
"Oh ya Do! Bagaimana kabar kalian berdua? Dan bagaimana kabar cucu Mama?" Nancy bertanya kepada Aldo dan Vega yang ada di depan Nancy.
"Baik Ma! Cucu Mama sehat-sehat saja, Mama jangan khawatir, Aldo akan selalu menjaganya" jawab Aldo sembari merangkul mesra istrinya.
"Syukurlah, Aldo kamu harus benar-benar menjaga kandungan istrimu baik-baik, ingat sekarang kamu akan menjadi seorang ayah, Mama berharap kamu bisa sedikit dewasa, mengerti!" Nancy menasehati putranya.
"Oh iya Do! Nanti selepas kamu lulus dari sekolah, Papa akan memberi modal untukmu untuk membuka usaha bengkel, atau kamu ikut Papa menangani perusahaan, itu juga nggak apa-apa, nanti Mas Arsen yang akan memdampingimu, bagaimana kamu pilih yang mana? Di sambi kamu masuk ke perguruan tinggi, kamu sudah bisa bekerja" seru Baron menawarkan pilihan untuk putranya seusai Aldo lulus nanti.
"Aldo lebih suka punya bengkel aja Pa, pagi buka bengkel, sorenya Aldo kuliah" jawab Aldo.
"Oke, baiklah itu tidak masalah" Baron menyetujui usul Aldo.
Nancy terlihat begitu bahagia melihat kebersamaan mereka, melihat keakraban Aldo dan sang ayah yang selama ini belum pernah Aldo rasakan kasih sayangnya, akhirnya sekarang Aldo bisa merasakannya.
Aldo memang somplak, tingkahnya gokil dan selalu membuat orang sekitarnya menepuk jidatnya, namun di hadapan kedua orang tuanya, Aldo begitu sopan dan santun, sang istri yang melihat itu, merasa begitu beruntung mempunyai suami yang meskipun kadang sifat kekanak-kanakannya muncul, namun Aldo terlihat dewasa ketika berhadapan dengan orang yang lebih tua.
Dan setelah beberapa jam Nancy dan Baron berkunjung ke rumah mereka mereka, akhirnya keduanya pamit pulang.
"Aldo, Vega! Mama dan Papa pulang dulu, jaga diri kalian, dan kamu Aldo jaga istri dan anakmu" Nancy mewanti-wanti putra mereka untuk selalu bertanggung jawab.
"Iya iya Ma! Mama jangan khawatir!" Aldo mengantarkan keduanya sampai gerbang pintu pagar rumah mereka. Hingga akhirnya mobil Baron dan Nancy melaju ke jalan raya.
Aldo menutup kembali pintu pagar dan menguncinya. Kemudian dirinya segera masuk ke dalam rumah menghampiri istrinya yang sedang berdiri di depan teras.
Aldo terlihat cengar-cengir melihat Vega yang sedang berdiri.
"Kamu kenapa senyum-senyum gitu?" Vega mengerutkan dahinya melihat ekspresi Aldo.
"Hehehe nggak apa-apa, ayok kita masuk sekarang" jawab Aldo mengajak istrinya untuk ikut dengannya.
Vega menuruti permintaan Aldo untuk masuk kedalam rumah, setelah itu Aldo mengunci pintu rumah dan segera membawa Vega ke atas, namun Vega menolak.
"Tunggu dulu Do! Aku laper banget, kita makan dulu yuk, anakmu sudah kelaparan nih" Vega memegangi perutnya yang terdengar keroncongan.
"Hmm baiklah, tapi persediaan kita di kulkas sepertinya tinggal sedikit sayang, waktunya belanja nih kita" Aldo membuka kulkas dan melihat beberapa persediaan makanan sudah mulai menipis.
"Kita makan di luar aja yuk, ya!" Vega merengek bergelayut pada tangan Aldo
"Oke...oke, sekalian kita ke supermarket" jawab Aldo sembari menciumi pipi istrinya.
"Aku mandi dulu" Vega beranjak pergi ke kamar mandi, namun Aldo tiba-tiba menanyakan sesuatu kepadanya.
"Hmm... Tunggu sayang!"
"Iya!" Vega berbalik dan menoleh.
"Kamu...lihat semmpak putih ku nggak? Aku cari-cari Kok nggak ada, kira-kira jatuh di mana ya?" Aldo tampak garuk-garuk kepalanya sembari matanya berkeliling mencari sesuatu miliknya.
__ADS_1
Vega menghampiri Aldo dan menjewer telinganya.
"Eh..eh..eh... sakit sayang!" Aldo mengusap-usap telinganya.
"Lain kali di inget ngejatuhinnya dimana, tadi Mama yang nemuin itu dibawah sofa" ucap Vega sembari mencubit kecil tangan Aldo.
"Mama! Nemuin punyaku? Hehehe" Aldo tampak cengar-cengir, membayangkan ekspresi Nancy saat menemukan semmpak miliknya.
"Malah ketawa! Nggak lucu tahu nggak!" Vega pergi sembari mengerucutkan bibirnya.
"Panik lah sayang! Lagi konsentrasi di bikin buyar dengan kedatangan Mama dan Papa, ya aku pergi ambil seadanya" Jawabnya sembari tertawa kecil.
Aldo melihat Vega yang sedang menaiki tangga, tiba-tiba saja Aldo mendapati ponselnya berdering, dilihatnya Ruli tengah melakukan panggilan.
"Halo!"
"Bro, malam ini ada racing sekaligus reunian, Elu ikut nggak?"
"Malam ini? Oke gue pasti ikut"
"Oke kita tunggu di tempat biasa, eh tapi Bu Vega nggak apa-apa tuh kamu tinggal racing, pulangnya malam banget kayaknya, udah lama soalnya kita lama nggak reunian" ucap Ruli.
"Ya gue ajak dong, nggak mungkin lah gue ninggalin dia sendirian"
"Ya..ya..suami setia nih"
"Riris hamil"
"Weih...anak orang loh itu, gila Lu berani banget hamilin Riris, entar di marahi pak Bot, tahu rasa loh"
"Bodo amat, gue udah dapat persetujuan dari kakaknya, Claudia"
"Claudia? Claudia cewek pemandu karaoke itu?"
"Ya...dia ternyata kakaknya Riris"
"Hah...yang bener Lu, wahh parah Lu...kakak adik Elu embat juga"
"Gue nggak tahu kalau Claudia ternyata kakaknya Riris, kalau tahu nggak bakalan gue ngelakuin itu sama Claudia"
"Ah...nggak percaya gue, Elu tuh kucing garong, ada ikan segar mana mungkin Elu nolak dodol"
"Sialan...Itu dulu! Sekarang gue udah tobat, gue mau nikahin Riris, habis Lulus entar."
"Widiih tobat nih ye! Eh...eh..tapi koleksi Videonya jangan tobat ya! Entar siapa yang kirimin gue video baru hehehe" Aldo tampak cengar-cengir.
"Elu tenang aja, gue punya ratusan koleksi, entar gue kirim semua"
__ADS_1
"Wahh mantap tuh, ya udah entar kita sambung, sampai ketemu nanti malam, gue mau pergi dulu"
"Yo i"
Kemudian Aldo menutup ponselnya, dan tak berselang lama Vega turun dan menghampiri Aldo.
"Udah siap"
"Hmm"
Aldo dan Vega naik ke mobil, namun tiba-tiba saja Aldo merasa mual-mual dan pusing.
"Kamu kenapa Do?" Vega melihat suaminya yang terlihat memijit pelipisnya.
"Pusing nih, kamu yang nyetir aja ya!"
"Ya udah"
Vega mengambil kunci mobil dan Ia yang menyetir mobilnya. Sementara Aldo terlihat lemas dan menyandarkan kepalanya pada jok mobil.
"Kenapa kok lemes gitu?" tanya Vega sembari memperhatikan Aldo yang terlihat lemas.
"Nggak tahu, tiba-tiba saja, oh ya sayang, tadi Ruli menelepon, katanya nanti malam ada racing, kita ikut yuk!"
"Hmm...kita lihat aja nanti"
"Ayo dong sayang! Kita ikut ya, nanti malam aku ingin memperkenalkan istriku kepada teman-teman sesama racing, aku juga mau bilang kalau istriku ini juga anak racing"
"Sudahlah Do! Aku sudah pensiun, kemarin aku terpaksa, soalnya aku disuruh Papa buat ngawasin Ocha tuh, dia kan ikut gituan ketularan kamu tuh"
"Tapi kamu hebat loh bisa ngalahin Aldo" Vega tersenyum.
"Ngalahin kamu tuh kecil, bukan hanya di jalanan aku mengalahkamu, di ranjang pun aku selalu mengalahkanmu"
Aldo terkekeh dan mengiyakan apa yang dikatakan oleh istrinya.
"Ya...ya...ya...oke oke, kamu benar!"
Aldo tampak mengacak rambutnya.
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥
...Untuk reader yang kurang suka dengan bab-bab yang berbau hareudang, bisa di skip asal jangan komen yang menohok, author nggak maksa kamu untuk baca, suka baca nggak suka nggak usah di hujat, buanyak novel yang model begini, bukan punya othor saja, othor mode mellow rek😁...
...Buat yang dukung othor berimajinasi, tengkyu banget, kalian adalah penyemangat author 😍😍...
__ADS_1