
"Hah...mana lalatnya? Orang nggak ada apa-apanya!" seru Bima mengelus-elus kepala botaknya.
"Ya...udah terbang kali pak, udah saya pelototin tadi" sahut Ruli, Riris terlihat ikut tertawa lirih melihat tingkah Ruli yang kocak. Bima yang melihat Riris yang sedang tertawa terlihat terkejut.
"Kamu kok ketawa Ris? Ada yang lucu?" tanya Bima yang tiba-tiba membuat Riris salah tingkah.
"Eh...nggak kok Om!" jawabnya gugup
Bima kemudian pergi meninggalkan mereka dan menuju ke kelas, sementara itu Ruli yang masih berada di UKS bersama Riris terlihat menemani Riris.
"Elu kenapa tiba-tiba pingsan gitu? Apa Elu sakit?" tanya Ruli.
"Nggak, gue nggak sakit" jawab Riris.
"Lah terus?" Ruli semakin penasaran
"Elu jangan bilang siapa-siapa, gue mau ngomong sama Elu!" kata Riris sambil menarik tangan Ruli.
"Eh ...Eh...eh...tangan gue ditarik lagi, mau apa dia!" gumam Ruli
Setelah Ruli mendekat kemudian Riris dengan cepat membisikkan sesuatu pada telinga Ruli.
"Sini gue bisikin!" seru Riris sambil mendekatkan wajahnya pada wajah Ruli.
"Anjiiirr...geli woi...gini amat ya dibisikin cewek, geli gue sumpah" gumam Ruli dengan
kegelian.
Kemudian Riris berhenti dan memandang wajah Ruli yang nampak tersipu malu.
"Ngerti nggak Elu!" ucap Riris yang telah membisikkan sesuatu ke telinga Ruli, sedangkan Ruli cuma cengar-cengir setelah Riris berbisik kepadanya.
"Nggak...gue nggak ngerti Elu ngomong apa tadi hehehe" jawab Ruli sambil garuk-garuk kepalanya.
"Astaga...jadi Elu dari tadi nggak denger apa yang gue bisikin...ya ampun dodol amat sih nih anak!" jawab Riris sembari menepuk jidatnya. Ruli hanya menggelengkan kepalanya dan senyum-senyum sendiri.
"Habis, geli banget dah... merinding gue dibisikin sama gadis cantik seperti kamu!" ucap Ruli merayu.
Riris melihat keseruan pada Ruli, membuatnya semakin penasaran dengan sosok Ruli yang terkadang terlihat somplak.
"Oke...gue bisikin sekali lagi, tapi Elu kudu konsentrasi, ngerti!" seru Riris.
"Kenapa musti di bisikin sih?" tanya Ruli.
__ADS_1
"Karena ini penting banget" jawabnya yang langsung mendekatkan wajahnya pada wajah Ruli.
Ruli terlihat mendengarkan apa yang dibisikkan Riris kepadanya. Ruli terlihat membulatkan matanya saat Riris membisikkan sesuatu yang penting kepadanya. Namun tiba-tiba Ruli merasa merinding karena Riris membisikkannya begitu pelan sehingga membuat Ruli spontan menengok ke wajah Riris yang masih menempel pada telinganya.
Sehingga wajah Ruli dan wajah Riris saling bertemu dan begitu dekat. Riris terdiam saat Ruli memandangnya begitu dekat.
"Asseeeemmm...hati gue ser-seran menghadapi Riris, apa gue suka sama dia? ampun deh... bibirnya menggoda banget cuyy, nggak nahan gue" gumam Ruli yang mulai mendekatkan bibirnya pada bibir Riris.
Dan tiba-tiba saja itu semua terjadi, Ruli mencium bibir Riris, dan entah kenapa Riris juga membalasnya. Entah itu ciuman pertama mereka atau bukan yang jelas keduanya sangat menikmatinya.
"Apa yang kalian berdua lakukan?"
Tiba-tiba saja suara dari luar mengejutkan Ruli dan Riris yang tampak menikmati ciuman mereka. Keduanya menoleh ke arah siapa yang telah memanggil mereka berdua.
"Bu Vega!"
Keduanya sangat terkejut saat Vega memergoki mereka berdua yang tengah berciuman. Lantas Vega menghampiri keduanya dan melihat sikap mereka yang salah tingkah.
"Kalian tahu ini lingkungan sekolah? Apa pantas kalian melakukan hal yang tak senonoh ini?" ucap Vega menatap keduanya dengan tajam.
"Bu...Bu Vega, kami minta maaf, tapi saya mohon jangan laporkan kepada kepala sekolah ya Bu!" pinta Ruli
Riris terlihat diam, dia tahu apa yang harus dilakukannya.
"Perbuatan kalian benar-benar sudah melampaui batas, saya akan melaporkan ini kepada kepala sekolah" ucap Vega sembari beranjak pergi keluar.
"Jika Bu Vega melaporkan kami kepada kepala sekolah, maka saya juga akan melaporkan bahwa Bu Vega dan Aldo pernah berada dalam satu kamar mandi, dan itu saya lihat dengan mata kepala saya sendiri" seru Riris.
"Apa?"
Vega terhenti dan berbalik menghampiri Riris yang masih berada di atas tempat tidur.
"Apa maksudmu bicara seperti itu?" tanya Vega yang penasaran, bagaimana bisa Riris mengetahui jika Aldo pernah berada di dalam kamar mandi bersamanya.
"Bu Vega tidak bisa ngeles lagi dari saya, saya lihat dengan mata kepala saya sendiri, jika Aldo dan Bu Vega berada dalam satu kamar mandi, saya tidak tahu apa yang kalian berdua lakukan, tapi yang jelas apa yang sudah kalian lakukan mungkin lebih parah dari apa yang saya lakukan dengan Ruli" ungkap Riris yang membuat Vega terdiam.
"Astaga... kenapa Riris bisa mengetahui hal ini!" gumam Vega yang mulai khawatir.
"Baiklah, aku tidak akan bilang kepada kepala sekolah, tapi ingat jangan lakukan hal itu lagi!" ucap Vega sembari pergi meninggalkan mereka.
Ruli dan Riris saling menatap.
"Ris...Elu yakin melihat Aldo berdua dengan Bu Vega di kamar mandi?" tanya Ruli yang masih tidak percaya.
__ADS_1
"Gue yakin banget seratus persen, gue awalnya nggak percaya saat Aldo keluar dari kamar mandi guru, gue pikir itu hal biasa mungkin kamar mandi siswa sedang antri, tapi setelah Aldo keluar dari kamar mandi itu, ternyata masih ada Bu Vega di belakangnya yang terlihat merapikan rok dan bajunya, sekarang pikir deh, apa yang mereka lakukan di sana? Gila nggak sih?" ungkap Riris
Ruli terdiam, dirinya tidak menyangka jika Aldo akan berbuat seperti itu, apalagi Vega sekarang adalah berstatus istri orang.
"Masa iya sih si Aldo begituan sama Bu Vega, gue musti selidiki nih, gue kudu nanya langsung sama si Aldo" ucap Ruli sembari beranjak pergi. Namun tiba-tiba saja Riris memanggilnya lagi.
"Ruli tunggu!"
Ruli berhenti dan berbalik badan, kemudian Riris mulai turun dari tempat tidur dan menghampiri Ruli yang berdiri di tempatnya.
"Gue nggak nyangka, Elu pinter banget main lidahnya, Gue suka itu" ucap Riris memuji kepiawaian Ruli mencium bibirnya.
Tentu saja Ruli pandai bermain itu, setiap hari dirinya selalu melihat tutorialnya, pasti Ruli sangat ahli memainkan perannya sebagai laki-laki normal.
Ruli tersenyum smirk dan tak sengaja terus memperhatikan gundukan yang menantang itu.
"Alamakkkk...nih gunung pingin gue daki aja, penasaran gue" gumamnya sembari menelan ludahnya kasar.
Ruli memang tidak seperti Aldo yang masih polos tentang hal seperti itu, Ruli selalu melakukannya dengan setiap gadis yang dipacarinya, dan tentu saja itu adalah kesepakatan berdua, dan saling suka sama suka. Meskipun Ruli sudah putus dari gadis yang dipacarinya, namun sang gadis tidak menuntut untuk dinikahinya, karena keduanya sudah sepakat untuk tidak membicarakan hal itu lagi.
Pergaulan Ruli memang bebas, namun masalah persahabatan, Ruli selalu menomorsatukan, dirinya tidak ingin Aldo dan Boni mengikut jejak calon Casanova dari seorang Ruli yang memiliki wajah maskulin.
Saat ini Ruli tengah mengincar gadis yang baru saja memasuki relung hatinya.
"Nanti malam kita ketemu!" ucap Ruli dengan tatapan mata yang sangat membius seorang Riris yang notabene nya sama seperti Ruli.
"Oke... dimana?" Riris menjawab dengan senyum yang menggoda.
"Di cafe Kembang Malam"
Riris mengangguk, kemudian Ruli mulai keluar dari ruang UKS dengan perasaan senang.
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥
*
*
*
*
__ADS_1
Ayo merapat beb ke karya kak Mayya_zha yang berjudul FAKE LOVE... ceritanya nggak kalah seru loh 🥰🥰