
Tangan lentik itu mencengkram erat punggung Aldo saat yang di sana terasa berdenyut-denyut hebat, dan disusul erangan dari bibir Aldo yang terdengar begitu seksi.
"I love you Baby!"
"I love you too"
Keduanya tersenyum bahagia, akhirnya malam ini terasa begitu indah, seperti malam-malam sebelumnya, yang dipenuhi dengan suasana romantis nan indah.
*
*
*
*
Hingga tak terasa hari-hari pun berlalu, tiba waktunya untuk Ocha dan Arsen menuju halal. Hari yang begitu dinantikan oleh kedua insan yang saling memadu kasih itu.
Vega menghampiri Ocha yang sudah terlihat cantik dengan kebaya putih dengan sanggul modern yang begitu anggun, membuat penampilan Ocha hari itu terlihat begitu menawan.
"Wahh...coba lihat! Adikku ini begitu cantik, sangat mempesona" seru Vega sembari memuji Ocha yang terlihat memancarkan aura pengantin baru. Ocha tersenyum malu, karena hari ini adalah hari yang sangat bersejarah baginya, hari di saat Ia akan melepas masa lajangnya.
"Kak!"
"Hmm..." Vega menoleh ke arah Ocha yang seolah ingin berkata sesuatu.
__ADS_1
"Pengalaman kakak pas malam pertama gimana sih?"
"Hah? Kenapa kamu tanyakan itu?"
"Pingin tahu aja, ceritain dong Kak!" pinta Ocha sembari menarik tangan Vega.
"Aduh Ocha, sesuai pelajaran biologi yang sudah kamu pelajari, kakak nggak bisa jelasin" jawabnya sambil berbisik.
"Yah... Kakak! Nggak asik ah" balas Ocha kecewa.
"Udah ngapain kamu pikirin, Mas Arsen itu pria dewasa, dia tahu kok apa yang akan dia lakukan, jadi kamu tidak usah khawatir" ucapnya memberi masukan.
"Takut aja Kak!"
"Takut? Apanya yang takut?" Vega Tampak mengerutkan keningnya.
Vega tersenyum dan merangkul sang adik.
"Dengarkan kakak, persiapkan dirimu lahir dan batin untuk menerima mas Arsen, jiwa ragamu akan menjadi miliknya seorang, ingat Ocha hanya Mas Arsen yang berhak atas dirimu, dan kamu harus menuruti semua permintaan Mas Arsen, akan sangat berdosa jika kamu menolaknya, Kakak yakin kamu pasti bisa" Vega memberikan semangat kepada adiknya yang hendak naik ke pelaminan.
"Gitu ya Kak, jadi semisal kita repot nih, kayak masak atau lagi nyuci piring, terus suami minta haknya, kita harus berhenti dan segera menghampirinya gitu ya"
"Yapp...betul sekali, jadi kamu jangan menolak jika sewaktu-waktu suamimu meminta haknya atas dirimu, menikah bukan hanya sekedar berhubungan badan, namun adanya saling pengertian dan kepercayaan, komitmen bersama untuk menuju rumah tangga yang bahagia, kakak yakin Mas Arsen akan membimbingmu, dia laki-laki yang tepat untukmu, dan kamu akan semakin dewasa saat bersama nya"
Ocha menganggukkan kepalanya dan mulai memahami apa hakikat pernikahan yang sesungguhnya.
__ADS_1
"Apa kakak juga bahagia bersama Aldo? Secara Aldo terpaut jauh usianya sama kakak!" balas Ocha
"Iyaa, Kakak dan Aldo memang terpaut 5 tahun, memang terkadang sifat labil Aldo masih ada, namun Aldo mampu meyakinkan kakak, jika dirinya bisa menunjukkan kedewasaannya, dan itu yang membuat kakak nyaman, dia tidak menuntut kakak berlebihan, dia menerima kakak apa adanya"
Kedua kakak beradik itu saling bercengkrama sehingga tidak sadar Mama Sonia datang untuk memberi tahukan jika Arsen sudah menunggu calon pengantinnya.
"Ocha, Vega! Kalian berdua masih disini, Arsen sudah datang, ayo segera keluar, ijab Kabul nya udah mau di mulai" seru Mama Sonia.
"Iya Ma!"
Akhirnya Ocha keluar dari kamarnya di dampingi Mama dan kakaknya, sementara Aldo yang berada di samping Arsen tampak membisikkan sesuatu pada telinga kakaknya itu.
"Mas! Jangan lupa, berdoa dulu sebelum belah ciplukan, Ocha masih mungil mas, hmm" bisik Aldo yang dibalas dengan senyum Arsen yang manis.
"Iya! Mas pasti hati-hati" jawabnya polos.
"Eh... eh...itu Ocha Mas!" seru Aldo memberitahu bahwa Ocha berjalan menghampiri Arsen.
Arsen tersenyum simpul melihat calon istrinya yang mulai duduk di sampingnya.
"Kamu cantik sekali!" Arsen berbisik lembut pada telinga Ocha yang disambut senyum tipis dari bibir mungil itu.
Kemudian acara akad nikah segera dimulai, prosesi tampaknya berjalan dengan baik, Arsen pun dengan mudah mengucapkan ijab Kabul dengan satu tarikan nafas, dan setelah beberapa saat akhirnya semua yang hadir mengucapkan Sah kepada pernikahan mereka berdua.
Betapa bahagia hati kedua mempelai, akhirnya Arsen telah resmi memperistri Ocha untuk dijadikan pendamping hidupnya untuk selama-lamanya.
__ADS_1
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥