Bu Guru AKU PADAMU

Bu Guru AKU PADAMU
Bonchap 2 : Kamu nakal sekali


__ADS_3

Tentu saja Aldo begitu gembira mendengar istrinya telah selesai masa nifas, dengan begitu ada kesempatan baginya untuk mengasah Kembali pedang samurainya yang sudah lama Ia kurung di dalam sarung, tidak berkarat memang tapi sedikit kurang mengkilap.


Malam ini Aldo akan meminta izin kepada sang istri untuk mengasah sang pedang samurainya itu, Ia takut jika pedangnya akan berkarat.


Baby Galen rupanya sudah terlihat tidur di dalam box bayinya, Vega juga sudah menyusui sang buah hati, terlihat sangat tampan sekali putra dari Aldo dan Vega itu, sangat mirip sekali dengan Papanya.


Vega tersenyum menatap wajah sang anak yang tampak sangat damai dalam tidurnya, sekilas Vega mencium kening Baby Galen. Sementara Aldo yang berada di sampingnya ikut mencium kening anaknya.


Setelah Baby Galen tidur lelap, waktunya Papa Galen beraksi, Ia segera menarik tangan Vega sedikit menjauh dari box bayi mereka dan berkata kepada sang istri.


"Sayang! Hmm ... kamu kan tadi katanya udah selesai itunya, hehehe apa boleh nih Aku ... Aku minta anu?" ucap Aldo sembari tersenyum penuh harap.


"Tapi Do! Aku masih takut, masih satu bulan lebih loh," ucap Vega mengingat terakhir Dia melahirkan.


"Pelan-pelan saja, Aku tidak akan keras-keras, Pliss sayang! Aku mohon ... Aduh si Otong udah nggak kuat nih, sakit sayang ... kamu mau Aku tersiksa setiap malam, ayolah!" rengek Aldo memohon sampai berlutut di depan istrinya.

__ADS_1


Karena Vega tidak tega melihat suaminya yang merengek minta jatah, akhirnya Ia mengabulkan permintaan Aldo.


"Nanti kalau Bayi kita bangun, kamu ya yang menidurkannya?" seru Vega sembari membuka kancing bajunya.


"Iya ... kamu jangan khawatir! Aku yang akan menggendongnya, sekarang buka dong!" seru Aldo agar Vega melepaskan seluruh pakaiannya.


Namun agaknya Aldo sudah tidak sabar ingin segera menyentuh istrinya kembali, dengan cepat Ia meraih pinggang Vega dan memeluk Vega sembari mencium bibir indah itu. Tak dipungkiri Vega sendiri juga sangat merindukan suaminya, dan akhirnya ciuman itu terasa begitu panas, tangan Aldo pun tak tinggal diam, Dia sudah lama ingin sekali menyentuh setiap lekuk tubuh istrinya, hingga akhirnya Ia menemukan sesuatu yang sangat dirindukannya.


"Aldo ... ahhh Kamu nakal sekali!" pekik Vega saat tangan Aldo berhasil bermain di sana.


Aldo sudah siap ancang-ancang untuk melesatkan kepemilikannya pada tempat yang seharusnya, baru saja kepalanya menyentuh pintu utama kepemilikan Vega, tiba-tiba saja terdengar suara baby Galen menangis.


Aldo terpaksa menghentikan gerakannya yang hampir saja mendorong rudaal perkasa itu melesat ke dalam sana.


"Galen nangis Do!" ucap Vega menatap wajah sang suami yang tampak mulai lesu. Aldo beranjak berdiri dan menghampiri bayinya yang sedang menangis, sementara Vega sibuk menutupkan selimut ke seluruh tubuhnya yang sudah polos los.

__ADS_1


Dilihatnya Aldo yang menggendong bayinya yang tampak minta di Nina Bobo in, sejenak Vega tertawa kecil menahan rasa geli saat melihat Aldo yang tanpa sehelai benangpun sedang menggendong bayinya, sehingga tampaklah pemandangan yang membuat Vega mendekap perutnya karena tak tahan menahan tawa saat belalai gajah itu bergerak ke kanan dan ke kiri.


Aldo menghampiri istrinya yang tampak sedang tertawa.


"Ada apa sayang? Kamu ngetawain apa?" tanya Aldo tanpa dosa.


"Ha ... enggak, enggak apa-apa, Galen udah tidur belum ?" tanya Vega mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Sebentar lagi!" jawabnya sambil bergerak mengayun tubuh anaknya yang ada dalam gendongannya.


Betapa Vega tidak bisa menahan tawanya, melihat badan kekar berotot tanpa sehelai benangpun tampak menggendong seorang bayi, sementara yang di bawah dibiarkan bergelantungan.😁


🔥🔥🔥🔥🔥


...Senyum yok senyum 😁...

__ADS_1


__ADS_2