
Ocha mencium tangan Arsen, kemudian Arsen mengecup kening Ocha dengan lembut, keduanya saling menatap begitu bahagia, Arsen memeluk istrinya, tampak Ocha merasakan kehangatan dalam pelukan sang suami.
Kedua mempelai tampak meminta doa restu kepada kedua orang tua mereka, Nancy terlihat bahagia, ada tangis haru menyelimuti wajah Nancy, dirinya begitu bahagia akhirnya suami dan anak-anaknya bisa berkumpul lagi bersamanya.
"Mama bahagia sekali hari ini, akhirnya Mama bisa melihat kalian semua bahagia bersama pasangan masing-masing, Mama berdoa agar kalian selalu berada dalam kebahagiaan dan perlindungan-NYA"
"Terima kasih Mama, kami semua sangat menyayangi Mama" Arsen dan Aldo terlihat memeluk sang Mama penuh cinta, Baron tampak menitikkan air matanya, pria yang biasa terlihat tegar itu hari ini hatinya seperti wanita, Ia begitu terharu melihat istri dan anak-anaknya berkumpul kembali.
Tiba-tiba datang dari arah pintu ruangan akad nikah sepasang suami istri yang dulu pernah mengisi hari-hari keluarga Baron dan Nancy, mereka adalah Paman Nuris dan Bibi Salamah.
Pasutri itu berjalan bersama Vega, Vega yang membawa pasutri itu, keduanya tampak begitu bahagia saat melihat Nancy dan Baron.
"Tuan Baron, Nyonya Nancy!" seru Bibi Salamah yang masih ingat betul wajah majikannya.
Nancy berdiri dan melihat kedua orang tua yang sangat mereka kenal, Nancy menghampiri keduanya.
"Nyonya! Apa Nyonya masih ingat kepada saya?" Bibi Salamah tampak berkaca-kaca. Nancy menganggukkan kepalanya dan dengan segera merangkul wanita yang dulu pernah ikut merawat kedua puteranya.
"Bibi Salamah?" Aldo begitu terkejut saat melihat kedatangan Bibi Salamah yang Ia kenal saat dirinya tengah memperbaiki motor Vega saat itu di sebuah desa terpencil.
Aldo dan Arsen saling menatap, kenapa sang Mama begitu terharu dengan kedatangan Bibi Salamah dan Paman Nuris.
"Aku tidak akan pernah melupakan jasa-jasa Bibi, bagaimana kalian bisa berada di sini?" tanya Nancy yang penasaran, bagaimana bisa Paman Nuris dan Bibi Salamah mengetahui tempat tinggal mereka .
"Non Vega yang membawa kami kesini Nyonya, kami dijemput oleh sebuah mobil suruhan Non Vega, katanya Nyonya dan Tuan sedang mantu, kami sangat bahagia mendengarnya, dan kami disuruh datang kesini, kami juga penasaran dengan istri-istri Tuan muda Arsen dan Tuan muda Alfian, pasti mereka cantik-cantik" ucap Bibi Salamah yang belum mengetahui jika Vega adalah istri Aldo atau Tuan muda Alfian.
__ADS_1
Nancy tersenyum dan membawa Bibi Salamah kepada dua putranya dan beserta istrinya.
Aldo dan Arsen menghampiri Bibi Salamah dan bersalaman dengan wanita yang pernah merawatnya itu. Bibi Salamah menatap dua pria yang sedang berada di depannya dengan penuh haru.
Bibi Salamah juga terkejut sekaligus bahagia saat melihat Aldo yang pernah Ia temui waktu Aldo datang ke rumahnya bersama Vega.
"Ternyata benar dugaanku, kamu adalah Tuan muda Alfian, aku tidak pernah salah, Bibi sangat merindukan kalian berdua" ucap Bibi Salamah yang tidak bisa membendung air matanya.
Nancy menghampiri mereka dan menjelaskan kepada dua putranya jika Bibi Salamah adalah pengasuh mereka, Bibi Salamah dan Paman Nuris adalah orang yang selalu menjaga mereka disaat Nancy dan Baron bekerja di kantor.
"Arsen, Aldo! Mereka berdua adalah Bibi Salamah dan Paman Nuris, mereka adalah pengasuh kalian sejak kecil, mereka berdua pergi saat Mama dan Papa berpisah" ungkap Nancy kepada kedua putranya.
"Jadi... Bibi Salamah adalah orang yang sangat berjasa terhadap kami"
Aldo dan Arsen merangkul Bibi Salamah dan Paman Nuris, seketika ruangan akad nikah itu dipenuhi keharuan.
Bibi Salamah mengusap lembut wajah keduanya dan berkata.
"Bibi datang kesini karena mendengar jika Tuan muda Arsen hari ini menikah, mana istrimu aku ingin melihatnya" ucap wanita yang memakai kebaya jadul itu.
Kemudian Arsen memperkenalkan Ocha kepada Bibi Salamah.
"Ini Ocha, Bi. Dia istriku" seru Arsen
Ocha mencium tangan Bibi Salamah dan tersenyum.
__ADS_1
"Sungguh cantik sekali, Bibi sangat senang, dia gadis yang manis" balas bertanya Bibi Salamah sembari tersenyum.
"Dan Tuan muda Alfian, saya dengar Tuan muda juga sudah beristri, bukannya Tuan muda masih sekolah? Kok udah nikah? Hmm memangnya gadis mana yang beruntung di peristri oleh Tuan muda Alfian?" ucapnya sembari mengerutkan keningnya.
Kemudian Aldo menghampiri Bibi Salamah dan berkata.
"Bibi pasti sudah sangat mengenal siapa sosok istri Aldo!" ucapnya sambil melirik ke arah Vega yang berdiri di samping Bibi Salamah.
Bibi Salamah dan Paman Nuris terlihat bingung, memangnya gadis mana yang sudah menjadi istri Aldo, mereka berdua hanya mengenal satu gadis yaitu Vega yang sering bermain ke rumah mereka dan menjadi teman putra mereka.
"Apa maksudmu Tuan muda? Kami benar-benar tidak mengerti" jawab Bibi Salamah bingung
Kemudian Aldo menarik tangan Vega dan memperkenalkan Vega sebagai istrinya.
"Dia istriku Bi, Bu guru sekaligus teman dan guru Aldo" seru Aldo sembari merangkul pundak Vega.
"Apa? Non Vega istrimu? Kok Non Vega nggak bilang?" Bibi Salamah begitu terkejut melihat Aldo mengatakan itu kepadanya.
"Jadi kalian berdua sudah menikah? Bibi sudah curiga dengan sikap kalian waktu itu, kalian sudah seperti orang yang sedang jatuh cinta" ucapnya menambahkan.
"Selamat ya untuk kalian berdua, semoga lekas mendapatkan momongan" ungkap Bibi Salamah dan tiba-tiba saja Arsen berceletuk.
"Aamiin... semoga disegerakan, kalau Aldo dia udah hamil Bi, eh salah Istrinya yang sudah hamil" Seru Arsen.
"Loh...Tuan muda Alfian udah bisa bikin bayi? Nggak nyangka, perasaan baru kemarin Bibi gendong kamu dan sekarang kamu sudah mau punya anak, hmm benar-benar pinter ya anak sekarang!" balas Bibi Salamah yang diiringi gelak tawa mereka.
__ADS_1
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥