Bu Guru AKU PADAMU

Bu Guru AKU PADAMU
Siuman


__ADS_3

Bima tampaknya curiga melihat sikap aneh Rima, kemudian Bima mendesak Rima untuk mengatakan sejujurnya apa yang Ia ketahui Ia ketahui tentang Aldo dan Vega.


"Katakan pada Bapak! Apa yang kamu ketahui tentang Aldo dan Bu Vega? Katakan?" Bima menatap Rima dengan serius.


"Sa...saya tidak tahu apa-apa pak!" sanggah gadis berambut ikal itu.


"Aku tahu kamu pasti menyembunyikan sesuatu, iya kan?" desak Bima yang semakin memaksa Rima untuk berkata jujur.


"Be...benar Pak, saya tidak tahu apa-apa" jawabnya lagi.


Kemudian Riris mencoba membujuk Bima agar tidak menanyakan hal itu lagi kepada Rima, karena Riris yakin Rima banyak sedikit mengetahui hubungan Aldo dan Vega.


"Sudahlah Om, mungkin Rima memang tidak tahu apa-apa, lebih baik kita pergi dari sini, kita obati dulu luka Om, ayo Om" seru Riris mengajak Bima untuk segera pergi.


Riris memberi kode kepada Rima untuk segera pergi dari sana, dan Rima pun mengerti maksud Riris. Rima segera pergi dari tempat itu, sementara itu siswa-siswa yang menyaksikan kejadian itu tampak mulai bubar.


Sementara itu Aldo membawa Vega ke ruang UKS, kemudian ia menidurkan Vega pada tempat tidur.


"Bu Vega kenapa Do?" tanya seorang guru Aldo yang menjadi penjaga UKS, Bu Leli.


"Bu Vega pingsan, tolong buat Bu Vega sadar Bu, pliis!" pinta Aldo supaya Bu Leli bisa menolong Vega agar sadar dari pingsannya.


"Kamu mending diluar dulu ajah! Bukannya sekarang kamu harus ikut ujian?" tanya bu Leli.


"Tapi beneran ya Bu? Ibu bantuin Bu Vega supaya cepat sadar!" Aldo terlihat sangat khawatir.


"Iya iya kamu nggak usah khawatir lagian Bu Vega kenapa bisa pingsan begitu? Pasti kamu sudah mengerjainya, iya kan!" kata Bu Leli menebak.


"Ya...Bu Leli gimana sih! Aldo yang nolongin kok Aldo yang disalahin" balas Aldo tidak terima.


"Kan biasanya kamu yang bikin ulah, sudah masuk kelas sana!" Bu Leli segera menyuruh Aldo untuk keluar dari ruang UKS.


Akhirnya Aldo keluar dari ruang UKS, Aldo tampak gelisah menunggu Vega sadar, terlihat Ruli dan Boni yang juga bersama Aldo.


Tiba-tiba saja bel masuk kelas telah berbunyi, semua siswa kelas 12 diharapkan masuk ke dalam ruang ujian.


"Ayo Do! Kita masuk kelas!" ajak Ruli kepada sahabatnya itu.

__ADS_1


"Tapi Bu Vega?"


"Sudahlah Bu Vega aman disini, udah ada Bu Leli yang jaga, ini hari terakhir kita ujian, ayok!" ucap Ruli mencoba menenangkan Aldo.


"Oke deh" Aldo menyetujui untuk segera masuk ke dalam kelas, sebelum pergi Aldo melihat Vega lewat jendela, Ia melihat Vega yang tampak masih terpejam.


"Aku pergi ke kelas dulu sayang! Semoga kamu cepat siuman, nanti aku kesini lagi!" gumam Aldo sembari meninggalkan ruang UKS.


Dan tiba-tiba saja kepala sekolah menghadang jalan Aldo.


"Eh..eh..Pak kepala sekolah! Selamat pagi Pak!" sapa Aldo sembari tersenyum.


Ruli dan Boni sudah mempunyai perasaan yang tidak enak, pasti Aldo mendapat masalah gara-gara insiden tadi pagi. Keduanya saling menatap curiga.


"Aldo! Setelah kamu mengikuti ujian hari ini, kamu datang ke kantor bapak, ada sesuatu yang harus kita bicarakan!" ucap kepala sekolah.


"Baik Pak!"


Kepala sekolah segera pergi meninggalkan Aldo dan kawan-kawan, Aldo tampak mengerutkan keningnya, dia sudah mengerti kenapa kepala sekolah tiba-tiba memanggilnya, pasti karena kejadian pagi ini yang sudah menggemparkan warga sekolah.


"Sabar Do! Kita bakal bela Elu!" ucap Ruli sembari menepuk bahu Aldo.


"Thanks bro, tapi gue yakin pasti gue bisa mengahadapi masalah ini" jawabnya optimis.


Dan akhirnya Aldo masuk ke dalam ruang ujian, Ia harus menyelesaikan ujian nya yang terakhir, dan setelah itu tinggal menunggu keputusan tentang kelulusan Aldo.


Di ruang UKS


Setelah di beri aroma minyak kayu putih, akhirnya Vega tersadar dari pingsannya, dirinya tampak memegang kepalanya yang masih terasa berat, dan kemudian duduk bersandar dinding ruangan.


"Bu Vega sudah siuman! Syukurlah" Bu Leli terlihat senang melihat Vega sudah tersadar.


"Kenapa saya berada di sini Bu?" Vega masih kebingungan bagaimana bisa dirinya tidur di ruang UKS.


"Tadi Bu Vega pingsan! Aldo yang membawa Bu Vega kemari?" jawab Bu Leli.


"Pingsan?" Vega mengingat kembali kejadian terakhir sebelum dirinya pingsan.

__ADS_1


"Astaga! Iya saya ingat sekarang, saya tadi pingsan di depan kelas 12, sekarang Aldo dimana Bu?" tanya Vega yang juga mengkhawatirkan keadaan suaminya.


"Aldo sekarang sedang di ruang ujian!' jawab Bu Leli.


"Terus pak Bima bagaimana Bu?" tanya Vega yang penasaran bagaimana reaksi Bima setelah dipukuli oleh suami brondongnnya itu.


"Sepertinya pak Bima sudah melaporkan Aldo kepada kepala sekolah! Saya dengar nanti seusai Aldo mengikuti ujian, kepala sekolah menyuruh Aldo untuk datang ke ruangannya, mungkin untuk di sidang kali Bu, hmm...Aldo memang dari dulu suka bikin masalah" ungkap Bu Leli.


Vega tampak terdiam, dirinya tidak mungkin bilang kepada Bu Leli jika Aldo adalah suaminya.


"Aldo itu anaknya emang suka gitu, tapi sebenarnya dia baik, suka nolongin gurunya yang sedang susah, pernah tuh si Aldo nolongin saya pas lagi nggak ada yang jemput, dia boncengin saya pakai motor sport nya itu Bu, tapi Astaghfirullah...kapok saya Bu! Aldo kalau bonceng kenceng banget, wuzzzz..., pegangan erat lah saya pada pinggang Aldo, sampai sanggul saya ini berantakan tahu nggak sih Bu, ya ampun pas udah nyampe rumah, di ketawain suami saya Bu" ungkap Bu Leli saat pengalaman dirinya diantar Aldo pulang.


Vega tertawa kecil, Ia bisa bayangkan bagaimana sanggul Bu Leli yang berantakan terkena terpaan angin. Bagaimana tidak, Aldo adalah anak racing yang tentunya pasti sangat cepat dirinya berkendara.


"Setelah saya bercermin, Astaga... rambut saya mirip sekali dengan sarang burung Manyar, hmm si Aldo saya cubitin Bu, gemes saya tuh!" Bu Leli tampak terkekeh saat bercerita tentang murid somplak nya itu.


"Sekarang Bu Vega minum dulu ya!" Bu Leli memberikan segelas air putih kepada Vega.


"Terima kasih Bu Leli"


Kemudian Vega meminumnya, setelah itu Vega mulai beranjak turun dari tempat tidur.


"Bu Vega mau kemana? Bu Vega disini saja, kelihatannya Bu Vega masih lemas, pucat loh Bu Vega ini" tanya Bu Leli.


Vega tampak mengusap wajahnya yang menurut Bu Leli terlihat pucat.


"Mungkin saya kurang darah Bu" jawabnya mengelak.


"Kalau saya perhatikan Bu Vega bukan hanya kurang darah, Bu Vega hamil ya!" ucap Bu Leli menebak.


Apa yang dikatakan Bu Leli sontak membuat Vega sangat terkejut.


"Maksud Bu Leli apa?" Vega mencoba menerka apa yang akan dikatakan oleh Bu Leli.


"Bu Vega! Saya tuh udah 3 kali beranak, jadi saya tahu ciri-ciri wanita hamil itu seperti apa, salah satunya ya Bu Vega ini!" celetuk Bu Leli yang membuat Vega terdiam.


BERSAMBUNG

__ADS_1


🔥🔥🔥🔥🔥


...Kira-kira nanti Aldo sama Vega ngaku nggak ya? Kalau mereka itu suami istri? 🤔...


__ADS_2