Bu Guru AKU PADAMU

Bu Guru AKU PADAMU
Aku minta lagi


__ADS_3

"Eh bentar, permisi ada telepon, Riris!" ucap Ruli sembari beranjak membawa ponselnya keluar rumah.


Aldo tersenyum smirk melihat Ruli yang tampak gugup menerima telepon dari Riris.


"Iya... Iya... udah sana, Riris pasti udah kangen tuh!" celetuk Aldo sembari tertawa kecil.


Vega terlihat tertawa kecil melihat kedua muridnya yang somplak itu.


Ruli segera keluar dan membuka ponselnya.


"Ya... halo"


"Elu sekarang dimana?" ucap Riris.


"Gue sekarang di rumah Aldo dan Bu Vega! Ada apa?"


"Elu bisa datang ke rumah nggak?"


"Emangnya kenapa?"


"Temenin gue dong! Kita jalan yuk! Gue bosen di rumah!" jawab Riris manja.


"Hmm ... kemana?" tanya Ruli sambil menyandarkan punggungnya pada dinding.


"Kemana aja! Yang penting bersama Elu!" jawab Riris sembari menggigit bibirnya.


(Jangan dipraktekin 😂)


Sejenak Ruli berpikir sembari tersenyum, dan setelahnya Ia menyetujuinya.


"Oke! Gue jemput Elu!" jawab Ruli , dan kemudian ia menutup ponselnya.


"Bye..." Riris menutup ponselnya dan terlihat wajah bahagianya.


"Ruli! Kau sudah membuatku tak bisa melupakanmu!" gumamnya sembari tersenyum mengingat saat dirinya tengah bermesraan dengan Ruli kemarin sore.


Lantas Riris masuk ke dalam kamarnya untuk ganti baju. Terlihat sang kakak Claudia tengah melihat sang adik yang terlihat bahagia.


"Kamu kenapa?" tanya Claudia


"Nggak apa-apa!" jawab Riris singkat.


Lantas Riris segera mengganti pakaiannya dan setelah itu Ia bersiap untuk menyambut kedatangan Ruli.


Sang kakak yang sedang duduk di depan rumah tampak terkejut melihat Riris yang sudah bersiap untuk pergi.


"Kamu mau kemana?" tanya Claudia.

__ADS_1


"Bukan urusan kakak, bukankah kakak juga sering pergi tanpa pamit denganku?" sahut Riris.


Sejenak Claudia terdiam, gadis berusia 20 tahun itu memang sering pergi tanpa pamit dengan Riris, Claudia bekerja di sebuah cafe dan menjadi pemandu karaoke, Claudia sering pulang malam bahkan terkadang pagi dia baru pulang, sehingga membuat Riris sering kesepian. Entah apa yang dilakukan Claudia diluar jam kerjanya.


Kedua orang tuanya memang berada di luar negeri, namun kedua gadis itu lebih memilih tinggal di Indonesia, dengan alasan cowok disini lebih kalem ketimbang di luar negeri.


(Hm... setali tiga uang nih Kakak beradik)


Sementara itu, Ruli pamitan kepada Aldo dan Vega.


"Maaf, Bu Vega, Aldo! Saya permisi dulu, ada tugas negara yang harus saya lakukan!" ucapnya sambil garuk-garuk tengkuknya.


"Tugas negara?" sahut Aldo tampak mengerutkan keningnya.


"Hehehe dodol, Elu nggak perlu spaneng gitu, Riris minta jalan-jalan" jawab Ruli sambil memasukkan ponselnya ke dalam saku jaketnya.


"Halah... bilang aja kalau mau jalan-jalan ke nirwana, dengan membawa bola basket kesayangan Elu itu kan?" balas Aldo sambil tertawa.


"Assssemmmm Lu! Tahu aja dodol!" sahut Ruli tersenyum


Sementara itu Vega tampak bingung dengan apa yang mereka berdua bicarakan.


"Kalian ini ngomong apa sih?" Vega terlihat mengerutkan keningnya.


Aldo dan Ruli terdiam, tidak mungkin Ruli berbicara jujur tentang hubungannya dengan Riris yang kelewat jauh itu, mengingat Vega adalah gurunya.


"Itu Sayang! Ah bukan apa-apa! Lupakan...Tahu sendiri si Ruli tuh somplak!" jawab Aldo sembari cengar-cengir.


"Ya sudah kalau begitu saya permisi, Gue pergi dulu Do!" pamit Ruli yang diikuti Aldo dan Vega.


"Ok, thanks udah bantuin kami, sukses bro, mudah-mudahan Elu dan Riris cepetan nikah, jangan di kawinin Mulu tuh anak, entar bunting loh" celetuk Aldo yang diikuti tawa Ruli.


"Oke, itu mah beres!" jawabnya sambil menghidupkan mesin motornya. Kemudian dengan cepat Ruli melajukan motornya ke arah jalan raya dan menjemput Riris di rumahnya.


Sementara itu Vega terlihat masih bingung dengan apa yang dikatakan Aldo baru saja.


"Ayo kita masuk!" ajak Aldo sambil merangkul pundak Vega.


"Tunggu, apa maksudmu berkata itu pada Ruli?" tanya Vega penasaran.


Aldo berhenti dan menatap wajah Vega.


"Berkata apa?"


"Jangan bilang kalau Ruli dan Riris sudah...!" tanpa melanjutkan pembicaraannya Aldo sudah mengerti apa maksud istrinya.


Aldo tampak menghela nafasnya dan mau tidak mau Ia harus berkata jujur kepada Vega.

__ADS_1


"Hm...iya! Ruli dan Riris sudah melakukan hubungan terlarang itu" jawab Aldo sembari memainkan kancing dress Vega.


"Ya ampun Aldo! Itu bahaya banget! Mereka masih sekolah, gimana kalau pihak sekolah mengetahuinya atau Riris nanti hamil, terus itu akan mencoreng nama sekolah kita" ucap Vega yang khawatir jika hubungan Ruli dan Riris akan terbongkar.


"Lalu bagaimana dengan kita? Bagaimana jika hubungan kita diketahui oleh pihak sekolah?" Aldo berbalik tanya.


"Hm...itu beda, kalau kita memang udah nikah, cuma pihak sekolah tidak mengizinkan muridnya menikah, aku takut kamu akan dikeluarkan dari sekolah jika kepala sekolah mengetahuinya" jawab Vega sembari menatap wajah sang suami.


"Aku takut perjuanganmu selama 3 tahun ini sia-sia hanya karena kehadiranku, aku takut kamu akan di keluarkan dari Sekolah, karena kamu salah satu murid yang berprestasi, aku ingin melihatmu berhasil, maafkan aku sudah membuatmu seperti ini!" sambung Vega dengan tatapan sendunya.


"Sssttt...kamu ngomong apa sih! Aku tidak pernah menyesal bertemu denganmu sayang! Aku tidak akan pernah menyesalinya, kamu sudah digariskan berjodoh denganku! Ya... mungkin aku terlalu tampan sehingga cepat sekali menikah, hm...kamu tahukan Aku ini banyak sekali penggemarnya" celetuk Aldo sembari menggoda istrinya.


"Hmmm... nggak boleh, nggak boleh ada yang menyukaimu, kamu cuma milikku, Aldo cuma milik Vega." sahut Vega dengan memanyunkan bibirnya.


Aldo terkekeh melihat tingkah istrinya yang lucu itu.


"Sayang! Minta lagi dong!" seru Aldo yang tiba-tiba membuat Vega terkejut.


"Aldo! bukannya kemarin udah, semalam udah! Sekarang minta lagi? Tahu sendiri minul-minul ku masih sedikit bengkak!" ketus Vega.


"Aduuhhh...yang minta minul-minul itu siapa? Aku minta minumnya lagi, haus nih!" jawab Aldo sembari mengusap lehernya sendiri. Vega tampak tersipu malu saat Suaminya minta minum namun dirinya salah faham.


"Oh...bilang dong kalau minta minum" sahut Vega sembari menuangkan minuman untuk suaminya.


Tiba-tiba saja Aldo merangkul pinggang Vega dan berbisik di telinganya.


"Memangnya kalau minta si minul-minul boleh ya?" ucap Aldo sambil mencium tengkuk sang istri. Vega terlihat kegelian dengan apa yang dilakukan oleh Aldo.


Vega terdiam dan membiarkan suaminya berbuat semaunya.


"Kenapa diam? Boleh tidak?" tanya Aldo sekali lagi.


"Tadi katanya minta minum?" jawab Vega sembari mulai merasakan ada gerakan tangan di balik bajunya. Memintir dan memilin sesuatu yang bersembunyi di balik dua cup bra milik Vega.


"Aldo!"


"Hmmm..."


"Minuman nya udah selesai" seru Vega yang mengangkat segelas air minum untuk Aldo yang tengah bermain pada tubuhnya.


"Aku tidak mau minum itu!" jawab Aldo dengan suara serak.


"Hmmm... maksudmu?"


"Aku mau ini saja" jawab Aldo sembari terus intens melakukan aktivitasnya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


🔥🔥🔥🔥🔥🔥


...Emang si Aldo mau apa sih?🤔...


__ADS_2