Bu Guru AKU PADAMU

Bu Guru AKU PADAMU
Aldo makin sayang


__ADS_3

Dengan menghela nafasnya Vega mantap memutuskan untuk tetap menikah dengan Arsen.


"Vega akan tetap menikah dengan Mas Arsen Ma, dan Vega akan menjauhi Aldo, ini sudah keputusan Vega" ucap Vega sembari menundukkan wajahnya.


Sonia menatap wajah Vega dalam-dalam, ada ketidak ikhlasan yang tersirat dari sorot matanya.


"Kamu yakin Nak? Jangan sampai keputusanmu ini membuatmu menyesal, karena kamu menikah bukan untuk sehari atau dua hari, tapi untuk selamanya" seru Sonia menjelaskan.


"Vega yakin Ma, Vega siap menjadi istri mas Arsen, Apa pun yang terjadi" ucap Vega lirih.


Sonia memeluk Vega, tampak Vega meluapkan apa yang terjadi pada dirinya kepada sang Mama, sementara Javier terlihat datang menghampiri mereka berdua.


"Vega, Mama...Kenapa kalian ada disini?" seru Javier.


"Papa!" Vega melepaskan pelukan sang Mama, lantas Ia mencoba bersikap tenang seolah-olah tidak terjadi apa-apa.


"Kami...Kami hanya sedang membicarakan tentang rencana pernikahan Vega dan Mas Arsen" ucap Vega menutupi


"Oh kirain apa, tadi...Papa ada kabar dari Om Baron, jika Arsen pulang lebih awal, jadi kemungkinan pernikahan kalian akan dipercepat! Maka dari itu kamu harus mempersiapkan mental dan ragamu untuk mengarungi biduk rumah tangga bersama Arsen" ucap Javier


"Apa Pa? Mas Arsen pulang lebih cepat?" jawab Vega terkejut


"Kenapa? Kamu tidak suka Arsen pulang cepat?" tanya Javier serius.


"Bu_bukan itu maksudku Pa, Vega cuma terkejut aja kok tiba-tiba saja Mas Arsen pulang begitu cepat, harusnya dua minggu lagi" ucap Vega. Tiba-tiba saja Ocha menyahut dari dalam.


"Baguslah kalau begitu, itu artinya Mas Arsen akan segera menikah dengan kakak dong! Waah Ocha sudah tidak sabar melihat kakak bersanding dengan Kak Arsen." seru Ocha bahagia.


"Itu artinya kakak sudah tidak sendiri lagi, ada mas Arsen yang akan selalu mendampingi Kakak" ucap Ocha sembari merangkul Vega.


Vega tersenyum paksa, dirinya harus menerima kenyataan bahwa Arsen memang laki-laki yang ditakdirkan untuk dirinya.


*****


Pagi itu Vega bersiap untuk melakukan tugasnya menadampingi Aldo mengikuti lomba Fisika. Vega harus mempersiapkan mental untuk tidak terlalu dekat dengan Aldo, mengingat ia sudah berjanji pada kedua orang tuanya untuk tetap memilih Arsen sebagai suaminya.

__ADS_1


"Aku harus bisa menghindari Aldo, ini semua demi kebaikannya" gumam Vega sembari beranjak pergi dari kamar.


"Vega dan Ocha pergi dulu Ma" pamit Vega kepada Sonia diikuti Ocha yang berada di belakang Vega.


"Iya, kalian berdua hati-hati, Ocha semangat Nak, Mama doakan kamu berhasil dan meraih juara" ucap Sonia kepada dua putrinya.


"Siap Mama, doa Mama adalah yang terbaik" jawab Ocha sembari mencium pipi Sonia.


Kemudian Vega dan Ocha mulai keluar dari rumah, tiba-tiba terlihat mobil Arsen yang sudah terparkir di luar pagar rumah mereka.


"Itu mobil Mas Arsen kayaknya" seru Vega sembari menunjuk mobil mewah yang berada diluar pagar rumah mereka.


"Iya itu memang Mas Arsen Kak!" balas Ocha senang. Kemudian perlahan seorang laki-laki tampan memasuki halaman rumah Vega.


"Alamaakk... Mas Arsen sebenarnya keren juga ih, pria matang impian banyak cewek nih...Ah apaan sih gue...Ocha sadar! dia tuh calon suami kakakmu" gumam Ocha senyum-senyum sendiri mengagumi ketampanan Arsen.


"Mas Arsen!" Vega terkejut melihat Arsen yang berjalan menghampirinya.


"Hai...Vega, sorry aku tidak bilang kalau mau kesini, kata Ocha hari ini kamu mendampingi siswa yang mengikuti lomba Fisika, apa itu benar?" tanya Arsen menyelidik.


"Mas Arsen pulang cepat?" tanya Vega penasaran.


"I_iya aku memutuskan pulang cepat, karena aku sudah tidak sabar untuk menikah denganmu, aku kesini untuk memberi tahukan kepadamu bahwa pernikahan kita akan dipercepat, Sabtu besok menjadi hari yang bersejarah dalam hidup kita, aku sudah mempersiapkan semuanya mulai sekarang" seru Arsen yang membuat Vega membulatkan matanya.


"Sabtu besok Mas? Mas Arsen nggak bercanda kan?" ungkap Vega terkejut


"Tidak, Mas tidak bercanda...Mas ingin segera menjadikanmu sebagai istri Mas, agar Mas bisa membawamu dan menjagamu kemanapun dan dimanapun" ucap Arsen penuh makna.


"Ini akan lebih baik jika kau sudah menjadi istriku, aku akan membawamu pergi jauh meninggalkan kota ini, sehingga kau dan Aldo tidak akan bisa berjumpa lagi" gumam Arsen serius.


Ocha yang mendengar penuturan dari Arsen, tampak begitu senang, akhirnya ia berkesempatan untuk mendapatkan perhatian dari Aldo.


"Baiklah...Karena Aku tidak mau terjadi sesuatu kepada calon istriku, aku memutuskan untuk ikut bersamamu mendampingi siswa yang mengikuti lomba Fisika." ucapan Arsen membuat Vega semakin terkejut.


"Apa Mas? Kamu ikut bersamaku?" tanya Vega

__ADS_1


"Kenapa? Kamu tidak suka aku bersamamu? Kamu malu?" seru Arsen yang membuat Vega salah tingkah.


"Bu_bukan begitu maksudku" jawa jawab Vega gugup.


"Biarin ajah lah Kak, Mas Arsen ikut, lagian pasti tambah seru kan kalau Mas Arsen bersama kita, sambil kita bisa menghabiskan weekend bersama" sahut Ocha senang.


Dan terpaksa Vega menyetujui permintaan Arsen, meskipun dalam hati kecil nya ia tidak suka jika Arsen mengikutinya.


"Baiklah, Aku setuju! Jika Mas Arsen memaksa" jawab Vega


*****


Sementara itu Aldo sudah mempersiapkan dirinya untuk mengikuti lomba Fisika nanti, dan tentu saja dirinya makin berdebar apalagi kepergiannya kali ini didampingi guru pujaannya, Vega Aprilia.


"Kok hati gue sangat berdebar ya, apa karena gue pergi bersama bu Vega, astaga...Ini benar-benar gila, gue benar-benar sudah tergila-gila pada cinta bu Vega" gumam Aldo sembari senyum-senyum sendiri.


Nancy yang melihat sikap putranya yang aneh, lantas menepuk pundak Aldo cukup keras. Sontak apa yang dilakukan Nancy membuat Aldo terkesiap.


"Plaakkk" suara tepukan di bahu Aldo.


"Eh...curut curut curut...Aduuuhh Mama...Bikin kaget ajah!" ucap Aldo reflek sembari mengangkat dua tangannya keatas.


Nancy tampak tertawa geli melihat Aldo seperti itu.


"Hiii...Mama kok ketawa sih, Mama suka ya lihat Aldo terkejut setengah mati, jantungan nih!" ucap Aldo sambil memanyunkan bibirnya.


"Iya iya Mama minta maaf, habisnya kamu juga sih, ngapain senyum-senyum sendiri, bukannya bersiap berangkat malah senyum-senyum kayak orang gila" ungkap Nancy sembari merapikan baju Aldo.


"Aldo memang sudah gila Ma, semakin hari Aldo semakin sayang pada bu Vega, Aldo nggak bisa deh jauh dari bu Vega, Aldo tahu kalau Aldo sudah salah, dosa nggak sih Ma?" tanya Aldo yang membuat Nancy sontak menjawabnya.


"Dosa...ngerti nggak, apa yang kamu lakukan tidak seluruhnya Mama benarkan, Mama tidak menyalahkan cinta, karena cinta itu datang kapan saja, yang Mama sayangkan cintamu untuk bu Vega datang terlambat, sekarang bu Vega akan menikah dengan orang lain, mau tidak mau kamu harus melupakannya" ucap Nancy.


"Tapi...Bagaimana jika bu Vega juga mencintai Aldo?" pertanyaan Aldo membuat Nancy sejenak berfikir.


BERSAMBUNG

__ADS_1


❤❤❤❤


__ADS_2