
Setelah melewati pertempuran sengit itu, akhirnya Aldo dan Vega memakai bajunya masing-masing, tampaknya mereka sudah merasa kelaparan.
"Ayo kita pulang! Aku sudah lapar sekali!" seru Aldo sambil merapikan kemejanya. Sementara Vega masih merapikan dress dan menyisir rambutnya yang terlihat basah itu.
"Hmm...aku juga lapar banget, tenagaku benar-benar sudah habis" balas Vega sembari meletakkan sisir itu kembali.
Aldo kemudian mendekati Vega yang sudah terlihat segar. Dengan cepat Aldo mengangkat tubuh istrinya dan membawanya keluar dari kamar tidur. Vega spontan mengalungkan tangannya dan menyandarkan kepalanya pada dada pundak Aldo.
Keduanya terlihat begitu bahagia, Aldo membawa Vega ke dalam mobil, Ia sadar jika Vega pasti sangat kelelahan atas ulahnya.
"Mulai besok, kita akan tinggal di rumah ini, bagaimana? Kau setuju? Mumpung besok hari Minggu, kita prepare untuk kepindahan kita, bagaimana?" tanya Aldo sambil menatap wajah Vega yang berada dalam gendongannya ala -ala bridal style.
"Hmm... aku ikut katamu saja" jawab Vega menyetujui.
Hingga akhirnya mereka berdua tiba pada mobil yang diparkir kan di halaman depan rumah baru mereka.
Aldo menekan tombol sensor mobil, dan akhirnya mobil itu terbuka kuncinya, Aldo dengan segera membawa Vega masuk ke dalam mobil.
Tanpa mereka sadari, Bima yang tak sengaja lewat di depan jalan rumah mereka, melihat Aldo yang tampak sedang menggendong seorang wanita, Bima hanya sekilas melihatnya, Bima memutuskan untuk berhenti di depan rumah itu.
"Bukankah itu Aldo?" Bima terlihat mengernyitkan dahinya.
"Dengan siapa Aldo? Siapa wanita yang di gendongnya?" sejenak Bima bertanya-tanya.
Bima melihat Aldo tengah menggendong seorang wanita yang tengah bergelayut manja, membuat Bima dibuat penasaran.
"Apa jangan-jangan Aldo menjadi gigolo? Oh my God, rupanya tipe anak itu adalah tante-tante, ck ck ck...anak jaman sekarang, suka wanita yang lebih tua, aku harus mengikuti mereka" seru Bima yang menunggu mobil Aldo dan Vega keluar dari halaman rumah.
Setelah mobil Aldo keluar, dengan pelan Bima mengikutinya dari belakang. tampak samar terlihat jika pengemudi itu terlihat mesra sekali, rupanya sang wanita menyandarkan kepalanya pada pundak sang pengemudi.
"Aldo bersama siapa? Wanita itu terlihat mesra sekali dengannya" gumam Bima yang melihat bayangan kemesraan mereka dari belakang.
Sejenak Bima terkejut saat melihat plat mobil yang di kendarai oleh Aldo.
"Tunggu! Bukankah itu mobil milik Bu Vega? Kenapa Aldo yang mengendarai mobil itu, ada apa ini? Ini benar-benar aneh! Aku harus mencari tahu, ada hubungan apa antara Aldo dan wanita yang ku incar, Aldo tidak boleh mendapatkan Bu Vega, atau jangan-jangan wanita yang sedang bersama Aldo adalah Bu Vega?" Bima semakin penasaran, dirinya terus mengikuti mobil Aldo kemana pun mereka pergi.
Hingga akhirnya mobil Aldo berhenti di suatu restoran, namun tiba-tiba Bima mendapati ponselnya berdering.
Bima mengangkat telpon dan melupakan Aldo sejenak. Bima terlihat serius berbicara kepada seseorang melalui ponselnya.
__ADS_1
Sementara itu Vega agaknya tidak menyukai jika Aldo menghentikan mobilnya di restoran itu.
"Jangan disini Do! Aku tidak suka dengan makanannya, kita ke tempat lain saja" ucap Vega yang menolak jika Aldo mengajaknya makan di tempat itu.
"Baiklah, kalau kamu tidak suka, kita cari tempat lain! Kamu ingin makan dimana? Aku akan mengantarkan" balas Aldo yang akan menuruti permintaan istrinya.
"Kita makan nasi Padang saja" jawab Vega yang semangat saat membayangkan nasi Padang yang lezat.
"Okeyy... sayang!" balas Aldo sembari melajukan kembali mobilnya ke jalan raya.
Dan setelah beberapa saat Bima menutup ponselnya dan alangkah terkejutnya saat ia melihat mobil Aldo sudah tidak ada di depannya.
"Loh... Kemana mobil mereka? Sial...Aku kehilangan jejak" umpat nya sambil memukul setir mobil.
Akhirnya Bima pulang dengan perasaan yang penuh tanya besar, bagaimana bisa Aldo memakai mobil milik Vega yang seharusnya Aldo harus mendekatkan dirinya dengan Vega, kenapa justru Aldo yang berusaha mendekati Vega, pikir Bima.
"Aku harus menyelidiki ini semua, bukan tanpa alasan Aldo memakai mobil Bu Vega, atau jangan-jangan mereka punya hubungan lebih dari sekedar murid dan guru? Ini tidak bisa dibiarkan, Bu Vega tidak boleh berhubungan dengan murid nya sendiri, ini pasti akan mempermalukan citra sekolah" ucapnya lirih.
*
*
*
*
"Thanks bro, Elu mau bantuin gue!" ucap Aldo yang melihat Ruli tampak semangat membantu Aldo.
"Yo i... pasti gue akan bantu Elu, Gue senang lihat Elu dan Bu Vega bahagia, doa in gue ya biar cepat ketularan Elu!" balas Ruli.
"Ketularan apaan?" tanya Aldo penasaran.
"Ya...nikah lah!" jawab Ruli yakin.
"Nikah? Nikah sama siapa Lu? Cewek mana yang mau nikah sama tukang celup teh kayak Lu" goda Aldo terkekeh
"Ah...Kamvret Lu! Gue emang suka celup-celup, tapi nggak sembarang cewek yang akan gue nikahin, dodol!" jawab Ruli
"Hmm... Emang Elu mau rencana nikahin siapa?" tanya Aldo penasaran.
__ADS_1
"Riris!" jawabnya singkat.
"Wuidiih... Jangan bilang Elu udah nyolokin tuh si Otong?" sahut Aldo menebak.
"Hehehe... Emang sudah!" Ruli tersenyum puas.
"Dasar gila Lu, cepet banget main timpuk-timpukan, Elu pasti maksa si Riris nih pasti!" sahut Aldo menebak lagi.
"Enak aja, Gue nggak pernah maksa cewek untuk datang kepada Gue, justru dia sendiri yang minta!" ujar Ruli santai.
"Waah... Sama-sama gila njirrr... kalian berdua sama-sama gilanya" tukas Aldo geleng-geleng kepala.
"Itu dia yang bikin gue suka, Riris udah bikin gue klepek-klepek, cuma dia cewek yang bikin otak gue terbang tinggi, gue pasti pertahankan dia" ucap Ruli serius.
"Wuih... ternyata si playboy karatan udah tobat nih keknya" celetuk Aldo yang diiringi tawa mereka berdua.
Tak berselang lama Vega datang membawa dua gelas minuman untuk mereka berdua.
"Eh...Bu Vega!" sapa Ruli kepada Vega yang terlihat sedikit berbeda.
"Ruli! Ayo diminum, terima kasih banyak atas bantuan kamu, ikut kami beberes ke rumah baru kami!" balas Vega tersenyum.
"Nggak apa-apa Bu, saya malah senang bisa bantu Ibu dan Aldo, Oh ya Bu, sebelumnya saya ucapkan selamat untuk pernikahan kalian berdua, semoga kalian berdua langgeng sampai maut memisahkan" ucap Ruli.
"Aamiin... makasih doanya ya! Kami berdua juga minta maaf, sebelumnya sudah menyembunyikan rahasia ini pada kalian!" balas Vega sembari duduk di samping Aldo.
"Hehehe...iya sih Bu, awalnya saya kaget banget kok bisa-bisanya si dodol ini bisa nikahin Bu Vega yang cantik dan anggun, emang Bu Vega lihat apanya sih, nih anak somplak banget loh Bu!" celetuk Ruli yang disambut senyum dari Vega.
"Ahhh...dasar kunyuk! Seenaknya aja, biarpun gue somplak, tapi gue bisa nganu...eh maksudnya bisa mencintai istri Gue dengan tulus" jawab Aldo sembari merangkul pundak Vega.
Mereka terkekeh, saling bercanda dan tertawa, hingga tak terasa ponsel Ruli terdengar berdering.
Ruli melihat layar ponselnya.
"Riris!"
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥
__ADS_1
...Eh...Riris mau ngapain tuh 😁...