
Riris membawa Ruli disudut sekolah belakang kamar mandi, Ruli yang masih bingung lantas bertanya kepada kekasihnya itu.
"Kenapa Elu bawa Gue kemari?" Ruli menatap wajah Riris dengan serius, dilihatnya wajah sang pacar yang tampak cemas dan khawatir.
"Ada sesuatu yang harus Gue omongin sama Elu!" jawab Riris sembari mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya dan memberikannya kepada Ruli.
"Apa ini?" tanya Ruli yang belum mengerti maksud Riris.
"Itu testpack, hasilnya positif, Gue hamil!" ucap Riris menjelaskan.
"Apa? Elu hamil? Elu yakin Elu hamil?" seru Ruli terkejut. Riris mengangguk serius
Ada kebahagiaan yang tersirat dalam wajah Ruli, pacar yang setiap hari ia datangi, ternyata mengandung anaknya. (Gimana nggak hamil lah bikinnya setiap hari 🙄)
"Elu harus nikahin Gue Ruli! Secepatnya!" ucap Riris memohon kepada kekasihnya itu.
Ruli memegang tangan Riris dan berucap kepada gadis berpostur tinggi itu.
"Elu jangan khawatir, gue akan segera melamar dan meminta izin kepada Keluarga Elu untuk menikahi Elu secepatnya!" ucap Ruli sembari mengusap pipi Riris.
Riris tersenyum kemudian memeluk Ruli penuh kehangatan.
"Elu nggak akan ninggalin gue kan?" Riris menatap kedua bola mata Ruli yang selalu membuatnya terlena.
"Kenapa Elu berpikiran seperti itu, Gue udah janji akan selalu menemani Elu selamanya, apa perlu sekarang juga gue ngomong sama keluarga Elu, kalau Gue benar-benar ingin nikahin Elu" balas Ruli serius.
"Hm...gue percaya, sebentar lagi Bokap dan Nyokap gue akan datang ke Indonesia untuk hari pelepasan sekolah kita nanti"
"Dan saat itu Gue akan bicara pada kedua orang tua Lu, bahwa gue mencintai putrinya dan berniat untuk menikahinya"
Riris tersenyum bahagia, ternyata Ruli benar-benar mempertanggung jawabkan atas perbuatannya.
*
*
*
*
*
Sementara itu Aldo dan Boni yang tampak menunggu kedatangan Ruli, tiba-tiba dikejutkan dengan kedatangan Bima yang lewat di depan mereka. Dengan tatapan mata yang sinis, Bima seolah menyimpan dendam kepada Aldo.
"Selamat pagi pak Bima!"
__ADS_1
"Nggak usah sok baik kamu! Jangan pikir aku belum tahu bagaimana tingkah lakumu di luar, sungguh memalukan, kamu sudah membuat nama sekolah ini menjadi buruk dan tercoreng" tiba-tiba saja Bima mengatakan hal itu kepada Aldo di depan teman-temannya.
"Maaf maksud bapak apa ya?" tanya Aldo yang dibuat bingung oleh Bima.
"Nggak perlu pura-pura, dasar murid mesum!" umpat Bima yang membuat Aldo menjadi kesal.
"Eh.. dengar ya pak Bima! Saya tidak tahu Anda punya masalah apa dengan saya! Tapi saya peringatkan kepada Anda untuk bicara hati-hati! Jangan memfitnah orang sembarangan!" Aldo tiba-tiba saja berdiri di depan Bima dengan tatapan yang serius.
"Ohh...oke, sebentar lagi semua orang akan tahu kebusukanmu, siapa kamu sebenarnya, dan tentunya kepala sekolah akan segera mengeluarkan kamu dari sekolah ini" ancam Bima.
Tiba-tiba saja secara refleks Aldo menarik kerah baju Bima dan berusaha untuk memukul pria yang sudah membuatnya kesal itu. Namun dengan cepat Boni menarik tangan Aldo dan memisahkan mereka berdua.
"Do Do! Sudahlah...Elu jangan ngawur, dia guru kita Do!" seru Boni yang melihat kemarahan pada wajah Aldo
Sementara dari jauh tampak Rilis dan Ruli menghampiri mereka yang sedang terlibat cekcok.
"Aldo! Elu ngapain!" Ruli menahan dan membawa Aldo untuk menjauhi Bima yang hampir saja terkena bogem mentah dari tangan Aldo.
"Om tidak apa-apa!" Riris menghampiri Bima dan berusaha menenangkannya.
Bima semakin benci melihat kelakuan Aldo, Bima berniat melaporkan perlakuan Aldo kepadanya kepada guru BP dan kepala sekolah.
"Aku pastikan kepala sekolah akan mengeluarkanmu dari sekolah ini dasar murid sableng!" umpat Bima dengan tatapan yang penuh kebencian.
Namun tiba-tiba saja ucapan Bima disanggah oleh suara seorang wanita yang baru saja datang.
"Bu Vega!" Bima terkejut dengan kehadiran Vega yang tiba-tiba.
Vega berbalik arah kepada Aldo yang terlihat emosi didampingi oleh Ruli dan Boni. Vega mengerutkan keningnya memperhatikan Aldo yang masih terlihat emosi. Kemudian Vega berkata kepada Bima.
"Sebenarnya apa yang telah terjadi?" tanya Vega kepada dua laki-laki yang sedang bertengkar itu.
Bima memperlihatkan senyum jahatnya, dirinya sendiri yang akan membongkar rahasia antara Aldo dan Vega, Bima tidak rela jika Vega menjadi pacar simpanan Aldo, dirinya berniat untuk membuat malu Aldo dan mendapatkan Vega.
"Bu Vega! Sebentar lagi rahasia bocah tengil itu akan saya beberkan kepada kepala sekolah, jika Bu Vega tidak mau ikut berurusan dengan bocah itu, lebih baik Anda ikut saya saja!" ucap Bima menawarkan dirinya.
Apa yang dikatakan oleh Bima agaknya membuat Aldo semakin emosi, berani sekali pria berkepala plontos itu merayu Istrinya.
"Hei pak Bima! Jangan pernah coba-coba dekati Bu Vega, sebelum Anda mendekatinya, hadapi dulu Aldo!" seru Aldo dengan lantang.
"Hei dasar murid sableng, kamu pikir aku takut, kamu pikir kamu itu siapa? Nggak usah sok kamu ya, dasar gigolo!"
Apa yang dikatakan oleh Bima ternyata membuat Aldo tidak bisa mengendalikan dirinya, Aldo menghempaskan tangan Ruli dan Boni yang sedari tadi memegangi nya, namun kali ini tampaknya Ruli dan Boni tidak bisa menahan amarah Aldo, dengan cepat Aldo menghampiri Bima dan langsung saja melayangkan genggaman tangannya pada wajah Bima yang dipenuhi oleh rambut itu.
"Aldo jangan!"
__ADS_1
Vega berteriak saat melihat Aldo memberikan bogem mentah kepada guru yang sudah mengata-ngatai dirinya dengan gigolo.
Riris tampak histeris, semua siswa yang menyaksikan kejadian itu terlihat begitu tegang.
"Waduh gila tuh si Aldo!"
"Gawat nih, si Aldo bakal kena kasus nih!"
"Astaga...dia menghajar pak Bima seperti itu"
"Aldo marah banget kayaknya"
Bisik-bisik beberapa siswa yang ikut menyaksikan kejadian Aldo memukuli gurunya sendiri.
Ruli dan Boni segera memisah Aldo yang berada di atas tubuh Bima, dengan terus melayangkan genggaman tangannya pada wajah Bima.
"Do Do! Sudah sudah... lepaskan pak Bima!" Ruli dan Boni mengangkat tubuh Aldo, dan membawanya menjauh dari Bima yang wajahnya sudah babak belur.
"Lepasin gue, gue nggak akan pernah ngebiarin si botak itu mendekati Bu Vega, dia udah kurang ajar, ngata-ngatain gue gigolo, dia pikir siapa dirinya, lepasin gue!"
Bima berdiri di bantu oleh Riris. Wajahnya terlihat lebam dan sedikit mengeluarkan darah dari hidungnya.
"Saya tidak terima semua ini, kamu akan saya laporkan kepada kepala sekolah supaya kamu dikeluarkan dari sekolah ini secepatnya!" ancam Bima sambil menunjuk muka Aldo.
Aldo tampak semakin memberontak untuk terus menghajar Bima. Vega yang melihat itu tampak histeris.
"Cukup...! Sudah cukup, apa yang kalian berdua lakukan ini sungguh membuatku kecewa" ucap Vega sembari memegang kepalanya yang tiba-tiba saja terasa pusing.
Dan hal itu membuat Aldo sedikit meredam amarahnya melihat sang istri yang tampak tidak menyukainya. Namun hal yang tak terduga terjadi, tiba-tiba saja Vega pingsan.
"Bu Vega!"
Aldo spontan meraih tubuh istrinya dan membawanya segera ke ruang UKS. Bima yang melihat itu terlihat semakin kesal, hari itu juga dia akan melaporkan Aldo kepada kepala sekolah.
Sementara itu Rima, siswi yang melihat Vega dan Aldo saat di klinik kemarin, juga ikut menyaksikan kejadian itu.
"Tuh kan! Aldo selalu perhatian sama Bu Vega! Apa jangan-jangan Bu Vega dan Aldo ada hubungan? Bu Vega hamil dan Aldo sangat perhatian kepadanya, jangan-jangan Bu Vega dan Aldo...oh tidak-tidak, semoga dugaan ku salah" Rima terlihat gusar dan hal itu tampaknya diperhatikan oleh Bima.
"Kamu kenapa? Melihat mereka seperti itu?" tanya Bima penasaran.
"Eh...nggak pak! Anu...itu saya cuma merasa ada sesuatu yang aneh pada Aldo dan Bu Vega!" jawab Rima.
"Sesuatu yang aneh?" tanya Bima semakin penasaran.
BERSAMBUNG
__ADS_1
🔥🔥🔥🔥🔥