
Vega keluar dari kamar Ocha, dilihatnya Aldo yang sudah menunggunya sembari bersandar pada dinding.
"Ocha kenapa? Sakit?" tanya Aldo kepada Vega.
"Nggak!" jawabnya singkat.
"Terus?" Aldo tampak mengerutkan keningnya.
"Aku rasa Ocha sedang hamil" jawaban Vega ternyata terdengar sampai ke telinga Arsen yang berada di ruang sebelah.
"Apa Ocha hamil? Kamu yakin?" tanya Arsen yang tiba-tiba saja berdiri di samping mereka.
"Eh...Mas Arsen! Hmm...aku rasa begitu, coba aja bawa Ocha ke dokter Mas! Untuk memastikannya, atau beli aja testpack, jika tidak mau ke dokter" seru Vega.
"Hmm... begitu ya! Oke aku akan membeli itu, apa itu namanya tas...Taspen!"
"Testpack Mas, Testpack...hadeehhh cakep-cakep amsyong" sahut Aldo mengingatkan.
Vega tampak tertawa kecil melihat tingkah Aldo yang selalu somplak, lantas Ia mencubit lengan Aldo dan menatap wajah Aldo sembari mengajaknya pulang.
"Ih...apa sih Sayang! Sakit tahu!" Aldo tampak mengusap-usap lengannya.
"Katanya pulang? Ayo!"
"Eh...iya iya Ayo!" jawab Aldo.
"Oh iya Mas! Kami berdua pulang dulu!" pamit Aldo kepada kakaknya.
"Loh, kok buru-buru aja!"
"Udah malem Mas! Waktunya tugas!" jawab Aldo sembari terkekeh.
"Tugas?" Arsen mengerutkan dahinya.
"Tugas Mas, nyiramin benih kita biar tumbuh subur hehehe" jawabnya sambil cengengesan.
Arsen tampak terkekeh mendengar penuturan Aldo yang selalu somplak, dan akhirnya mereka berdua pulang.
Setelah keduanya pergi, Arsen segera datang ke kamar istrinya, Ia melihat Ocha yang masih terbaring lemas dengan posisi miring ke kiri, Arsen mendekati Ocha perlahan dan beranjak naik ke atas ranjang mereka.
Ocha merasa ada pergerakan di belakangnya, dengan cepat Ocha menoleh ke belakang dan dilihatnya sang suami yang berada di sampingnya saat ini.
"Mas Arsen!" Ocha berusaha bangkit, namun Arsen tiba-tiba menahan Ocha.
"Jangan banyak bergerak"
"Kenapa Mas!"
"Kita ke dokter yuk!"
"Ke dokter? Tapi aku tidak sakit Mas!" ucap Ocha.
"Aku tahu kamu tidak sakit, aku cuma memastikan saja, jika kamu baik-baik saja, dan aku ingin memastikan jika kamu sedang mengandung anak kita" ucap pria tampan itu
Ocha tampak malu-malu dan memeluk segera suaminya.
"Eh...eh..." Arsen terhempas di atas kasur karena Ocha menindih dan memeluknya penuh bahagia.
"Jika aku hamil beneran? Apa kamu bahagia Mas?" tanya Ocha yang berada di atas tubuh suaminya.
"Nggak perlu tanya, ya pasti bahagia dong!" jawabnya sambil tersenyum, sementara Ocha terus memeluknya dengan erat.
__ADS_1
"Ocha!" tiba-tiba suara Arsen terdengar berat di telinga Ocha.
"Apa?" jawab Ocha balik bertanya.
"Ocha kamu turun dong! sesak nih!" ucap Arsen sambil menahan sesuatu yang terasa sesak saat Ocha berada di atasnya.
Ocha mengangkat kepalanya dan menatap wajah suaminya sembari mengerjabkan matanya.
"Sesak Apanya?" Ocha tampak mengerutkan keningnya.
Perlahan Ocha mulai mengerti apa yang dimaksud oleh Arsen, sedikit demi sedikit Ocha melorotkan tubuhnya dan turun dari atas tubuh suaminya.
"Hehehe...maaf Mas, nggak sengaja!" ucapnya sambil beranjak tidur di samping suaminya dan menutupkan selimut ke seluruh tubuhnya.
Namun tiba-tiba Arsen membuka selimut itu, dan tentu saja itu membuat Ocha sangat terkejut.
"Ada apa Mas?" tanyanya dengan mata yang membola.
"Karena kamu sudah membangunkan macan tidur, maka kamu harus bertanggung jawab untuk menenangkannya" seru pria yang kini justru sedang menindih tubuh Ocha.
"Ta_tapi Mas! Aku kan sudah minta maaf!" jawabnya polos.
"Nggak cukup!" Jawab Arsen sembari menggelengkan kepalanya.
"Terus?"
Arsen menatap dalam-dalam mata Ocha dan berkata.
"Ayolah Baby! Masa kamu nggak ngerti sih!" seru Arsen sambil menutupkan selimut ke seluruh tubuh mereka.
"Mas! Akkkhhhh...geli Mas! Kamu nakal banget sih!" suara lembut Ocha terdengar dari dalam selimut yang tampak bergerak-gerak itu.
"Mas! Pliss... jangan!"
Dan akhirnya tidak ada suara Ocha dan Arsen lagi yang terdengar, hanya terlihat gerakan-gerakan yang berulang-ulang dari dalam selimut berwarna putih itu.
Hanya samar terdengar suara lenguhan kecil dari balik selimut tebal itu, entah apa yang mereka berdua lakukan, hanya mereka berdua yang tahu, yang pastinya mereka berdua tengah berbahagia.
*
*
*
*
Sementara itu Aldo dan Vega tampak sedang mampir di sebuah toko aksesoris, mereka berdua hendak memberikan kado pernikahan untuk sahabat Aldo, Ruli yang akan menikah besok.
Tampak Vega dan Aldo memasuki toko yang menjual berbagai aksesoris cantik itu, Vega tertarik memberikan sebuah kado pigora cantik yang akan mereka isi dengan foto pengantin.
"Aldo! Kita pilih yang ini saja, gimana cantik kan?" seru Vega sambil menunjukkan pigora berukuran cukup besar itu.
"Hmm... bagus, boleh!" ucap Aldo menyetujui.
Disaat Vega membayar ke kasir, kemudian Aldo tampak melihat-lihat sebentar koleksi aksesoris yang ada di toko itu, Aldo terkejut melihat sebuah lingerie cantik tergantung di sudut ruangan. Aldo tampak memeriksa model dan kondisi lingerie berwarna putih itu.
"Beuh...seksi nih, pasti bini gue cakep kalau masak pake baju ini, pasti dia nggak bakal kegerahan" ucapnya lirih sambil membolak-balik gaun seksi itu.
Kemudian Aldo memanggil pelayan toko untuk membungkus nya, dan setelah itu Aldo membayar gaun yang sudah ia beli tadi, Vega tampak mengerutkan keningnya.
"Kamu beli apa Do?"
__ADS_1
"Hah...oh ini baju buat kamu, biar kalau masak nggak kegerahan, kan kamu pernah bilang kalau masak sering gerah, nih aku beliin, pasti kamu suka!"
Vega sempat berpikir, memang gaun apa yang Aldo beli, sedangkan toko ini menjual berbagai aksesoris dan berbagai macam underwear.
"Baiklah, ayo kita pulang!" ajak Aldo
Keduanya pulang dan membawa beberapa bahan makanan juga yang mereka beli di pasar swalayan.
Aldo membawa seluruh belanjaan dan menaruhnya di dalam rumah, sementara itu Vega tampak lelah, dirinya menghempaskan tubuhnya pada sofa.
Aldo melihat istrinya yang tampak kelelahan, dengan segera ia mengambilkan minum untuknya.
"Minumlah! Kamu kelihatan capek banget!" seru Aldo sembari menyodorkan segelas air putih untuk istrinya.
"Terima kasih" Vega lantas meminumnya.
"Sayang aku lapar nih, karena kamu masih capek, biar aku sendiri yang masak, kamu mandi aja!" seru Aldo sembari beranjak pergi ke dapur.
Namun tiba-tiba saja Vega memanggilnya.
"Aldo!"
"Iya...!" Aldo menoleh
"Tadi katanya beliin aku baju untuk masak? Mana?" tanya Vega, pikir Vega adalah mungkin sejenis daster atau baju santai.
"Oh ..itu di dalam paper bag warna ungu" seru Aldo sembari menunjuk paper bag warna ungu.
Vega mengambinya dan segera pergi ke kamarnya untuk mandi dan ganti baju, Vega tak tega melihat suaminya masak sendiri, Vega berinisiatif untuk membantunya.
Setelah Vega selesai mandi, lantas Ia segera mengambil baju yang sudah Aldo belikan untuknya, Vega mengambil isi paper bag berwarna ungu itu, betapa terkejutnya saat ia melihat baju yang biasa digunakan untuk berperang di atas ranjang, tiba-tiba saja Aldo menyuruhnya untuk memakai di saat Ia sedang memasak.
"Astaga! Aldo...ini yang namanya baju untuk memasak, hmm..." Vega menghela nafasnya, namun akhirnya ia menuruti juga kemauan suami brondongnnya itu.
Vega turun dari kamarnya dan menghampiri Aldo yang berada di dalam dapur.
"Ehem..."
Suara deheman membuat Aldo terkejut, dan ia melihat Vega dengan seksinya menghampiri dirinya yang sedang sibuk memasak itu.
"Sayang! Kamu cantik sekali...kamu suka dengan bajunya? Pasti kamu tidak akan kegerahan lagi" Aldo mendekati istrinya yang terlihat seksi itu.
"Iya...tapi masa iya aku mau masak pake baju ginian sih Do!" Bukannya aku yang gerah, tapi kamu yang gerah" jawabnya sambil meraih masakan yang belum di selesaikan Aldo.
Aldo tampak menyeringai dan menyunggingkan senyumnya. Aldo bukannya membantu sang istri justru dirinya sibuk sendiri.
"Aldo! Kamu ngapain sih, geli ah"
"Hmm...kamu seksi sekali hari ini" ucap Aldo sembari mencumbu istrinya.
*
*
*
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥🔥
__ADS_1
...VISUAL HANYA MENAMPILKAN ADEGANNYA SAJA YA, BUKAN WAJAHNYA 😊...