
"Ah sudahlah Aldo, jika kamu berpikir Bu Vega mencintai kamu, mana mungkin dia memilih Arsen sebagai calon suaminya, sudah sudah came on came on...bangun dari mimpi mu Do, sekarang cepat berangkat, Bu Vega pasti sudah menunggu mu" seru Nancy
Aldo mulai mengikuti perintah Nancy, dirinya bersiap untuk pergi ke lomba Fisika tersebut. Sementara itu Nancy bersiap untuk mengantarkan Aldo sampai ke sekolah. Di tengah perjalanan Nancy tanpa sengaja menabrak belakang mobil milik seseorang saat berhenti di lampu merah.
"Braakk"
"Ups ... Astaga kok bisa nabrak gitu sih" sesal Nancy karena dirinya tak hati-hati.
"Aduhhh Mama..." ucap Aldo sembari menggelengkan kepalanya.
Lantas Nancy keluar dari mobilnya dan menghampiri pemilik mobil yang baru saja ia tabrak. Si pemilik mobil pun ikut turun melihat apa yang sedang terjadi pada mobil miliknya.
"Maaf Pak, Saya sudah..." belum selesai Nancy berkata, Nancy dikejutkan dengan seseorang yang di masa lalunya. Sementara pria itu menatap kearah Nancy yang tengah menghampirinya.
"Deg"
"Mas Baron!" ucap Nancy lirih, hatinya bergemuruh setelah belasan tahun dirinya berpisah dari mantan suaminya, kini dia harus bertemu kembali dengan masa lalu yang hampir saja ia lupakan.
Baron melepas kacamata hitamnya dan menatap wajah mantan istrinya yang belum banyak berubah.
"Nancy kau!" seru Baron yang juga terkejut melihat mantan istrinya yang sudah belasan tahun tidak bertemu.
Sementara itu Aldo yang lama menunggu, lantas Ia segera turun dari mobilnya dan menghampiri Nancy yang masih berdiri disana.
Aldo berjalan seperti biasa, Ia melihat sang Mama yang tampak terdiam bersama seorang pria.
"Setelah sekian lama aku berusaha melupakannya, kenapa dia hadir lagi di depanku"
"Wajahnya tidak berubah, dia sama seperti dulu saat aku pertama kali bertemu dengannya"
"Tapi kenapa aku masih merasa gugup jika berhadapan dengannya"
"Aku tidak tahu, entah rasa itu hilang atau tidak, tapi aku merasa masih ada getaran yang masih tersisa saat melihat wajahnya"
Dua hati itu saling berbicara, meskipun mulut terkunci tapi batin tak bisa dibohongi, Nancy dan Baron masih saling mencintai.
Tiba-tiba saja keduanya dikejutkan dengan suara Aldo yang memanggil mamanya.
"Ma...Ayo, Aldo udah telat nih" seru Aldo sembari berdiri di belakang Nancy.
__ADS_1
Spontan Baron sangat terkejut saat mendengar pemuda tinggi tegap nan tampan itu memanggil Nancy, Mama.
"Apa dia Alfian anakku, adik Arsen?" gumam Baron penasaran sembari menatap dalam-dalam wajah Aldo.
Lantas Nancy berbalik pada Aldo dan segera mengajak Aldo ke mobil tanpa bicara sepatah katapun pada Baron yang jelas-jelas berada di depannya.
"Ayo kita ke mobil!" ajak Nancy. Tampak Aldo melihat Baron dengan tatapan yang berbeda.
"Siapa laki-laki itu, kenapa dia tidak marah kepada Mama yang sudah menabrak mobilnya" gumam Aldo heran.
Tiba-tiba saja Baron ingin memanggil Nancy beserta pemuda yang sedang bersamanya itu, Baron masih penasaran siapa remaja laki-laki yang sedang bersama Nancy tersebut.
Namun tidak mungkin Baron memanggil mereka berdua, sementara lampu hijau sudah menyala.
"Tin...tin...tin..."
Terdengar bunyi klakson yang saling bersahutan, memaksa Baron untuk segera masuk ke dalam mobilnya.
Nancy sudah berada di dalam mobil, tampak Aldo masih bertanya-tanya tentang siapa pria yang sudah ditabrak mobilnya oleh Nancy, kenapa laki-laki itu tidak minta rugi kepada Nancy, justru mereka berdua saling diam seolah ada sesuatu yang mereka sembunyikan.
"Ma...Siapa sih laki-laki itu? Kenapa dia diam saja saat tahu Mama yang sudah membuat mobilnya rusak" tanya Aldo menyelidik.
"Apa Mama pernah mengenal pria itu sebelumnya?" tanya Aldo menelisik.
"Ya nggak mungkinlah Do, bagaimana bisa Mama kenal sama dia, baru hari ini Mama bertemu dengan orang aneh itu" jawab Nancy mengelak.
"Ohh...gitu" Aldo masih dibuat bertanya-tanya siapa sebenarnya pria itu, kenapa pria itu begitu terkejut saat melihat dirinya bersama Nancy.
"Ada yang Mama sembunyikan dari gue" gumam Aldo sembari melirik Nancy yang tengah konsentrasi nyetir.
******
Setelah beberapa saat, akhirnya mobil Nancy tiba di tempat lomba Aldo, tampak Ocha yang melihat Aldo baru datang bersama Mamanya.
Aldo mulai turun bersama Nancy, sementara Ocha berlari kecil sembari meneriaki nama Aldo. Sang kakak Vega yang di dampingi Arsen tampak gugup melihat Aldo yang baru saja sampai.
"Aldo..." seru Ocha yang sedang menghampiri dirinya. Terlihat Nancy berada disamping Aldo, Nancy hanya sekedar mengantarkan Aldo kr tempat lomba.
"Hai Do, halo tante Nancy apa kabar?" ucap Nancy sembari mencium pipi Nancy.
__ADS_1
"Hai Ocha...tante baik-baik saja, kamu sendiri? Makin cantik saja kamu sekarang" puji Nancy kepada Ocha, yang membuat Ocha tersipu malu.
"Ah tante bisa ajah deh" jawab Ocha malu-malu.
"Ah...Mama si Ocha tuh make upnya doang yang tebel, makanya kelihatan cantik" ledek Aldo sembari mencubit pipi Ocha.
"Awww...dasar somplak, sakit tahu...gue gethok lu" ucap Ocha membalas Aldo dengan mencubit tanganya.
"Eits nggak kena, nggak kena!" Aldo menghindari cubitan Ocha sehingga nampak mereka berdua sangat akrab, Vega yang melihat itu tampak cemberut dan tidak suka jika Aldo bergurau dengan Ocha. Tampak Vega memalingkan pandangannya seolah-olah dirinya tidak memperhatikan mereka berdua.
"Kok aku nggak suka sih melihat mereka berdua sedang bercanda" gumam Vega sembari membuang pandangannya. Arsen yang melihat ekspresi Vega saat melihat Aldo dan Ocha yang sedang bercanda, merasa yakin bahwa kekasihnya itu mulai menyukai Aldo, muridnya sendiri.
"Sepandai apapun kamu menyembunyikan perasaanmu, aku akan tetap bisa mengetahuinya, Vega...Kau sudah melupakan aku, kau sudah tidak mencintaiku lagi, Aldo sudah menggantikan posisiku dalam hatimu" gumam Arsen yang mulai kecewa.
Lantas waktu untuk persiapan lomba telah dimulai, Vega berjalan ke arah Aldo untuk memberikan semangat kepada satu-satunya siswa di sekolahnya yang mengikuti kejuaraan Fisika tahun ini.
Aldo melihat Vega yang mulai datang menghampirinya. Lantas ia segera berhenti bercanda dengan Ocha dan bersiap menyambut kedatangan Vega.
Tampak Ocha dan Arsen yang melihat pemandangan itu, membuat hati mereka begitu teriris, tak dipungkiri ada cemistri diantara Aldo dan Vega, seolah-olah mereka berdua adalah pasangan yang serasi.
"Aldo, ayo kita masuk! Lombanya sudah dimulai" seru Vega sembari menatap bola mata Aldo yang membuatnya rindu.
"Baik Bu Vega" jawab Aldo sembari tersenyum.
"Bu Nancy, apa kabar?" sapa Vega kepada Nancy yang sedari tadi melihat sikap keduanya saat bertemu, sorot mata keduanya tak bisa dibohongi, bahwa Aldo dan Vega saling mencintai.
"Ah...Saya baik Bu Vega, bu Vega saya sangat berterimakasih sekali kepada bu Vega yang sudah mendidik Aldo menjadi lebih baik lagi, saya sangat bersyukur sekarang Aldo bisa mengikuti kejuaran lomba Fisika, mengingat Aldo dulu benci banget dengan pelajaran satu ini" ungkap Nancy.
"Iya bu...Sebenarnya Aldo murid yang cerdas, hanya saja dia malas untuk mencari tahu, saya cuma perantara untuk membawa Aldo menjadi murid yang lebih baik lagi." jawab Vega senang.
"Bu Vega memang baik, pantas saja Aldo tidak bisa melupakan ibu guru!" ucap Nancy yang tidak ia sadari dirinya sudah keceplosan. Sontak membuat Vega terkejut dan bertanya-tanya.
"Apa bu?" tanya Vega sembari mengerutkan dahinya
BERSAMBUNG
❤❤❤❤❤❤
...Hayo loh...Hari pernikahan semakin dekat, identitas Arsen dan Aldo pun semakin terkuak...kira-kira siapakah yang akan menjadi suami Vega?......
__ADS_1
...Tetap beri like komen beri hadiah dan vote kalian ❤...