
Malam itu, setelah Arsen melakukan pertemuan dengan kliennya yang di Batam, lantas ia segera menuju ke hotel tempat ia menginap. Arsen segera meletakkan ponsel dan melepas jasnya, kemudian dirinya segera pergi menuju kamar mandi.
Saat Arsen tengah mandi, nyatanya ponsel yang ia letakkan diatas nakas berdering. Setelah beberapa saat Arsen keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk yang ia lilitkan di area tubuh bagian bawah.
Arsen menuju lemari pakaian dan hendak mencari baju untuk Ia pakai. Namun pandangannya di kejutan dengan ponselnya yang terus menyala. Kemudian Arsen mengambil ponselnya dan mengecek siapa yang sudah mengirim pesan untuknya, yang dikhawatirkan dirinya adalah bila saja klien tengah mencarinya.
Arsen membuka layar ponselnya, dirinya mendapati banyak pesan dari berbagai klien dan kolega bisnisnya. Satu persatu Arsen membuka satu persatu pesan dan membalas nya sembari dirinya duduk di atas tempat tidur.
Setelah semua pesan terbalas, tampaknya Arsen mengerutkan dahinya saat menemukan pesan dari Ocha.
"Ocha? Ngapain dia kirim pesan?" tanya Arsen curiga, karena selama ini Ocha jarang kirim pesan, tiba-tiba saja ada pesan sebuah Video, Arsen melihat isi video yang dikirimkan Ocha.
"Deg"
Setelah beberapa menit Arsen melihat isi video itu, tampak kedua tangannya mengepal erat, rahang nya mengerat, terlihat dari sorot matanya yang ada kemarahan disana.
Tanpa banyak bicara Arsen menggelengkan kepalanya, lantas dirinya segera menghubungi kliennya yang berada di Batam untuk menunda dulu sementara proyek yang akan mereka rencanakan.
"Halo Pak Bryan, ini Arsen! Maaf untuk sementara kita tunda dulu rencana proyek kita, hari ini saya mau terbang ke Jakarta, ada hal yang sangat penting yang harus saya selesaikan secepatnya" seru Arsen dalam ponselnya.
"Oke, tidak masalah Pak...Kita masih punya waktu satu minggu untuk memastikannya, semoga saja dalam waktu seminggu ini Pak Arsen bisa segera menyelesaikan urusan bapak, jika tidak maka kita akan kehilangan kesempatan tersebut" jawab pak Bryan mengingatkan.
"Baik pak, secepatnya pasti saya akan menyelesaikan urusan saya" balas Arsen
Kemudian Arsen memesan tiket terbang ke Jakarta malam ini. Dengan tatapan nanarnya, Arsen akan mempercepat pernikahan nya dengan Vega, sebelum hubungan Aldo dan Vega semakin dekat.
"Sebelum mereka terbiasa dengan kenyamanan nya masing-masing, Aku harus segera menghentikan nya. Ini adalah sebuah pertanda buruk, jika aku biarkan Aldo dekat dengan Vega, maka tidak menutup kemungkinan mereka akan terjebak dengan perasaan masing-masing." gumam Arsen serius
Dan malam ini juga Arsen bersiap terbang ke Jakarta.
******
__ADS_1
Sementara di rumah, Vega tampak memandang ke langit yang terlihat cahaya bulan yang tertutup awan, sementara dirinya tengah duduk di kursi depan rumah sembari mengecek persiapan lomba fisika lusa nanti. Sonia melihat putrinya tengah terganggu konsentrasi nya dengan pemandangan langit malam ini.
"Kenapa aku tidak bisa melupakan Aldo? Apa aku sudah mulai menyukainya, ah...Ini tidak mungkin, ini tidak boleh, Vega jangan rusak kepercayaan Arsen kepadamu, Arsen sangat mengharapkanmu menjadi istrinya" gumam Vega dengan tangan yang masih memegang ballpoint dan selembar kertas.
"Kenapa aku jadi ragu untuk menikah dengan mas Arsen? Apa ini gara-gara perasaanku kepada Aldo, Oh ya ampun...Apa yang sudah merasuki diriku, perasaanku kepada Aldo lebih besar daripada kepada Mas Arsen, apa ini artinya aku sudah tidak mencintai Mas Arsen lagi?" ucap Vega lirih.
Tiba-tiba Sonia tak sengaja mendengarkan ucapan Vega. Lantas Sonia menghampiri Vega dan duduk disamping Vega.
"Apa yang kamu pikirkan Vega?" tanya Sonia menyelidik.
"Mama!" jawab Vega kaget.
"Ini Ma, Vega lagi mempersiapkan untuk lomba Fisika lusa nanti" jawab Vega gugup.
"Kamu yakin? Apa bukan hal yang lain yang kamu pikirkan?" tanya Sonia sekali lagi.
"Maksud Mama?" balas Vega terkejut.
"Aldo? Dia...Dia adalah murid Vega, dia siswa kelas 12 dan sebentar lagi akan lulus" jawab Vega seadanya.
Lantas Sonia segera mendekati Vega dan mencoba bertanya kepada putri sulungnya itu tentang siapa sosok Also, sehingga membuat sang putri menjadi sedikit terganggu.
"Vega...Kamu tahu betul Mama seperti apa, Mama pasti dengan segera mengetahui apapun yang terjadi pada kedua putri Mama."
"Deg"
Vega merasa gugup jika saja Sonia mengetahui perasaan Vega yang sebenarnya.
"Vega! Katakan pada Mama, siapa Aldo itu? kenapa kamu menyebut namanya dan Mama lihat kamu seolah menyukainya" seru Sonia.
Vega tampak terkesiap dengan apa yang disampaikan Sonia kepadanya.
__ADS_1
"Apa maksud Mama? Vega tidak mengerti!" bantah Vega
"Vega! Kamu anak Mama, Mama tahu betul apa yang terjadi pada anak Mama! Katakan pada Mama, apa kamu mencintai Aldo?" pertanyaan Sonia membuat Vega salah tingkah dan semakin gugup.
"Kenapa Mama bisa berfikiran seperti itu? Tidak mungkin Vega mencintai murid Vega sendiri, apa lagi Vega akan menikah dengan Mas Arsen " balas Vega.
"Tapi Mama yakin kamu menaruh hati pada muridmu itu, kamu tidak bisa membohongi Mama, katakan apa itu benar?" desak Sonia agar Vega mau berterus terang.
Vega semakin tersudut atas pertanyaan Sonia, ia sendiri tak bisa memungkiri bahwa dirinya mulai mencintai Aldo.
"Entahlah Ma, Vega sendiri juga tak tahu apa yang terjadi pada Vega, tiba-tiba saja Vega merasa ada sesuatu yang berbeda saat Vega bersama Aldo, dia anak yang baik, sopan meskipun sedikit somplak, tapi Aldo membuat Vega selalu tersenyum, selalu bahagia" jawab Vega penuh dilema.
Kemudian Sonia mulai menatap dalam-dalam wajah sang putri.
"Vega! Tanyakan pada hati kecilmu, siapa diantara Aldo atau Arsen yang paling kamu cintai, jangan membuat dirimu terkena dalam cinta segitiga, kamu harus segera memutuskan...Antara melanjutkan pernikahan dengan Arsen atau memilih Aldo, siswa SMA mu itu" seru Sonia yang membuat Vega semakin dibuat pusing
"Vega! Sebelum terlambat kamu mengarungi bahtera rumah tangga dengan Arsen, ada baiknya kamu menimbang dulu perasaanmu, sebelum janur kuning melengkung kau harus segera memutuskannya." ucapan Sonia membuat Vega dibuat dilema yang cukup berat.
"Kalau aku menikah dengan Mas Arsen, apa yang akan terjadi padaku? Pernikahan itu tidak akan bahagia, jika salah satu hati terbagi menjadi 2, lantas bagaimana dengan Mas Arsen tanpa diriku?" gumam Vega lirih
"Tidak, aku tidak boleh tergoda , aku akan tetap melakukan sesuai kata hatiku" ucap Vega lirih.
"Kau harus memutuskan dengan segera Vega!" seru Sonia sembari beranjak di hadapan Vega.
"Bagaimana Vega? Apa kau sudah bisa memutuskannya segera" seru Sonia harap-harap cemas. Sejenak Vega berpikir dan menghela nafas panjangnya.
"Baiklah Ma...Vega Sudah memutuskan" seru Vega dengan senyum paksanya.
BERSAMBUNG
❤❤❤❤❤
__ADS_1
...Apa yang akan terjadi selanjtnya dengan Vega dan Aldo?...