Bu Guru AKU PADAMU

Bu Guru AKU PADAMU
Adik Mas Arsen


__ADS_3

Aldo mulai membuka album foto itu, semuanya kebanyakan foto dirinya dan kakak nya.


"Itu adalah foto kenangan masa kecil kalian, saat itu kamu masih berusia 3 tahun, dan kakakmu 10 tahun, kalian berdua terpaut 7 tahun" Nancy mulai menceritakan tentang masa kecil Aldo.


Aldo mendengarkan Nancy sembari melihat -lihat foto dirinya bersama sang kakak. Tanpa sadar Aldo menemukan foto Nancy bersama laki-laki yang di temuinya tadi siang saat bersama Nancy.


"Ma... bukannya ini bapak-bapak yang siang tadi ketemu kita? Kok fotonya nongol disini? Apa dia Papanya Aldo Ma?" tanya Aldo menyelidik.


Nancy terdiam dan hanya menghela nafasnya.


"Iya kamu benar Do" jawab Nancy


"Jadi... pria ini yang sudah menyia-nyiakan Mama, Mama menderita karena dia, Aldo nggak nyangka ketemu dengan laki-laki itu, kalau Aldo tahu dia adalah orang yang udah nyakitin Mama, bakal Aldo bikin rempeyek dia Ma" ucap Aldo kesal.


"Huss...kamu nggak boleh ngomong gitu, bagaimana pun juga dia adalah Papamu, tanpa dia kamu tidak akan ada di dunia ini" sahut Nancy


"Kenapa Mama sampai pisah dengan Papa?" pertanyaan Aldo membuat Nancy seketika harus mengingat kejadian 15 tahun yang lalu.


"Salah faham, Papamu menuduh Mama menggelapkan uang perusahaan, padahal Mama tidak pernah melakukan hal itu, Mama sudah di fitnah" pengakuan Nancy


"Lantas apa Mama tahu siapa yang sudah memfitnah Mama?" tanya Aldo penasaran


Nancy menghela nafasnya, karena orang yang sudah membuatnya di ceraikan oleh suaminya adalah ibu mertuanya sendiri.


"Nenekmu sendiri" ucap Nancy


"Nenek? Aldo masih punya nenek Ma?" tanya Aldo penasaran.


"Nyonya Edelweiss, dia ibu dari Papamu, wanita itu terobsesi untuk menyingkirkan Mama dari kehidupan Papamu, karena Mama pernah melihat perselingkuhannya dengan pria lain, Nyonya Edelweiss takut jika Mama bilang kepada Papamu, sementara waktu itu kakekmu sedang sakit keras" Nancy membongkar rahasia yang selama ini ia pendam.


"Apa Ma? Jahat sekali wanita itu, terus apa yang dilakukan wanita tua itu kepada Mama?"


"Dia mencari cara untuk memfitnah Mama sedemikian rupa agar Papamu segera menceraikan Mama, dan akhirnya usahanya berhasil, kami akhirnya bercerai" ucapan Nancy membuat Aldo sangat bersedih.


"Bukan hanya ingin menyingkirkan Mama, wanita itu juga ingin merampas dirimu dari tangan Mama, hingga akhirnya Mama terpaksa harus mengganti namamu, karena Mama takut mereka akan mengenali mu dan mengambilmu dari tangan Mama, dan Mama tidak mau itu terjadi" seru Nancy.


"Mengganti nama Aldo?"


Aldo tampak mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"Apa maksud Nama?"


"Aldo... sebenarnya nama aslimu adalah Alfian, Mama sengaja mengubah namamu menjadi Aldo Alexander untuk menghindari namamu yang sudah mereka kenal" ucapan Nancy membuat Aldo sangat terkejut bukan main.


"Apa Ma? Alfian? Itu nama Aldo yang sebenarnya?"


"Kok namanya sama sih dengan nama adik Mas Arsen?" gumam Aldo mulai curiga


"Terus Ma! Siapa sebenarnya kakak Aldo, katakan Ma?" pertanyaan Aldo yang memaksa Nancy harus mengatakan kebenarannya.


"Aldo! Kamu sangat mengenalnya, dia begitu dekat denganmu...Iya dia adalah calon suami Bu Vega, Arsen!"


"Deg"


Spontan apa yang dikatakan oleh Nancy membuat Aldo lemas seketika.


"Arsen adalah kakak kandungmu, yang sebentar lagi akan menikah dengan wanita yang kamu cintai, maafkan Mama Aldo, Mama tidak bermaksud menyakiti hatimu, tapi setidaknya kamu harus bersabar, Bu Vega adalah calon istri kakakmu sendiri, dan kamu harus belajar untuk merelakan nya" ucap Nancy sembari menepuk pundak Aldo.


Aldo terdiam mendengar ucapan Nancy, kini perasaannya hancur seketika saat dirinya tahu semua kebenarannya. Ia harus merelakan Vega untuk menjadi istri kakak nya sendiri, meski tak bisa dipungkiri Aldo sangat mencintai Vega.


"Aldo harus pergi Ma, Aldo harus menemui mas Arsen, dia harus tahu hubungan kami, bahwa kami adalah bersaudara, dan Aldo akan pasrahkan Bu Vega untuk menjadi istri Mas Arsen, Aldo rela Ma...Aldo akan melepaskan Bu Vega untuk selamanya, dan Aldo akan belajar melupakan Bu Vega dari hati Aldo, Aldo harus kuat Ma, Aldo harus bisa...Aldo pergi dulu Ma!" pamit Aldo yang membuat Nancy tak hentinya menitikkan air matanya.


"Aldo semoga kamu kuat menghadapi semua ini, Mama selalu berdoa untuk kedua anak Mama" Nancy hanya bisa pasrah, bagaimana lagi semua ini terlanjur cinta, Aldo terlanjur mencintai Vega, sementara Vega harus menikah dengan Arsen, putra pertamanya.


******


Malam itu Arsen sudah 95 persen mempersiapkan untuk acara pernikahan nya yang dilaksanakan besok siang di sebuah gedung.


Arsen tampak belum bisa memejamkan matanya, dirinya sudah tidak sabar menanti hari-hari di saat Vega resmi menjadi miliknya.


Tiba-tiba saja dirinya dikejutkan dengan motor sport warna merah yang berhenti di depan rumahnya.


Arsen melihat kearah depan rumahnya, tampak seorang pemuda tegap tinggi tengah melepaskan helm nya.


"Aldo!" Arsen terkejut melihat kedatangan Aldo di rumah mereka. Lantas Aldo segera pergi untuk menemui Arsen.


Tampak seorang pelayan membukakan pintu untuk Aldo.


"Selamat malam mbak, Mas Arsen nya ada?"

__ADS_1


"Iya ada, sebentar saya panggilkan dulu, masnya silahkan duduk dulu!" seru pelayan itu


"Terima kasih" jawab Aldo singkat.


Kemudian Arsen terlihat keluar dari kamar tidurnya dan menghampiri Aldo yang sudah menunggunya.


Aldo benar-benar tidak bisa menahan emosi nya, Ia benar-benar tidak menyangka bahwa ia bisa bertemu lagi dengan kakaknya.


"Mas Arsen!" seru Aldo senang


"Aldo! Apa yang menyebabkan kamu datang kemari?" tanya Arsen


"Mas Arsen, Aldo sangat senang sekali bisa melihat wajah mas Arsen, ini semua sudah kehendak Nya, kita berpisah dan akhirnya kita di pertemukan kembali" ucapan Aldo membuat Arsen bertanya-tanya.


"Apa maksudmu Do?" Arsen dibuat bingung dengan pernyataan Aldo.


"Mas Arsen pernah bilang, jika Mas memiliki seorang adik laki-laki yang bernama Alfian, dan kalian berdua berpisah karena kedua orang tua bercerai, dan Mas Arsen bertanya-tanya kemana kah adik dan Mama Mas Arsen!" ucap Aldo yang tak sabar ingin mengutarakan tentang siapa dirinya.


"Iya...Kamu benar, lantas apa hubungannya dengan kamu?"


"Aku adalah adik Mas Arsen yang selama ini Mas Arsen cari, iya...aku adalah Alfian, adik Mas"


"Deg"


"Apa yang kamu katakan, itu tidak mungkin kamu jangan mengada-ada, mana mungkin kau adalah adikku, yang jelas kau adalah bocah ingusan yang mencoba merebut Vega dariku, itu yang benar... sekarang kamu pergilah, aku tidak mau melihatmu lagi" seru Arsen yang terlihat marah.


"Mas... percayalah, aku adalah Alfian, adik kandung Mas Arsen...Mamaku adalah Mamamu juga, Nancy. Dan Papa kita adalah Baron Agustinus, Mama dan Papa bercerai sejak aku masih usia 3 tahun, dan Papa membawa Mas Arsen pergi, sementara Aku ikut Mama...aku mohon percayalah Mas" penjelasan Aldo masih dianggap dingin oleh Arsen.


"Jujur aku memang memang mencintai bu Vega, Aku belum pernah merasakan perasaan ini kepada gadis manapun, Bu Vega adalah cinta pertama Aldo, tapi sayang Bu Vega sudah bertunangan dengan Mas Arsen, dan mungkin cinta yang Aldo rasakan kepada Bu Vega memang tak seharusnya terjadi, Bu Vega milik Mas Arsen, dan Aldo hanya pemuja rahasia Bu Vega, sekarang Aldo sadar jika memang Bu Vega tercipta untuk Mas Arsen, Mas Arsen jangan khawatir, Aldo akan melupakan Bu Vega, dan Aldo akan mendoakan kebahagiaan untuk mas Arsen, karena Aldo sudah sangat bahagia sekali bisa bertemu dengan kakak Aldo... yaitu Mas Arsen" ucap Aldo dengan mata yang berkaca-kaca.


Sosok Aldo yang terbiasa somplak, kini berubah menjadi pria yang rapuh, yabg harus merelakan Vega untuk kakak kandungnya sendiri, demi hubungan persaudaraan yang selalu Aldo rindukan.


"Jika Mas tidak percaya, lihatlah foto ini, ini adalah foto keluarga kita 15 tahun yang lalu, Aldo dapatkan ini dari Mama...Mama sangat menyayangi Mas Arsen, kalau begitu saya permisi dulu Mas... sekali lagi selamat untuk Mas Arsen, Aldo pasti datang ke pernikahan Mas dengan senang hati" pamit Aldo kepada sang kakak sembari memberikan foto masa kecil mereka kepada Arsen yang masih terdiam di tempatnya.


Kemudian Aldo pergi dari rumah Arsen.


"Aldo...apa benar dia adik kandungku?" gumam Arsen yang mulai menelisik


BERSAMBUNG

__ADS_1


🔥🔥🔥🔥🔥


__ADS_2