
Sesaat Aldo melepaskan ciumannya dan saling menempelkan kening mereka berdua. Dengan kedua tangan Vega berada pada dada Aldo yang sedang berdegup kencang. Aldo menangkup wajah Vega dengan kedua tangannya.
Aldo tampaknya sudah tidak sabar untuk mempraktekkan pelajaran dengan gaya dan model baru. Aldo menatap kedua mata Vega dan berbisik lirih.
"Sekarang aja Hm?" ungkap laki-laki yang kini dalam mode on tersebut.
"Sekarang?" jawab Vega yang mulai mengerti maksud suami brondongnya.
Vega terpejam saat tangan Aldo berhasil membuka lilitan handuk yang membalut tubuh seksinya. Dan setelah beberapa detik handuk itu pun teronggok di atas lantai tempat tidur mereka.
Dan kini di depan Aldo terdapat pemandangan yang mampu mengalahkan berbagai pemandangan terindah di dunia, hanya pemandangan sang istri yang tampak polos tak ada sehelai benang pun yang menutupinya disini.
Suasana kamar itu terlihat sedikit temaram, apalagi di dukung efek mendung, sehingga membuat cahaya yang masuk ke dalam kamar, menjadi sangat gelap-gelap romantis.
Vega tak tinggal diam, dirinya pun telah kecanduan setengah mati dengan permainan Aldo yang sudah membuatnya luluh tak berdaya, ingin selalu di sentuh lagi, dan lagi.
Vega perlahan membuka kancing baju Aldo yang tinggal beberapa biji di sana, dan melepaskan seragam putih abu-abu milik sang murid yang kini sudah resmi menjadi suaminya.
Vega mencium dada Aldo, dan memberikan pelajaran baru kepada sang murid tentang memberikan bekas tanda cinta. Aldo di buat melenguuh dan terpejam saat Vega menggigit leher suaminya penuh gairah.
Vega mengisapnya kuat bak Vampir yang sedang mengisap darah korbannya.
"Eh... apa ini, dia menggigit leher gue njirrr, rasanya kayak setrum yang bikin merinding" gumam Aldo sembari meraba punggung Vega yang sangat halus itu.
Setelah beberapa saat Vega melepaskan gigitannya dari leher Aldo yang mulai terlihat bekas stempel cinta milik Vega. Aldo tampak terkejut dengan apa yang baru saja di lakukan oleh Vega.
"Sayang kamu apain leherku?" tanya Aldo yang belum mengerti tentang apa yang sudah Vega lakukan padanya.
"Itu adalah tanda cinta dariku, tanda cinta bahwa dirimu adalah milikku, dan sekarang kau bebas melakukannya atas diriku, di manapun kamu bebas meletakkan tanda cinta itu" ucap Vega sembari menahan rasa yang mendesak-desak di atas perutnya.
"Apa aku boleh membuat satu tanda cinta untukmu" seru Aldo yang ingin mencoba membuat suatu maha karya indah yang sudah Vega ajarkan kepadanya.
"Kenapa kau harus bertanya!" jawab Vega sembari mengalungkan kedua tangannya pada leher Aldo yang berotot.
"Assiiikkkk... tancap gas"
Tanpa pikir panjang Aldo menyusuri daerah leher Vega yang putih, Aldo benar-benar menikmati aroma tubuh istrinya yang begitu memabukkan, dan Aldo pun segera memulai menggigit dan mengisap leher Vega begitu lembut dan penuh gairah. Membuat si empunya semakin tidak bisa mengontrol diri. Vega tampak menikmati setiap cumbuan yang ia dapatkan hari ini.
Tanpa mereka sadari, akhirnya keduanya sama-sama terhempas di atas kasur dengan Aldo yang terus mengisap lembut permukaan leher yang putih mulus itu, tak berhenti di satu tempat, rupanya Aldo menebar warna merah itu di seluruh permukaan dada Vega yang tegak menantang itu.
__ADS_1
Lenguhan dan desaahan manja keluar dari bibir Vega saat dirinya tak kuasa menahan rasa ingin disentuh lebih dalam lagi, namun tampaknya Aldo masih ingin bermain dulu sebelum dirinya benar-benar menenggelamkan kepemilikannya pada tempat seharusnya.
Tak disadari pemanasan itu berlangsung sekitar sepuluh menit, Aldo mencumbui semua permukaan kulit Vega yang benar-benar membuat Aldo ingin menjelajahinya setiap inci tubuh Vega.
"Akkhh... Cepatlah Aldo"
Vega sudah tidak sabar untuk segera merasakan kembali sensasi yang ia rasakan pada malam-malam kemarin.
Rupanya Aldo masih betah berada di atas gundukan yang membuatnya tak bisa untuk tidak mengemmut sesuatu yang kenyal-kenyal itu.
"Akkhhh... mantap lah, kalau gini meskipun seharian nggak keluar kamar, gue betah ajah anjiirrr, nikmat banget dah ah" gumam Aldo sembari memainkan buah ceri itu dengan lidahnya, membuat si empunya semakin membuka kakinya lebar-lebar agar Aldo dengan mudah menyematkan jarum tumpulnya pada tempat yang mulai membasah itu.
Sementara tangan Vega rupanya sudah meraih dede Aldo yang sudah mengeras dan siap meluncur bak roket misi penghancuran Uni Soviet. Siap meledakkan dan mengobrak abrik tempat yang menjadi sasaran utama.
"Aldo... cepatlah, lama banget sih!" pekik Vega yang sudah tidak kuat lagi untuk segera menikmati penyatuan cinta mereka.
Karena Aldo tidak menggubris perkataan istrinya, Vega mengarahkan sendiri kepemilikan Aldo pada tempatnya. Aldo yang mulai merasakan sensasi hangat rupanya ia reflek mendorong tubuhnya pelan-pelan.
"Terus Do..." ucap Vega sembari merasakan sensasi yang luar biasa dari pusat penyatuan itu, denyutan-denyutan itu mulai terasa sangat mendominasi disaat Aldo telah berhasil menenggelamkan dirinya pada tempat yang seharusnya.
Aldo terdiam sejenak setelah beberapa detik jarum tumpul itu menusuk ke dalam perut Vega. Aldo tampak menatap wajah Vega dengan tatapan yang mesra.
"Bukankah ini hal yang luar biasa? Aku masuk ke dalam tubuhmu, apa kamu suka?" ucap Aldo yang membuat Vega semakin tidak sabar.
"Hmmm...sudah jangan banyak bicara, cepetan Do!" pinta Vega agar Aldo cepat menggoyangkan badannya.
"Kamu mau goyangan apa? Goyang ngebor? Goyang ngecor? Goyang patah-patah? Goyang gergaji? Katakan mana yang kamu pilih?" ucap Aldo sambil tersenyum smirk kepada Vega.
"Terserah goyang apa saja yang penting enak" jawab Vega yang sudah tak sabar menunggu terlalu lama Aldo bergoyang.
"Baiklah, semua goyangan akan aku terapkan, kamu siap sayang!" balas Aldo sembari mulai menggoyangkan pinggulnya.
"Wooooowwww... astaga...dia mencengkeram kuat si Otong nih, yeaahhh benar-benar nih istri gue hot banget dah... di luar dia tampak kalem tapi aslinya ganas anjiiirr, bisa-bisa keseleo nih si Otong" gumam Aldo saat goyangannya di imbangi oleh gerakan otot-otot kewanitaan Vega yang mencengkram kuat sesuatu yang sedang memasukinya.
Disaat permainan itu sedang asyik-asyiknya, tiba-tiba saja terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar mereka. Aldo dan Vega sejenak berhenti dengan goyangannya masing-masing.
"Siapa itu?" tanya Aldo.
"Pasti Mama!"
__ADS_1
Tiba-tiba saja terdengar Sonia memanggil anak dan menantunya untuk makan bersama.
"Vega, Aldo...ayo kita makan dulu, Mama udah siapin" seru Sonia dari luar.
"Iya Ma, sebentar lagi kami turun" jawab Vega yang masih berada di bawah Kungkungan Aldo.
"Kita turun dulu, Mama sudah menyiapkan makan malam untuk kita!" ucap Vega yang terpaksa menghentikan aktivitas mereka.
Tiba-tiba saja si Otong melemas dan keluar sendiri dari tempat persembunyiannya.
"Plukkk" si kepala Otong mulai tertunduk lemas.
"Yaaaahhhh... kenapa harus disaat seperti ini gue merasakan kekecewaan, nasibmu tong"
Aldo menghempaskan tubuhnya, sementara Vega beranjak berdiri dan pergi ke kamar mandi.
"Ayo Do, kita makan dulu...!" seru Vega.
"Ah nanggung nih sayang" jawab Aldo
"Salah sendiri dari tadi suruh masukin nggak dimasukin juga, sekarang kita pending dulu nih proyek bikin anaknya, aku mau makan dulu, lapar...ayo dong sayang, cepetan bangun" ucap Vega sembari menarik tangan Aldo untuk bangun dan memakai pakaiannya.
"Iya...Iya..." jawab Aldo
*
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥🔥
*
*
*
*
...Ada kalanya kita dibikin ngakak oleh Aldo, namun ada kalanya juga kita dibikin romantis dan hareudang oleh tingkah suami brondongnnya Bu Vega 🤭🤭...
__ADS_1