Bu Guru AKU PADAMU

Bu Guru AKU PADAMU
Pesan terakhir


__ADS_3

Malam itu juga Arsen tidak bisa tenang, dirinya merasa bimbang seusai Aldo menyatakan bahwa dirinya adalah adik kandung nya, belum lagi bukti yang Aldo berikan, sebuah foto keluarga yang terpampang jelas ada foto Baron dan Nancy tatkala masih muda, beserta dua orang anak laki-laki yang tampak tersenyum menghadap kamera.


Arsen tidak bisa berkata apa-apa, dirinya perlahan mulai percaya bahwa apa yang dikatakan Aldo adalah sebuah kebenaran.


"Jika Aldo memang adik kandungku, bagaimana bisa aku menjalani pernikahan dengan wanita yang dicintai oleh adikku sendiri, Ya Tuhan kenapa ini harus terjadi"


Arsen tampak gelisah dan tidak percaya bahwa dirinya dan Aldo mencintai satu orang wanita, terlihat Baron sang ayah datang ke kamar Arsen dan menghampiri putranya yang belum memejamkan mata sama sekali.


"Arsen, apa yang kau pikirkan?" tanya Baron penasaran, dirinya melihat Arsen yang tampak gelisah dan kalut.


"Papa... Kenapa papa belum tidur juga, Arsen belum mengantuk" balas Arsen


"Tadi...Papa tidak sengaja ke dapur, Papa lihat pintu kamarmu masih terbuka, lantas Papa masuk, dan ternyata kamu belum tidur" balas Baron sambil duduk di sofa


"Kamu kenapa? Kelihatannya ada yang kamu pikirkan?" tanya Baron menelisik.


Tampaknya Arsen harus menanyakan hal ini secara langsung kepada Baron, terlihat Arsen memberikan foto yang diberikan oleh Aldo kepada Baron.


"Apa ini?" tanya Baron penasaran.


"Papa lihat saja?"


Lantas Baron melihat foto dirinya bersama Nancy dan kedua anaknya, Baron sang terkejut darimana Arsen mendapatkan foto itu.


"Dua anak itu, Arsen dan Alfian kan Pa? dan wanita itu yang tak lain adalah ibu Aldo atau Alfian, juga termasuk ibu Arsen! Apa benar seperti itu Pa?" desak Arsen kepada Baron.


Baron berdiri dan menghela nafasnya saat ia tahu bahwa foto tersebut adalah dirinya dan keluarganya.

__ADS_1


"Darimana kamu dapatkan foto itu?" tanya Baron sembari meletakkan dua tangannya ke belakang.


"Tadi Aldo datang kesini, dan dia memberikan foto ini, Aldo adalah Alfian, adik kandung Arsen" jawab Arsen lemah.


"Dugaanku benar, ternyata pemuda itu adalah Alfian, akhirnya Papa bisa menemukan Mama dan Adikmu" ucapan Baron membuat Arsen bertambah yakin jika Aldo adalah adik kandungnya.


"Dengarkan Papa Arsen, maafkan Papa jika selama ini Papa sudah menyembunyikan rahasia ini darimu, sekarang Papa sudah mengetahui semuanya, Papa sangat menyesal telah meninggalkan Nancy dan Alfian, ternyata Papa sudah salah menduga, Nancy Mamamu tidak bersalah, dia hanya difitnah oleh nenekmu" sesal Baron


"Difitnah Pa? Maksudnya?" tanya Arsen penasaran


"Iya ...dulu Mama mu menjadi general manager di perusahaan Papa, entah kenapa tiba-tiba ada berita yang menyatakan perusahaan Papa merugi hingga miliaran rupiah, dan itu membuat Papa marah sekali, hingga semua bukti menyudutkan mamamu yang telah menggelapkan uang perusahaan, disitulah Papa percaya begitu saja tanpa mencari buktinya terlebih dahulu, Papa langsung menggugat cerai Mamamu, dan akhirnya kami berpisah, kau bersama Papa dan Alfian ikut dengan Nancy, hingga sampai sekarang, baru kami bertemu kemarin, disitu papa yakin jika Aldo adalah Alfian, adikmu sendiri" penjelasan Baron membuat Arsen seketika lemas.


Bagaimana tidak, besok adalah hari pernikahan Arsen dan Vega, sementara Arsen merasa Vega sudah tidak mencintainya lagi, tapi ia memaksakan diri untuk menikahi Vega, sementara dirinya dibuat cemburu oleh adik kandung nya sendiri yang tak lain adalah Aldo.


"Apakah pernikahan ini akan tetap berlangsung? Tapi aku bimbang Pa? Aku ingin membatalkan saja pernikahan ini, Arsen tidak bisa jika harus menikah dengan wanita yang sudah tidak mencintai Arsen, Vega mencintai Aldo Pa, pun sebaliknya Aldo juga mencintai Vega, katakan Pa? apa yang harus Arsen lakukan?" ucap Arsen yang diliputi penuh perasaan gelisah.


"Kau jangan bodoh Arsen, pernikahan ini sudah dipersiapkan matang-matang oleh keluarga Javier, jika kamu membatalkannya, kasihan mereka, pasti mereka sangat malu" ujar Baron sedikit tegas


"Saran Papa, tetap nikahi gadis itu, lambat laun Vega pasti bisa melupakan Aldo, jauhkan mereka berdua agar tidak bisa bertemu lagi, kalau kamu membatalkan pernikahan ini, apa kamu tidak kasihan kepada keluarga Vega? Pasti mereka kecewa sekali kepadamu!" ucap Baron yang mulai di mengerti oleh Arsen.


Sejenak Arsen berfikir, dan sepanjang malam itu Arsen menimbang kembali keputusannya, hingga akhirnya tercetus ide dalam benaknya.


"Baiklah pernikahan itu akan tetap terjadi! Aku akan tetap datang ke pernikahan itu, dan aku sudah yakin dengan keputusan ku kali ini, keputusanku ini sudah tepat, dan ini akan adil untuk semua, untuk Vega, aku dan Aldo." pikir Arsen.


Dan malam itu juga, Aldo dan Vega sama-sama tidak bisa tidur, Aldo sengaja mengirimkan pesan kepada Vega dan memberinya selamat.


"Klunting"

__ADS_1


Suara notif pesan dari ponsel Vega. Lantas Vega segera mengambil ponselnya yang ia letakkan di atas meja kecil dalam kamarnya.


"Aldo!"


Mendadak wajahnya sumringah saat ia mengetahui jika Aldo mengirimkan pesan untuknya.


"Selamat ya Bu Vega, maaf Aldo tidak bisa memberi kado apa-apa, hanya ucapan doa semoga Bu Vega dan Mas Arsen hidup bahagia selamanya, dan semoga Bu Vega selalu mendapatkan kebahagiaan bersama mas Arsen, Aldo yakin sekali, mas Arsen akan selalu membahagiakan Bu Vega"


Vega menangis sesaat ia membaca pesan dari Aldo, jujur dalam hati Vega, dirinya tak sanggup jika harus menikah dengan Arsen, karena hatinya kini hanya terpatri nama Aldo seorang. Lantas Vega mengirim balasan untuk Aldo.


"Aldo, jika saja aku bisa memutar waktu, aku tidak akan memilih bertemu denganmu, mengenalmu membuatku terjatuh dalam jerat cinta yang tak bisa aku lepaskan, kau memang muridku, tapi bagiku kau adalah pilihan hatiku, aku mencintaimu Aldo, maafkan aku baru bisa mengatakan ini kepadamu, terima kasih untuk ucapan selamat nya, tapi aku tidak bisa yakin jika aku akan bahagia bersama Arsen"


"Send"


"Klunting" notif dari ponsel Aldo.


Aldo kemudian membuka pesan balasan dari Vega, Aldo tampak berkaca-kaca, wajah tampannya kini dihiasi dengan awan gelap yang siap menumpahkan airnya kapan saja. Lantas Aldo juga mengirim balasan untuk Vega untuk yang terakhir kali


"Untuk yang terakhir kalinya, Izinkan Aldo untuk mengutarakan sesuatu kepada Bu Vega, bahwa Aldo sudah jatuh cinta kepada guru Fisika Aldo saat pertama kali kita bertemu, Bu Vega sudah membuat Aldo merasa, hidup adalah sebuah perjuangan, tidak ada kata sulit, selagi kita mau berusaha, seperti yang sudah Bu Vega ajarkan kepada Aldo, terima kasih dengan kehadiran Bu Vega, Aldo menjadi tahu apa itu cinta, disaat kita meyakinkan hati kepada satu orang, mencintainya dalam doa dan selalu mengharapkan kebaikan untuk dirinya, itulah cinta sejati...yang sudah Aldo rasakan kepada Bu Vega....Aldo cinta Bu Vega"


"Send"


"Klunting" notif Ponsel Vega.


Vega membuka pesan terakhir dari Aldo, dirinya tak kuasa lagi membendung air matanya, Vega tidak bisa berkata apa-apa, mungkin ini sudah suratan dari yang maha kuasa.


BERSAMBUNG

__ADS_1


🔥🔥🔥🔥🔥


...NAH LOH...GIMANA NIH🤭...


__ADS_2