
Pagi ini tidak seperti biasanya Aldo bangun lebih pagi, Ia tampak sudah bersiap dan memakai seragam putih abunya. Aldo merapikan bajunya dan berdiri di depan cermin besar di dalam kamar miliknya, sementara pelipisnya masih diplester.
"Hari ini gue harus semangat, demi Mama" ucap Aldo penuh percaya diri, siapa sangka Nancy sudah berada di belakang Aldo, Ia tidak menyadari kedatangan Nancy di dalam kamar.
"Demi Mama atau demi melihat Bu Vega?" celetuk Nancy membuat Aldo terperanjat. Spontan dirinya menoleh kearah Nancy yang tepat berada di belakang Aldo.
"Mama...sejak kapan Mama disini? Ngagetin ajah deh" ucap Aldo malu.
"Sejak kamu pinter bangun pagi, tumben nih anak Mama bangun pagi sekali, Mama nggak mimpi kan?" ucap Nancy sambil memegang kepalanya.
"Ya ampun Mama, lebay banget deh, bangun kesiangan disalahin, bangun pagi katanya tumben, terus Aldo musti gimana dong Ma?"
Nancy mendekati putranya yang terlihat berbeda pagi itu, seragam baju masuk, rambut tertata rapi, membuat Nancy dibuat pangling oleh putranya sendiri, bagaimana tidak sebelumnya Aldo selalu bersikap cuek saat berangkat ke sekolah, dengan baju yang enggan dimasukkan. rambut ala kadarnya, bahkan ia sering memakai ikat kepala di kepalanya.
Namun sekarang berbanding terbalik 180 derajat, Aldo yang dulu terlihat urakan, mendadak ia menjadi murid yang rajin, buku-buku nya sudah lengkap sesuai jadwal, tidak seperti dulu, setiap hari Aldo hanya membawa satu buku tulis, alasannya karena tas yang dibawanya terlalu berat.
Namun sekarang putra Nancy itu lebih rajin dan lebih rapi, sehingga membuat Nancy terheran, Nancy meraskan bau parfum yang sengaja Aldo semprot kan pada tubuhnya.
"Hm...tumben nih wangi, wah ternyata pengaruh Bu Vega sudah berhasil membuat Aldo yang bandel menjadi Aldo yang rajin" itu ungkap Nancy
"Apa sih Ma, memangnya Aldo nggak boleh berubah, Mama terpesona iya kan...iri bilang bos" ucapnya sembari menenteng tas ranselnya untuk dibawa keluar.
"Hah...Aldo_Aldo...kamu tuh ada-ada saja, dasar anak somplak" ucapnya sembari mengikuti Aldo keluar kamar.
Nancy dan Aldo sarapan pagi bersama, keduanya akan menjalankan aktivitas seperti biasa, Nancy hari ini ada rapat di kantor, membuatnya harus cepat menuju kantornya.
"Aldo, ayo segera kita berangkat, hari ini Mama ada rapat penting di kantor" seru Nancy sembari beranjak keluar, sementara Aldo masih duduk di kursinya, menikmati sarapannya sampai habis.
"Aldo... cepat! apa kamu mau ditinggal sama Mama, hmm..." sahut Nancy dari luar.
"Eh...jangan dong Ma, ya nanggung nih Ma, sarapannya tinggal sedikit lagi" sahut Aldo dari dalam, selang beberapa saat Aldo mulai masuk ke dalam mobil, hari ini Aldo tidak bisa menaiki motornya, karena si Merah masih berada di bengkel akibat kecelakaan itu.
Akhirnya Nancy dan Aldo berangkat bersama, selang beberapa menit mereka sudah sampai di sekolah Aldo. Tampak Ocha dan kedua sahabatnya, sedang melihat kedatangan Aldo.
"Eh...itu Aldo bukan sih?" seru Ocha senang.
__ADS_1
"Eh...emang bener tuh si Aldo, weih akhirnya masuk sekolah juga dia" ucap Ruli ikut senang.
"Waah seru nih kalau si Aldo udah masuk sekolah" sambung Boni, siswa berbadan bongsor yang juga merupakan sahabat Aldo.
Akhirnya Aldo turun dari mobil dan kemudian mencium tangan Nancy.
"Aldo masuk dulu Ma?"
"Iya...Mama pergi dulu, jaga dirimu baik-baik, terus nanti kamu pulang bareng siapa, soalnya Mama nggak bisa jemput kamu" seru Nancy.
"Ah...itu sih urusan gampang Ma, entar juga bareng sama anak-anak" jawab Aldo.
"Ya sudah, Mama pergi dulu"
"Iya Ma, hati-hati"
Aldo melihat mobil mamanya melaju di jalan raya, hingga akhirnya mobil sang mama telah hilang dari pandangan nya.
Kemudian Aldo mulai masuk ke halaman sekolahnya. Aldo disambut oleh Ocha, Ruli dan Boni.
"Hai Aldo, wahh udah sehat sekarang!" ucap Ruli.
"Tunggu-tunggu, ada yang beda nih sama Aldo" seru Ruli.
Mereka bertiga memperhatikan penampilan Aldo dari ujung rambut hingga ujung kaki, tak berselang lama terdengar suara cekikikan dari ketiga teman Aldo.
"Woi... ngapain Lu pada ngetawain Gue, ada yang lucu?" gerutu Aldo pada ketiganya.
Tiba-tiba Ruli memegang kening Aldo dan pipi Aldo.
"Udah sembuh kok dia, nggak panas badannya" seru Ruli kepada Ocha dan Boni.
"Apaan sih pegang-pegang" Aldo menepis tangan Ruli yang menyentuh wajahnya.
"Elu sekarang jadi anak yang rajin ya? baju masuk, rambut rapi, tas dibelakang punggung... benar-benar murid yang rajin" ungkap Ruli sambil mengitari Aldo. Sedangkan Ocha dan Boni hanya tertawa kecil.
__ADS_1
"Suka-suka Gue lah, emang nggak boleh, bosen gue jadi anak bandel, sekali-kali bolehlah jadi anak yang rajin dan penurut" ucap Aldo bangga.
"Wahh...gue tahu nih, pasti ini gara-gara Bu Vega, iya kan? ngaku deh Lu" seru Boni sambil menyikut tangan Aldo. Sontak apa yang dikatakan oleh Boni membuat Ocha tertegun.
"Apa hubungannya Aldo sama Kak Vega?" tanya Ocha Penasaran.
"Si Aldo kayaknya naksir tuh sama Bu Vega, hayo ngaku loh" sindir Ruli yang membuat Ocha tiba-tiba pergi meninggalkan mereka.
"Eh...si Ocha kenapa tuh?" tanya Boni yang melihat Ocha meninggalkan mereka bertiga.
"Mene ketehek, cewek tuh suka gitu, dikit-dikit ngambek, dikit-dikit pergi" ucap Aldo cuek.
Sementara itu Ocha terlihat sedih, ternyata selama ini Aldo menaruh hati kepada kakaknya, bukan dirinya.
"Jadi...Aldo suka sama Kak Vega, pantesan aja kak Vega akhir-akhir ini jadi berubah, gue harus ngomong ini kepada kak Arsen, agar Pernikahan mereka secepatnya segera diresmikan, sebelum Aldo terlalu jauh menyukai kak Vega, gue mau Aldo menjadi milik gue, apapun itu, gue harus bisa membuat Aldo dan kak Vega jauh" umpat Ocha kesal.
Dan sementara itu Aldo dan kedua temannya berjalan di sepanjang koridor sekolah, tampak dari kejauhan Vega berjalan menghampiri mereka, Vega baru saja datang, dan Ia masuk ke kantor guru terlebih dahulu, sebelum dirinya mengajar di kelas.
"Eh..eh..Bu Vega tuh, aduh Neng geulis seger banget nih pagi" ucap Ruli yang melihat penampilan Vega yang terlihat cantik dan segar, wajah Vega seperti anak usia remaja, meskipun Vega terpaut 5 tahun lebih tua dari usia Aldo, tapi wajahnya menunjukkan Vega masih berusia 18 tahun.
Tampak Vega mulai mendekat, perasaan Aldo terasa makin berdebar saat Vega berhenti menyapa mereka.
"Aldo...kamu sudah sembuh?" tanya Vega
"Hehe ...iya Bu" jawab Aldo gugup.
"Syukurlah, akhirnya saya bisa mengajarkan Fisika lagi kepadamu!" ucap Vega tersenyum.
"Ya... salaaaaammm, senyumnya bikin meleleh anjirrrr" gumam Aldo senyum-senyum sendiri.
"Do ...Do... Aldo...woi sadar Lu"
Aldo terkejut saat Ruli menepuk pundak Aldo yang nampak senyum-senyum sendiri.
BERSAMBUNG
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️❤️
...KEHEBOHAN ALDO DI SEKOLAH MUNCUL LAGI NIH GENGS🤭...