
Saat tahu istrinya sedang mengandung, Aldo mulai sangat protektif, Ia tidak mau Vega terlalu lelah dan kecapekan, Aldo yang menyelesaikan tugas-tugas rumah, dari mencuci, menyapu, mengepel, bahkan cuci piring Aldo dengan senang hati melakukannya.
Sedangkan untuk memasak, rupanya Aldo harus jauh-jauh dari aroma asap masakan, karena dirinya tidak kuat mencium aroma masakan apa saja, sejak diketahui Vega mengandung, Aldo sering sekali mual-mual tidak jelas, bukannya Vega yang mual muntah tapi Aldo yang seperti ibu-ibu yang sedang hamil mm muda.
Makan pun Aldo menjadi sedikit malas, dia hanya ingin memakan buah-buahan segar dan yang manis-manis, seperti kue dan roti.
Seperti biasa pagi ini mereka berdua disibukkan dengan ritual pagi hari, setelah beberapa hari ini Aldo mengahadapi ujian sekolah, tampaknya hari ini adalah hari terakhir Aldo melaksanakan ujian sekolah.
Dan hal yang sudah biasa Vega saksikan di pagi hari, Aldo selalu muntah -muntah di kamar mandi, padahal perutnya belum terisi makanan sama sekali, namun si perut rupanya tidak mau diajak kompromi.
"Asseeeemmm... kalau gue gini terus, lemes nih badan, amsyong... kenapa sih nih perut, gue musti periksa nih sama dokter" ucap Aldo lirih sembari berjalan keluar dari kamar mandi. Vega melihat keadaan suaminya yang masih sering muntah-muntah tidak jelas.
"Aldo! Kamu masih muntah-muntah? Kasihan sekali kamu! Nanti siang kita ke dokter yuk! Aku khawatir jika terjadi apa-apa sama kamu!" seru Vega sembari mengusap wajah Aldo.
Aldo mengangguk dan menyetujui permintaan istrinya.
"Sekarang kamu minum susunya! Setelah itu kita berangkat! Hari ini kamu ujian terakhir, jangan telat" seru Vega sembari memberikan Aldo segelas susu, namun Aldo rupanya tidak menyukai aroma susu yang dibuatkan Vega untuknya. Indra penciuman nya benar-benar ogah menghirup aroma susu tersebut.
"Emm...nggak nggak! Aku nggak mau minum!" seru Aldo sembari meletakkan kembali gelas berisi susu segar itu.
"Loh...kok nggak diminum? Ada apa tidak enak ya susunya?" tanya Vega sembari mencium aroma susu vanilla yang sudah ia buat untuk Aldo.
"Baunya bikin eneg, aku nggak mau, kamu aja yang minum!" seru Aldo sembari menutupi hidungnya dengan satu tangan nya.
"Tapi aku sudah minum susu Do! Kamu yang belum, kamu jarang makan loh, minum susu ini supaya kamu nggak terlalu lemas!" ujar Istrinya.
"Ogah! Kamu aja yang minum!" bantah Aldo dengan menggelengkan kepalanya.
"Terus kamu maunya minum apa? Apa aku buatin jus saja!" tawar Vega
"Nggak nggak, aku bosan jus, aku mau mimik susu saja!" jawab Aldo sembari menggerakkan alisnya naik turun.
"Lah ini susunya sudah aku buatin, minta susu yang mana lagi!" tanya Vega serius.
"Minta susu yang itu!" tunjuk Aldo pada buah dada Istrinya.
Vega memperhatikan arah mata suami brondongnya, mata itu tertuju pada dua buah dadanya yang berada tepat di hadapan Aldo.
Vega menutupi kedua gunung kembar miliknya sembari menutup mata Aldo dengan telapak tangannya.
Aldo terkekeh dan meraih tangan istrinya.
__ADS_1
"Ih...kamu tuh ya! Udah ayo kita berangkat!" ucap Vega tersipu malu.
"Entar dulu dong, sun dikit!" pinta Aldo sambil menundukkan wajahnya pada wajah Vega.
Vega tersenyum dan mengalungkan tangannya pada leher Aldo. Aldo bersiap menerima ciuman dari sang istri, Vega mulai mendekati pipi Aldo dan bersiap mencium pipinya.
Namun tiba-tiba saja Aldo menghadapkan wajahnya dan tentu saja bukan pipi Aldo yang terkena kecupan bibir Vega, melainkan bibirnya.
Vega membulatkan matanya saat bibir Aldo yang menyentuh bibirnya. Bukannya melepaskan Aldo justru semakin dalam menautkan bibir mereka, sejenak Aldo dan Vega terbius oleh suasana yang mereka ciptakan, Aldo mellumat bibir Vega begitu dalam, sehingga membuat Vega terpejam merasakan sentuhan itu begitu nikmat.
Nafas Vega mulai tersengal, dengan cepat Vega mendorong tubuh Aldo yang mendekap Vega begitu erat, membuat Aldo melepaskan ciumannya yang mulai nakal itu.
"Aldo stop! Ayo cepat kita berangkat!" ucap Vega sembari menghapus bekas lipstiknya yang menempel pada bibir Aldo.
Aldo menundukkan wajahnya dan menghela nafasnya, kemudian perlahan ia melepaskan tangannya dari tubuh istrinya.
"Oke... kita berangkat, makasih sayang atas ciumannya, ini semangat untuk Aldo, hmm...manis sekali!" ucap Aldo sembari beranjak mengambil tas ranselnya dan segera berangkat ke sekolah.
Aldo mengendarai motor kesayangannya, Ia berangkat lebih dulu, kemudian baru Vega keluar dari rumah dan membawa mobilnya untuk berangkat ke sekolah.
Tampaknya ada seseorang yang memperhatikan mereka dari jauh.
"Hmm...jadi mereka berdua tinggal satu atap, benar-benar memalukan, aku harus lapor segera kepada kepala sekolah tentang hubungan mereka yang ternyata pasangan kumpul kebo" ucap lirih seorang pria berambut plontos itu.
Setelah beberapa menit, akhirnya Aldo tiba di sekolah, seperti biasa pagi ini Aldo di sambut oleh Boni dan Ruli yang tampak senyum-senyum di depan kelas. Sedangkan Aldo tampak masih terlihat sedikit lemas, letih dan lesu.
"Woi Aldo! Eh tumben Lu kayak nggak bertulang gitu? Elu sakit?" tanya Boni yang heran melihat Aldo yang terlihat tak bergairah.
"Eh bener tuh kata Boni, Elu kenapa Bro! Elu sakit?" tanya Ruli yang memperhatikan muka Aldo yang kelihatan sedikit pucat.
"Nggak tahu nih, akhir-akhir ini gue sering banget mual muntah, udah gitu kepala pusing banget!" Jawab Aldo menjelaskan.
"Masuk angin kali? Elu udah periksa ke dokter?" tanya Ruli
"Belum sih, rencananya nanti pulang sekolah, gue akan ke dokter!" balas Aldo.
"Elu belum sarapan kali?" tanya Boni.
"Emang enggak!" jawab Aldo singkat.
"Nah itu! Mungkin Elu belom sarapan, udah ke kantin sana, makan dulu sebelum bel berbunyi, Lumayan masih lima belas menit lagi masuk" ucap Ruli.
__ADS_1
"Gue nggak mau sarapan, bawaannya pingin muntah aja kalau nyium makanan" ku jawab Aldo
"Weh...kok bisa gitu? Elu sakit mag kali?" ucap Boni menebak
"Gue sendiri juga nggak tahu, kenapa tiba-tiba saja perut ini mual banget, apalagi nyium bau orang masak, apalagi nyium bau Elu" jawab Aldo Sambil menggoda Boni.
"Ah... Kamvret Lu, gini-gini wangi terus lah njirrr!" balas Boni tak terima.
Aldo terkekeh dan dirinya melihat Ruli yang terlihat diam tanpa sepatah katapun. Aldo memperhatikan mimik wajah Ruli yang terlihat cemas.
"Elu kenapa bro! Tumben diem mulu, biasanya paling jreng... Apa Elu nggak dikasih sama Riris?" bisik Aldo
Ruli tersenyum dan mengusap wajahnya kasar.
"Gue khawatir dengan keadaan Riris!" jawab Ruli
"Emangnya kenapa cewek Lu?" tanya Aldo menelisik.
"Dari kemarin dia nggak mau makan, perutnya selalu merasa ingin muntah kayak Elu, dengar Elu cerita gue ingat sama cewe gue!" jawab Ruli.
"Wah kebanyakan nyolok kali Elu!" bisik Aldo sembari cekikikan.
"Ah masa sih, nggak lah, kita libur dulu pas ujian ini, entar dilanjut setelah selesai ujian, kemarin dia ngeluh gitu sama gue!" jawab Ruli.
Tiba-tiba saja Riris datang menghampiri Ruli yang sedang bersama Aldo dan Boni.
"Ruli! Gue mau bicara sama Elu!" seru Riris kepada Ruli
"Ada apa?" tanya Ruli sembari beranjak menghampiri Riris yang tampak cemas.
"Ayo ikut gue!" Riris menggandeng tangan Ruli dan membawanya ke suatu tempat.
"Eh si Ruli dan Riris kenapa tuh?" tanya Boni penasaran.
"Mana gue tahu!" jawab Aldo sembari melihat Riris yang tampak serius membawa Ruli bersamanya.
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥
...Si Riris mau ngomong apa sama Ruli?🤔...
__ADS_1