Kamu nggak suka ya, aku ingin memiliki banyak anak?" Aldo membalikkan tubuh istrinya.
__ADS_1
"Kamu pikir aku mesin pencetak anak" Vega menjawab pertanyaan Aldo sambil mencubit hidungnya.
"Ya nggak gitu sayang, aku suka jika kita punya anak beberapa, ih pasti rame nih rumah" Aldo membayangkan jika dirinya memiliki banyak anak.
"Aku tuh suka banget sama anak kecil, dulu sering banget tuh sepulang sekolah main layangan sama mereka, seru ajah bermain bersama bocah-bocah yang masih polos" ucapnya sambil tertawa kecil.
Vega menatap suaminya yang tengah bercerita tentang pengalaman hidupnya, sungguh sosok Aldo yang mampu hidup dalam kemandirian, tumbuh dewasa hanya bersama seorang ibu, hingga akhirnya sekarang Aldo telah mendapatkan kebahagiaan bersama orang-orang yang dicintainya, termasuk dirinya sendiri sebagai seorang istri.
Aldo menatap Vega penuh tanda tanya.
"Apa yang kamu lihat?"
"Aku melihat ketulusan dalam hatimu, meski terkadang kamu benar-benar membuatku sedikit pusing, tapi sebenarnya hatimu sangat lembut, aku tidak salah pilih, kamu memang layak untuk dicintai"
Vega memeluk suaminya, dan masih dalam suasana romantis, keduanya hanyut Kembali dalam percintaan mereka, keduanya bersembunyi di bawah selimut, terlihat dengan jelas gerakan-gerakan itu telah membuat permukaan selimut bagai ombak besar di tengah lautan, belum lagi suara-suara itu muncul kembali menyeruak telinga siapa saja yang mendengarnya.
"Aldo aku suka ini, hmmm ... jangan berhenti sayang!"
"Yeaahhh..."
BERSAMBUNG
__ADS_1
🔥🔥🔥🔥🔥
...CUKUUUUUPPP...YA, OTHOR NULISNYA UDAH GEMETARAN NIH😂...