
Dan akhirnya tibalah jam pulang sekolah, Vega mulai datang ke tempat parkiran menuju mobilnya, sementara Aldo juga menaiki motor sport kesayangannya.
Aldo sempat berpapasan dengan mobil yang dinaiki oleh Vega, namun Vega seolah tak menghiraukan Aldo yang tengah memperhatikannya.
Vega terus melajukan kendaraannya hingga ke jalan raya, tanpa memperdulikan Aldo yang masih di belakangnya.
"Eh...ada apa tuh muka? Kok jutek gitu? Gue salah apa ya?" gumam Aldo yang merasa ada yang aneh dengan Vega. Biasanya Vega murah sekali senyum, tapi tiba-tiba saja tidak ada senyum terlihat d raut wajahnya yang cantik.
Setelah beberapa menit mobil Vega tiba di rumah mereka, di susul motor sport Aldo di belakang mobil Vega. Kemudian Vega turun dari mobil dan segera bergegas masuk ke dalam rumah. Sementara Aldo dibuat bertanya-tanya, kenapa Vega bersikap seperti itu kepadanya.
"Eh...dia kenapa sih? Kayak nggak ngeliat gue gituh, gue di cuekin nih, musti tanya nih" gumam Aldo sembari menyusul istrinya yang sudah dari dulu masuk ke dalam rumah.
Vega yang baru menaiki anak tangga dengan cepat Aldo menyusulnya dengan sedikit berlari.
"Sayang... tunggu! Sayang tungguin dong" seru Aldo sembari meraih tangan Vega.
Vega berhenti dan menoleh ke arah Aldo.
"Sayang! Kamu kenapa sih? Dari tadi nyuekin aku mulu!" protes Aldo.
"Lepasin, aku mau mandi!" ucap Vega sembari menarik tangannya dari genggaman tangan Aldo. Kemudian Vega berjalan terus melewati anak tangga dan meninggalkan Aldo yang masih terpaku di tempatnya.
Aldo perlahan naik ke atas menyusul Vega yang sudah berada di dalam kamar. Vega melepaskan sepatunya dan meregangkan otot-otot lehernya yang terasa kaku. Tiba-tiba saja ada sebuah tangan yang memijit lembut pundak Vega.
Vega menyadari jika yang melakukan hal itu adalah suaminya sendiri, dengan cepat Vega menepis tangan Aldo dan segera pergi ke kamar mandi.
"Eeehhh...Sayang! Kamu mau kemana?" tanya Aldo yang mulai berpikir kenapa tiba-tiba Vega bisa bersikap seperti itu kepadanya.
"Apa dia masih marah karena gue terlambat masuk kelas sama Riris tadi? Ah nggak mungkin deh, tadi dia udah maafin gue, tapi kenapa sekarang begitu lagi?" pikir Aldo mulai meraba-raba.
Tiba-tiba saja dirinya teringat jika tadi baru saja tukeran nomor HP dengan Riris, teman barunya di kelas.
"Apa mungkin dia ngelihat gue bicara dengan Riris tadi ya? Bisa jadi juga" pikir Aldo menebak.
"Ah...bodo ah, cewek susah banget di tebak, mending lihat video dari Ruli aja, pusing gue mikirin cewek kalo lagi ngambek" gumam nya sambil mengeluarkan ponselnya.
Aldo tampak duduk di atas tempat tidur, dengan membuka 2 kancing bajunya, membuat Aldo terlihat sensual dengan dada bidang yang menonjolkan sifat kelelakiannya. Meskipun usianya masih 18 tahun 1 bulan, namun Aldo memiliki fisik yang sempurna sebagai lelaki dewasa.
Dirinya mulai membuka video yang tadi sudah di kirimkan oleh Ruli kepadanya. Sementara Vega masih sibuk membersihkan dirinya di dalam kamar mandi.
__ADS_1
Aldo tampak serius melihat adegan demi adegan yang membuatnya tak bisa mengedipkan matanya. Baru kali ini dirinya melihat video hot secara live dan mendetail sekali.
Rupanya Aldo mulai berkeringat dan tentu saja rasa itu bangkit kembali.
"Njiiirr mulai cenut-cenut nih Otong, mana istri gue masih mandi lagi, eh...dia kan lagi marah ama gue, apa musti gue samperin dia, atau gue diem aja? Tapi sumpah gue nggak tahan banget nih." ucap Aldo lirih sembari menahan rasa cenut-cenut pada burung perkutut nya.
Tiba-tiba terdengar suara pintu yang dibuka, dengan cepat Aldo mematikan ponselnya dan dirinya pura-pura tidur.
Vega mulai keluar dari kamar mandi, dia melihat Aldo yang sedang tidur terlentang, dengan dada yang sedikit terbuka. Sementara Vega hanya mengenakan sebuah handuk yang dililitkan pada tubuhnya.
Vega melihat Aldo sedikit marah karena dirinya tidak suka melihat Aldo menggoda cewek lain, apalagi Aldo adalah suaminya sendiri.
Aldo tampak membuka matanya sedikit, untuk mengintip apa yang sedang dilakukan Vega.
Aldo melihat Vega yang hanya mengenakan handuk yang dililitkan pada tubuhnya. Membuat Aldo menelan ludahnya kasar.
"Alamaaakkkk... pingin gue buka aja tuh handuk, pasti isinya seger banget, apalagi habis mandi, pasti aromanya wangi" gumam Aldo yang mulai berpikir ngeres.
Vega sudah mempersiapkan bajunya, dalaman bra dan underwear berwarna baby pink yang ia letakkan di atas kasur. Saat Vega mulai beranjak memasang underwear miliknya, tiba-tiba saja Aldo merebut underwear itu dari tangan Vega, sehingga membuat Vega sangat terkejut.
"Aldo kembalikan!" pekik Vega sambil memegangi handuknya yang mulai melorot.
Aldo terbangun dan berdiri menghampiri Vega yang sibuk merapikan handuknya yang hampir terjatuh.
Aldo menyeringai, kali ini Aldo tidak tampak seperti siswa somplak yang biasanya ia tunjukkan, kali ini Aldo menjadi seorang pria dewasa yang siap untuk membawa wanitanya masuk ke dalam pelukannya.
"Aku tidak mau kamu memakainya, biarkan saja seperti itu!" ucapan Aldo membuat Vega menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak mau, aku akan memakainya" jawab Vega ketus.
"Kamu kenapa sih? Ada apa? Apa yang terjadi?" tanya Aldo yang masih bingung dengan sikap istrinya.
"Aku kesel sama kamu!" ucap Vega lirih.
"Kesel? Memangnya apa yang sudah aku lakukan?" tanya Aldo yang masih penasaran.
"Pikir aja sendiri!" jawab Vega sembari berlalu meninggalkan Aldo, namun tak semudah itu Vega pergi begitu saja, dengan cepat Aldo meraih tangan Vega dan membawa Vega ke hadapannya.
Kini Vega berada tepat di depan Aldo.
__ADS_1
"Aku benci sama kamu!" kata Vega sembari memukul-mukul dada Aldo.
Aldo menangkap kedua tangan Vega dan membawa Vega ke dalam pelukannya. Aldo mengusap rambut istrinya dengan begitu hangat.
"Apa kamu marah karena aku berbicara kepada Riris?" tanya Aldo memberanikan dirinya.
"Maafkan aku, aku cuma bercanda dengannya, kamu jangan berfikiran macam-macam, aku tidak mungkin menyukai gadis lain, aku hanya mencintaimu, hanya kamu yang ada dalam hati dan setiap fikiranku" ungkap Aldo sembari mengangkat dagu Vega.
"Tapi aku tidak suka kamu dekat-dekat dengan gadis lain, aku sangat cemburu, entah kenapa hatiku sangat sakit sekali melihat suamiku berdekatan dengan dia, apa aku terlalu egois?" ungkap Vega sembari menatap dalam-dalam mata Aldo.
Aldo tersenyum dan berkata.
"Itu tandanya kamu sangat mencintaiku, benar bukan?" ucap Aldo sembari melepaskan ikatan rambut Vega, sehingga membuat rambut Vega terurai sempurna.
"Aldo Pliss, jangan lakukan itu lagi, aku tidak mau melihatnya" ucap Vega lirih.
Aldo tersenyum kepada wanita dewasa yang kini telah menjadi istrinya itu.
"Aku janji tidak akan melakukan hal itu lagi, kalau kau tidak suka, aku akan menghindari Riris" janji Aldo serius.
"Kau janji?" tanya Vega penuh harap.
"Janji" Jawabnya sembari mengecup bibir Vega.
...Ah luluh deh hati Eneng... Abang 🤭🤭...
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥
*
*
*
*
*
__ADS_1
Sambil nunggu othor update bab berikutnya, mampir dulu yuk ke novel karya Kak Icha_Violet yang berjudul CEWEK TOMBOY JADI RATU...yang pastinya ceritanya seru pake banget deh...biar nggak penasaran, hayuk ah kepoin cepetan, tak jamin kalian pasti suka🥰🥰