
Kini akhirnya rumah kecil mereka di hiasi oleh tangis dan tawa seorang bayi laki-laki yang tampan dan mungil, hari itu adalah usia sebulan lebih bayi yang diberi nama Galen Ray Surendra, di panggil baby Galen yang artinya seorang anak laki-laki yang berparas elok, berhati lembut dan agung seperti seorang Raja.
Sepertinya Aldo berusaha menjadi suami sekaligus ayah yang baik untuk baby Galen, terlihat saat Aldo melihat anaknya menangis saat popoknya basah, dengan cekatan Aldo menggantikan popok sang anak.
"Astaga, basah lagi nih anak Papa, sini biar Papa yang gantiin," seru Aldo sembari menggendong sang bayi, sementara Vega masih berada di dalam kamar mandi.
Aldo mulai membuka popoknya yang basah, Aldo pikir itu adalah anaknya hanya pipis, nyatanya sang baby pup di dalam popoknya, dan itu membuat Aldo tampak menutupi hidungnya dengan sapu tangan yang Ia ikat bak seorang ninja, sambil membersihkan pantat anaknya yang terlihat kotor oleh pupnya.
"Asseeeemmm dah ah, nih eek gini amat, mana kecut lagi baunya," kata Aldo saat membersihkan kotoran yang menempel pada pantat anaknya.
Setelah Aldo menyingkirkan kotoran sang anak, dengan piawai nya Dia mengusap pantat sang bayi dengan tisu basah, Aldo tampak serius membersihkannya, tiba-tiba saja Aldo melihat buah salak sang anak yang kelihatan besar. Aldo terlihat tersenyum meskipun mulutnya tertutup oleh sapu tangan yang Ia tutupkan pada mulutnya.
"Widiih ... gede juga nih punya anak Gue, mirip punya Gue dah, mantap dah pinter Kamu Nak, besok kalau dah besar, beuh bakal menjadi pejantan tangguh kamu," ucapnya kepada sang anak sembari memasangkan popok baru, namun sebelum Aldo memakaikan popok itu sampai ke atas, ternyata sang bayi pipis bak air mancur yang muncrat pada wajah Aldo.
Spontan Aldo memejamkan matanya yang perih terkena air pipis dari putranya.
__ADS_1
"Emm ... aduh! muka ganteng Gue ternoda nih ama pipis anak gue," ucapnya sembari meraba-raba tisu basah untuk Ia usapkan pada wajahnya. Dan setelah Aldo mendapatkan tisu basah itu, kemudian Ia segera mengusapkannya pada wajahnya.
Kemudian Aldo kembali menatap wajah sang anak yang tampak comelnya tersenyum, seolah sedang puas sudah mengerjai bapaknya.
"Hmm ... Kamu suka ya lihat wajah ganteng Papa bau pesing, Hmm ... njirrr pesing juga nih pipis," Aldo tampak menghirup aroma air pipis yang tersisa di wajahnya.
Tak berselang lama Vega keluar dari kamar mandi, Ia melihat sang suami yang tampak sedang menggantikan popok sang anak. Vega memperhatikan Aldo dari belakang, Aldo terlihat telaten, meskipun dirinya sedikit heboh saat menggantikan popok anaknya.
"Galen sayang, doakan Papa ya! Supaya Mama mau tidur bareng lagi sama Papa, Kamu nggak kasihan apa sama Papa, setiap hari bobo sendiri digigitin nyamuk, Papa nggak suka bersolo karir, menyedihkan," ucapnya pada sang anak yang kini sudah bisa mengoceh sedikit-sedikit.
"Loh kok malah ngetawain Papa sih Kamu! Beneran nih Papa pingin nangis aja kalau nggak di kasih Mama kamu anu!" ucap Aldo lagi, sembari menggendong bayinya dalam dekapannya, Aldo membalikkan badannya, dilihatnya sang istri yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk yang dililitkan pada tubuhnya.
Aldo yang kurang lebih satu bulan berpisah dengan istrinya, hari itu Dirinya terlihat jreng kembali saat melihat Vega memakai handuk saja.
"Hehehe sayang! Kamu sengaja ya menggodaku?" seru Aldo sembari menatap Vega penuh gairah. Vega berjalan melihat sang putra yang berada di dalam gendongan Aldo. Tampaknya Galen baik-baik saja.
__ADS_1
Tiba-tiba saja Aldo berceletuk.
"Sayang! Apa sudah selesai itunya?" tanyanya malu-malu. Vega tampak mengerutkan dahinya.
"Hmm ... apa maksudmu sayang?"
"Itu ... anu ... em ...." Aldo tampak malu mengatakannya.
"Udah selesai tiga hari yang lalu!" jawaban Vega spontan membuat Aldo tersenyum sumringah.
"Asiiikkkk .... syukurlah, doamu dikabulkan nak! Akhirnya Mamamu selesai juga, dan malam ini Papa mau berkunjung ke sebuah gua," ucapan Aldo membuat Vega menoleh paksa.
"Apa Do? Mengunjungi goa?" Vega tampak membulatkan matanya.
BERSAMBUNG
__ADS_1
🔥🔥🔥🔥🔥