
Aldo dan Nancy akhirnya pulang tanpa harus ber weekend dulu, membuat Aldo terlihat sedikit kesal.
"Ya... Mama kok pulang duluan sih, kita belum jalan-jalan kan? Eh...Ma, siapa tuh bapak -bapak yang bersama Mama tadi, perasaan Aldo kok kayak gimana gitu sama dia" seru Aldo yang membuat Nancy sedikit gugup.
"Bukan, bukan siapa-siapa." jawab Nancy datar.
"Kalau bukan siapa-siapa kenapa Mama bertemu dengannya? Mama tuh aneh, katanya nggak kenal tapi ketemu, pasti ada udang dibalik rempeyek nih" ujar Aldo menerka.
"Apa sih kamu, memangnya Mama kudu laporan sama kamu, tentang siapa-siapa teman Mama?" ucap Nancy
"Ya...nggak gitu sih, kalaupun itu ayah baru buat Aldo nggak papa kok, Aldo setuju, sepertinya dia pria yang baik" celetuk Aldo yang membuat Nancy terperanjat.
"Dia memang ayahmu Do, dia papamu!" batin Nancy.
******
Dan hari itu Vega beserta Arsen sedang melakukan fitting baju pengantin, Vega terlihat cantik dengan gaun putih yang memiliki aksen lipit pada area dada, membuat Vega terlihat begitu anggun dan menawan, sementara Arsen tampak gagah dengan setelan jas berwarna putih gading, yang membuat Arsen terlihat seperti pangeran.
Arsen melihat Vega yang terlihat sangat mempesona, lantas Arsen menghampiri Vega yang tengah berdiri di depan cermin besar.
Arsen melingkar kan kedua tangannya pada pinggang Vega yang ramping, sembari berbisik lembut di telinga Vega.
"Apa kau siap? Menerimaku sebagai suamimu?" tanya Arsen sembari menatap dalam-dalam mata Vega.
"Apa yang kau katakan? Tentu saja Aku siap, bukankah kita sudah merencanakan pernikahan ini jauh-jauh hari, itu tandanya kita harus siap untuk menjadi sepasang suami istri" ucap Vega.
"Kau yakin? Sekali lagi aku tanya kepadamu? Apa kau mencintaiku?" tanya Arsen yang penuh makna.
"Pertanyaan macam apa ini? Kenapa tiba-tiba kau tanyakan itu? Seolah kau ragu untuk melanjutkan hubungan kita ini!" seru Vega dengan mengerutkan keningnya.
"Bukan aku yang ragu, tapi tanyakan sendiri kepada dirimu?" ucapan Arsen membuat Vega tercengang.
Arsen melepaskan tangannya dari pinggang Vega, lantas dirinya segera pergi meninggalkan Vega yang tampak penuh tanda tanya.
"Arsen? Kenapa dengannya? Kenapa dia bicara seperti itu?" batin Vega yang mulai bergemuruh.
Seusai Arsen dan Vega fitting baju pengantin, tampak keduanya saling diam membisu, ada sesuatu yang ada pada diri Arsen yang membuat Vega penuh tanda tanya.
"Arsen kenapa? Tiba-tiba saja ia berubah, apa dia curiga terhadap hubungan ku dengan Aldo?" batin Vega mulai curiga.
__ADS_1
Dan malam itu juga, Arsen mengantarkan Vega ke rumahnya. Terlihat Sonia dan Javier sudah menyambut kedatangan mereka berdua. Vega memeluk kedua orang tua nya dengan tersenyum kecil.
"Kalau begitu saya permisi Om, Tante, saya langsung pulang saja" pamit Arsen
"Loh kok buru-buru gitu sih, nggak mampir dulu!" seru Sonia kepada calon menantunya tersebut.
"Tidak perlu Tante, Arsen harus menyiapkan segalanya untuk hari esok, hari dimana kami berdua sama akan mengikat janji sehidup semati" balas Arsen sembari menatap wajah Vega.
Tampak Vega hanya tersenyum dan diam begitu saja. Kemudian Arsen mulai pergi dari rumah Vega.
"Sepertinya Arsen sangat mencintaimu?" ucap Sonia kepada Vega. Dan Vega hanya tertunduk. Lantas Vega berlari ke kamarnya, Vega jujur tidak bisa menghadapi pernikahan besok.
"Aku tidak tahu apa yang akan terjadi nantinya, apa aku bisa menerima Arsen sebagai suamiku, Ya Tuhan... kenapa semua ini terjadi begitu cepat"
Besok Vega sudah menjadi istri Seorang Arsen, sementara dirinya masih belum siap mental untuk menjadi istri Arsen, meskipun dirinya mencoba memantapkan hati untuk Arsen.
"Entahlah, mungkin ini semua sudah takdir, aku nyatanya telah mencintai Aldo, tapi ini tidak boleh, aku tidak boleh mencintainya, Aldo adalah murid ku sendiri, mana mungkin aku bisa mencintainya, Vega... jangan berharap lebih, kamu sudah menjadi jodoh Arsen, dia yang akan menjadi suamimu, ingat itu" batin Vega yang mulai bergemuruh.
Rencananya pernikahan Arsen dan Vega dilakukan secara sederhana antara dua keluarga, tidak ada pesta mewah, karena setelah menikah Arsen akan membawa Vega ikut ke Batam. Dan setelah mereka pulang dari Batam, barulah pesta resepsi itu akan digelar. Hal ini juga Arsen lakukan untuk menjauhkan Aldo dari Vega, karena Arsen merasa Aldo akan menghalangi jalan nya untuk mendapatkan Vega.
*****
"Mama nggak nyangka, kamu berhasil meraih juara satu Do!" seru Nancy bangga.
"Ini semua tidak terlepas dari usaha Bu Vega untuk membuat Aldo pintar Ma" seru Aldo senang, namun tidak dengan Nancy, ia terlihat sedih, karena baru saja ia mengetahui bahwa Arsen dan Aldo adalah kakak beradik.
Kakak beradik yang sama-sama mencintai satu orang wanita, membuat Nancy di buat pusing.
"Mama kenapa?" tanya Aldo yang melihat Nancy tampak memijit kepalanya.
"Mama pusing!" jawab Nancy
"Yahh...Mama, Aldo dapat juara kok tambah pusing sih" celetuk Aldo sembari duduk di samping Nancy.
"Bukan itu" jawab Nancy singkat.
Aldo kembali serius menatap wajah sang Mama dan mencoba menghibur Nancy.
"Mama kenapa sih? Sepertinya Mama sembunyikan sesuatu deh dari Aldo" seru Aldo penasaran dengan sikap Nancy.
__ADS_1
Nancy melihat wajah putranya, mungkin sudah saatnya Aldo mengetahui kebenaran bahwa dirinya dan Arsen adalah satu saudara.
Nancy menatap dalam-dalam mata putranya. Dengan mengelus puncak kepala Aldo, Nancy memberanikan diri untuk berbicara jujur kepada Aldo, agar Aldo tidak berharap terlalu jauh kepada Vega, yang sejatinya akan menjadi kakak iparnya sendiri.
"Aldo, Mama ingin bicara sesuatu kepada mu!" seru Nancy
"Mama ingin bicara apa? Kelihatan nya serius banget" jawab Aldo penasaran.
Nancy menghela nafasnya, ia mencoba menenangkan dirinya agar bisa menyampaikan hal ini dengan mudah dan Aldo bisa mengerti.
"Aldo... sebenarnya, kamu mempunyai seorang kakak laki-laki" seru Nancy
"Apa Ma? Aldo mempunyai kakak laki-laki?"
"Iya kamu benar, foto yang kamu temukan Tempo hari adalah foto dirimu dengan kakakmu, maafkan Mama jika selama ini Mama menyembunyikan semua ini darimu" ucapan Nancy membuat Aldo sangat terkejut sekaligus penasaran.
"Lantas sekarang kemana kakak Aldo Ma?" tanya Aldo menyelidik
"Kakak mu ada disini, dia di kota ini" jawaban Nancy membuat Aldo membulatkan matanya.
"Siapa dia Ma? Katakan Ma, siapa?" desak Aldo yang semakin penasaran siapa sebenarnya sang kakak.
Kemudian Nancy beranjak mengambil album foto yang selama ini ia sembunyikan dari Aldo
Aldo memperhatikan Nancy yang tampak mengambil sesuatu, kemudian Nancy memberikan album foto itu kepada Aldo.
"Apa ini Ma?"
"Bukalah...itu adalah foto masa kecil kalian" seru Nancy
Aldo benar-benar dibuat gugup dan penasaran saat dirinya membuka album lawas tersebut.
"Deg"
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥
...Kira-kira apa yang terjadi selanjutnya?🤔...
__ADS_1