
Aldo dan Vega menghentikan aktivitasnya, setelah di rasa cukup lama mereka bercumbu, hingga sedikit terlihat berantakan jas Aldo, karena Vega terlalu bersemangat menikmati sentuhan itu.
"Sayang! Kamu tega!" ucap Aldo lirih.
"Apa? Tega? Maksudmu apa?" Vega merapikan kembali jas Aldo yang sedikit berantakan karena ulahnya.
"Tega membiarkanku berdiri sendirian" Aldo menatap mata Vega dalam-dalam.
Spontan Vega menyentuh area bawah yang tampak mengeras itu, Vega mengulum senyumnya dan menatap nakal wajah Aldo.
"Sorry honey! Tahan ya sampai nanti malam" jawabnya sambil membersihkan bekas lipstik miliknya yang menempel pada bibir Aldo.
"Oke...! Ayo kita berangkat, mereka pasti sudah menunggu kita!" Vega segera mengambil tasnya yang berada di atas meja. Namun Aldo tak bergeming, ia tetap diam di tempatnya.
"Aldo! Ayo berangkat!" Vega melihat Aldo yang masih diam di sana.
"Nasib adikku gimana dong sayang!" sahut Aldo yang merasa adik tirinya tidak mau tidur.
"Ya tidurin dong! Masa nggak bisa, nggak mungkin kita ajak dia wisuda dalam keadaan sadar gitu, cepetan tidurin aku tunggu di luar" jawab Vega sembari beranjak pergi dari kamar mereka.
"Kamu tega banget sih! Nasibmu tong ngenes! Tidur Sono!" Aldo mengumpati adik tirinya dengan minum air putih dan mengatur nafasnya, Aldo mencoba rileks agar aduk tirinya tidak bangun lagi.
Setelah beberapa saat akhirnya Aldo mampu menidurkan adiknya dan sekarang Ia menyusul istrinya yang sudah menunggunya di luar.
Vega melihat Aldo keluar dari kamar mereka, setelah itu Aldo menghampiri istrinya.
"Bagaimana sudah tidur?" Vega bertanya sambil menggandeng tangan Aldo.
"Terpaksa aku menidurkannya, tapi mungkin nanti malam dia ngamuk, hati-hati saja!" jawab Aldo sambil melirik ke arah istrinya.
__ADS_1
Vega menelan ludahnya kasar, dia bisa membayangkan bagaimana adik tiri Aldo jika sedang mengamuk.
*
*
*
*.
.
Dan setelah beberapa saat mereka berdua tiba di sekolah, Aldo melihat Nancy dan Baron yang sudah menunggu kedatangannya, Ia juga melihat sang kakak, Arsen yang tampak mendampingi Ocha.
"Ya ampun Aldo! Jam segini kamu baru datang! Mama pikir kalian ketiduran" seloroh Nancy yang membuat Vega dan Aldo saling menatap.
Arsen yang melihat sang adik baru datang, terlihat menghampiri mereka berdua.
"Apa kabar Kalian?" tanya Arsen dengan senyum manisnya. Arsen tampak memeluk Aldo sembari menepuk pundak sang Adik.
"Mas Arsen! Aku baik-baik saja, Mas sendiri?" Aldo menatap wajah Arsen yang terlihat bahagia itu.
"Mas baik, bahkan sangat baik, oh iya Do! Selamat ya atas kehamilan istrimu, aku ikut senang, akhirnya adikku bisa membuat adik sendiri dengan cepat!" celetuk Arsen yang membuat Aldo cengar-cengir.
"Hehehe...habis mudah banget bikinnya Mas, jadi ya cepat hamil" jawab Aldo terkekeh
Ocha yang berada di samping Arsen terlihat bingung dengan percakapan dua pria itu, sementara dirinya masih awam dalam dunia membuat anak.
"Semudah itu kah Do?" tiba-tiba Ocha menengahi percakapan mereka, sembari mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Mudah, nanti kamu juga bisa!" sahut Vega dengan tersenyum.
"Hehehe... lupa kalau ada Ocha, entar Elu tahu sendiri!" jawab Aldo sembari menaikkan alisnya.
Kemudian Aldo dan Ocha beranjak duduk di kursi yang disediakan khusus untuk siswa yang di wisuda, sedangkan Vega duduk di kursi yang khusus disediakan untuk dewan guru, dan menyaksikan Aldo yang tengah di wisuda.
Kursi Aldo yang berseberangan dengan kursi Vega, membuat Aldo dengan mudah memandangi wajah istrinya, sembari mendengarkan sambutan dari kepala sekolah Aldo mengeluarkan ponselnya dan iseng berkirim pesan dengan istrinya.
Vega mendapati ponselnya berdering, lantas Ia membuka ponselnya dan melihat ke layar ponsel, ternyata suami brondongnya tengah mengirimkan pesan untuknya.
"Kamu cantik banget, gemesin"
"Halah gombal"
"Bener, aku nggak bohong, pingin aku emmut aja tuh bibir"
"Emmut ajah, entar aku gigit kamu"
"Sadis kau sayang!"
"Bukannya kamu suka sesuatu yang menggigit"
Aldo menatap istrinya dengan tatapan yang tajam. Seolah memberi tahukan kepada istrinya, jika dia tidak akan melepaskan Vega malam ini.
Vega tampak mengulum senyumnya.
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥
__ADS_1