
Tak berselang lama Aldo datang ke kamarnya dan segera menutup pintu kamar mereka, sementara Vega tampak terkejut melihat kedatangan suaminya yang tampak bahagia melihat dirinya.
"Aldo! Kamu kenapa?" tanya Vega sembari berjalan mundur karena Aldo tampak sedang mendekatinya.
Aldo segera membuka bajunya sendiri dan sekarang dirinya hanya bertelanjang dada dan siap menerkam mangsanya kapan saja, Vega terlihat gugup dan sesekali mengingatkan jika ada Nancy di luar.
"Sayang! Kamu kenapa sih, ada Mama loh diluar," ucap Vega sembari menahan dada Aldo yang mulai menyentuh tubuhnya.
"Tidak ada siapa-siapa di sini, hanya Aku dan kamu yang berada di rumah ini, Mama dan Papa sudah pergi bersama Galen, itu artinya kita bisa bersenang-senang dulu," ucapnya sembari melepaskan tali tank top Vega hingga kebawah.
"Aldo ...!"
Tanpa pikir panjang Aldo langsung menyusuri dan menciumi setiap lekuk tubuh istrinya yang selama hampir dua bulan tidak Ia sentuh, sentuhan terasa begitu menggelora bagi Aldo, akhirnya hari ini Ia bisa mengasah pedang samurainya yang telah lama ia simpan dalam sarungnya.
__ADS_1
Bibir mereka kembali saling terpaut dan saling mencumbu, tak bisa dipungkiri Vega pun merasa larut dalam ciuman yang diberikan sang suami brondongnnya itu. Hingga tak terasa tangan Aldo dengan cekatan menanggalkan semua kain yang menempel pada tubuh istrinya, tanpa terkecuali.
Perubahan bentuk tubuh Vega seusai melahirkan agaknya membuat Vega sedikit malu, bekas Stretch mark di perut akibat kehamilannya saat mengandung Baby Galen, membuat Vega menutupi bagian perutnya, dirinya merasa malu jika Aldo melihatnya, karena tak sebagus saat dirinya belum mengandung.
Aldo mencoba menyingkirkan tangan Vega yang menutupi perutnya dengan kedua tangannya.
"Jangan Do! Aku malu!" ucapnya sedikit menjauh dari Aldo yang sudah siap tempur.
"Kenapa harus malu?" tanyanya sambil mendekati Vega dan meraih tangan Vega.
"Karena apa?" Aldo terus mendesak Vega.
Vega tampak menundukkan wajahnya, sementara Aldo mencoba membuka tangan Vega yang tampak menutupi perut bawahnya.
__ADS_1
"Lepaskan tanganmu!"
"Enggak!"
"Lepaskan, Aku ingin melihatnya," ucap Aldo sembari merebahkan tubuh istrinya di atas tempat tidur. Perlahan Aldo membuka tangan Vega yang menutupi area perutnya.
Akhirnya Vega membuka tangannya dan terlihatlah pemandangan yang selama ini Aldo coba lupakan, lembah nan indah dengan rerumputan yang tumbuh subur di sana.
"Wow so beautiful, sudah lama Aku tidak melihat ini, benar-benar menggairahkan.
"Aldo! Apa yang kamu lihat? Perutku jelek Do! Nggak semulus dulu, maafkan Aku belum bisa mengembalikannya ke semula, Besok Aku janji akan merawat tubuhku agar Kamu tidak merasa jenuh dengan bekas Stretch Mark di perutku," ungkap Vega sembari menatap suami brondongnya yang tampak mengelus-elus rerumputan miliknya.
"Aku tidak perduli dengan bentuk tubuhmu atau bekas Stretch Mark pada perutmu, Karena Aku tahu Semua itu berubah karena Aku, Aku yang menyebabkan perubahan pada bentuk tubuhmu, jadi untuk apa Aku protes, sementara kamu sudah bersedia dan rela berkorban untuk melahirkan putraku, kamu mengandungnya susah payah, melahirkan Galen dengan taruhan nyawa, terus tiba-tiba Aku bilang badanmu jelek, ah sungguh Aku benar-benar pria yang jahat dan egois," ucapnya sambil mengecup lembah miliki istrinya.
__ADS_1
Vega tersenyum mendengar penuturan suaminya yang tidak keberatan dengan perubahan fisik dirinya seusai melahirkan bayi mereka sembari merasakan kecupan Aldo yang mulai menjalar lebih dalam lagi.
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥