
Kemudian Bima melihat pil yang di berikan Aldo kepadanya, tampaknya Bima geleng-geleng kepala. Bima tidak menyangka murid-murid somplak nya ini ternyata memiliki pil setan itu, memang bukan termasuk jenis narkoba, tapi pil itu digunakan saat akan bermain di ranjang.
"Buat apa kalian pil ini? Ayo ngaku?" tanya Bima dengan wajah yang garang.
"Waduh gawat nih Do, jangan bilang kalau pil itu buat gituan, kita ngeles aja" bisik Ruli kepada Aldo.
"Hmm...gue tahu musti apa! Tenang aja" jawab Aldo.
"Ayo jujur! Buat apa ini?" desak Bima dengan mata melototnya.
"Eh...itu pak, buat kucing di rumah, kucing di rumah pada malas kawin, maunya tidur mulu, kita cobain aja sama tuh kucing, biar cepat beranak hehehe" ucap Aldo sambil garuk-garuk kepalanya yang tak gatal.
"Awas kalau kalian bohong!" seru Bima sambil mengantongi pil tersebut.
"Sekarang kalian berdua ikut saya ke kantor! Kalian harus dilaporkan ke guru BP" seru Bima menuntun dua murid somplak itu.
"Ya... jangan dong pak! Ampun deh, kita minta maaf nggak akan ngulang lagi deh, maaf ya Pak, ayolah Pak...kita pasti nurutin deh apa yang bapak minta, asal jangan laporin kita ke guru BP, Pliss Pak!" pinta Ruli memohon.
Bima sedikit berpikir, ternyata Bima punya rencana untuk mendekati Vega lewat kedua murid somplak ini
"Oke... Bapak akan ampuni kalian, tapi...ada syaratnya!" seru Bima
Aldo dan Ruli saling menatap.
"Syaratnya apa Pak?" tanya keduanya.
"Kalian tahu Bu Vega? Baru kali ini saya melihat wanita secantik dia, saya ingin kalian mendekatkan saya dengan Bu Vega? Apa kalian bisa? Apa kalian tahu dimana rumahnya?"
Ucapan Bima agaknya membuat Aldo mengeluarkan tanduknya.
"Sialan nih guru botak, berani-beraninya deketin bini gue, awas aja Lu ya!" gumam Aldo menyeringai.
Ruli menatap Aldo yang terlihat kesal. Lantas Ruli mengedipkan matanya, seolah memberikan kode untuk mengerjai Bima. Rupanya Aldo mengerti maksud Ruli, dan Ia mengiyakan permintaan Bima.
"Baiklah Pak, kami akan membantu bapak untuk mendekati Bu Vega, tapi kami bebaskan Pak?" ucap Aldo
"Tentu saja, bapak tidak akan bilang tentang masalah ini kepada guru BP, asalkan kalian bisa membantu saya" balas Bima sambil memberikan pil itu lagi kepada Aldo.
"Oh... pasti itu pak, bapak tidak usah khawatir" jawab Aldo enteng.
__ADS_1
"Nggak bakalan Lu bisa menyentuh bini gue, langkahi dulu Aldo!" gumam Aldo.
*
*
*
*
Sementara itu Baron berniat datang ke rumah Nancy untuk memintanya kembali menjadi istrinya. Hari itu juga Baron memberanikan diri untuk menemui mantan istrinya yang selama 15 tahun ini tidak bertemu.
Nancy merasa ada seseorang yang mengetuk pintu rumahnya. Nancy segera keluar dan membukakan pintu. Betapa terkejutnya saat dirinya melihat mantan suaminya datang ke rumah hari itu juga.
"Mas Baron?"
Nancy terlihat sangat gugup berhadapan dengan mantan suaminya yang pernah membuatnya terluka itu.
"Nancy, aku ingin bicara sesuatu kepadamu" seru Baron sembari menatap wajah Nancy.
"Masuklah!"
"Kedatanganku kemari, untuk mengatakan hal ini kepadamu!" ucap Baron sembari duduk mendekat pada Nancy.
Baron meraih tangan Nancy dan berucap sesuatu yang membuat Nancy mengingat semua yang terjadi saat 15 tahun yang lalu.
"Aku ingin kembali padamu! Maukah kau menikah denganku lagi? Aku yakin anak-anak pasti setuju!" ucap Baron sembari menatap wajah mantan istrinya.
Sejenak Nancy berpikir, dirinya memang sakit hati, tapi rasa cintanya terlalu besar, membuat Nancy tidak bisa menolak permintaan Baron untuk menjadikannya Nyonya Baron lagi.
"Baiklah, aku setuju!" jawaban Nancy membuat Baron sangat bahagia dan sekaligus dirinya meminta maaf kepada Nancy tentang kesalahannya yang dulu sempat membuat mereka berpisah.
"Aku minta maaf kepadamu, jika dulu aku pernah menuduhmu tanpa alasan, aku sudah terpengaruh oleh Mama, aku sadar jika selama ini Mama telah membohongi kami semua, setelah rahasia itu terkuak setelah kepergiannya untuk selamanya" ungkap Baron menundukkan wajahnya.
"Jadi...Mama sudah meninggal?" tanya Nancy yang begitu terkejut saat mendengar Ibu mertuanya sudah meninggal dunia.
Baron mengangguk dan mengiyakan pertanyaan Nancy.
"Sekarang aku ingin membuka lembaran baru, meskipun anak-anak sudah dewasa, setidaknya kita bisa menemani mereka di hari tua kita sekarang, Arsen dan Aldo tentu masih membutuhkan dukungan dari kita berdua" ucap Baron.
__ADS_1
"Iya... selama ini Aldo belum pernah merasakan kasih sayang darimu, setiap dia menanyakan tentang dirimu, aku selalu bilang jika aku adalah ibu sekaligus ayah baginya, sejak saat itu dia tidak menanyakan lagi, dan itu sangat membuatku sedih, dia masih kecil, belum mengerti masalah kita, tapi aku bersyukur, Aldo tumbuh menjadi anak yang penurut, ya meskipun dia kadang terlihat konyol, hingga akhirnya dia jatuh cinta kepada gurunya sendiri yang tak lain adalah calon istri Arsen" ungkap Nancy
"Iya... Arsen dan Vega berpacaran cukup lama, aku dan Javier yang memaksa mereka untuk menikah secepatnya, karena aku lihat hubungan mereka semakin lama semakin tidak tidak jelas, mereka sibuk dengan pekerjaan masing-masing, ya... mungkin itu yang menyebabkan Vega pindah ke lain hati" balas Baron.
"Tapi syukurlah, Arsen bisa menerima jika Vega mencintai adik kandungnya sendiri, aku tidak bisa membayangkan jika Aldo dan Vega berpisah, Aldo sangat mencintai Vega, tidak bisa aku bayangkan jika Vega menjadi kakak iparnya, mungkin dia tidak akan bisa melupakan Vega, justru itu akan menjadi Boomerang dalam rumah tangga Arsen dan Vega"
Baron mengangguk dan menyetujui pernyataan Nancy.
"Sekarang apa rencanamu?" Baron menatap bola mata yang sangat ia kenali itu
"Aku akan membelikan rumah untuk Aldo dan Vega, agar mereka belajar mandiri, setidaknya Aldo bisa belajar untuk tidak bergantung pada kita, ya meskipun sekarang aku masih belum bisa melepaskan Aldo seratus persen, kamu tahu sendiri Aldo belum lulus, tinggal 3 bulan lagi dia akan Lulus sekolah, setelah itu Aldo akan kuliah sambil bekerja" ucap Nancy.
"Setelah lulus biar Aldo ikut bersamaku, setidaknya aku bisa mengajarinya sedikit-sedikit sambil kuliah, nanti Arsen juga akan membantunya, setidaknya Aku akan membayar semua yang belum pernah aku berikan kepada Aldo, dia akan aku ajari bagaimana cara menjalankan bisnis, bagaimana pun juga Aldo adalah anakku juga"
"Tapi aku rasa Aldo tidak akan setuju, Aldo suka dunia otomotif dan mesin, apa dia mau bekerja di kantoran?" bantah Nancy.
"Hmm...kalau begitu aku akan bantu dia untuk berwiraswasta, supaya dia punya usaha bengkel sendiri, setidaknya sesuai hobinya, bukankah katamu dia suka dunia mesin?"
"Hmm..."
"Jangan khawatir, Aldo akan mendapatkan kasih sayangku lagi, dia tidak akan kehilangan figur ayah, aku akan selalu mendampinginya!"
Nancy tersenyum dan merasa sangat bahagia.
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥
*
*
*
*
Mampir yuk beb punya kak Chocooya yang berjudul FALLING IN TO YOUR TRAP
__ADS_1