
"Maafkan Papa dan Mama, tapi percayalah kami sangat menyayangimu seperti putri kami sendiri, kamu adalah putri kami yang sangat pintar dan cerdas, kami bangga memiliki putri sepertimu Vega" ucap Javier penuh sembari tersenyum.
"Mama dan juga Papa akan selalu memberikan doa terbaik untuk kalian berdua, Mama yakin Aldo pasti bisa membahagiakan putri Mama, kalian berdua saling mencintai, sementara Arsen dan Ocha mulai merajut kebahagiaan mereka, Kami yakin ini adalah pilihan terbaik untuk Ocha, kamu tahu sendiri adekmu masih sangat belia, fikirannya belum terlalu dewasa, mungkin saja dengan menikahi Arsen, Arsen mampu membimbing Ocha agar bisa lebih dewasa lagi" tutur Sonia yang membuat Vega akhirnya bisa memahami.
"Iya Mama benar, mungkin Mas Arsen bisa membuat Ocha lebih dewasa, Vega juga bangga memiliki orang tua yang baik hati seperti Mama dan Papa, terima kasih banyak atas kasih sayang yang sudah kalian berikan kepada Vega, Vega juga sangat menyayangi Mama dan Papa" ucap Vega sembari merangkul Javier dan Sonia.
Aldo terlihat senang melihat keluarga ini harmonis kembali.
Dan malam itu terlihat Ocha yang tampak bersedih dengan menelungkupkan badannya di atas tempat tidurnya. Wajahnya terlihat murung karena ucapan Vega tadi.
"Kakak jahat, kenapa semua yang aku sukai selalu kakak yang mendapatkannya, ini tidak adil" Ocha terlihat kecewa dengan sikap Vega kepadanya.
Tiba-tiba saja terdengar suara pintu di ketuk dari luar kamar Ocha.
Ocha tidak bergeming, ia tidak perduli siapapun yang datang ke kamarnya, karena Vega merasa tidak ada respon dari dalam, maka ia memutuskan untuk membuka sendiri pintu kamar Ocha.
Perlahan Vega menarik handle pintu dan membukanya pelan-pelan. Vega melihat Ocha yang sedang menelungkupkan badannya. Vega mencoba untuk mendekati Ocha. Meskipun ia tahu jika Ocha masih terlihat marah dan kecewa.
Perlahan Vega duduk di samping OCHA yang tidak menghiraukan kehadirannya. Vega mencoba menurunkan egonya, agar sang adik tidak merasa terganggu oleh kehadiran Vega di sana.
"Ocha! Apa kamu masih marah kepada kakak?" tanya Vega sembari memperhatikan Ocha yang sama sekali tidak mau melihat dirinya.
"Kenapa kakak berada di sini? Bukankah kakak sudah memiliki Aldo, apa Mas Arsen akan kakak rebut juga dari Ocha." sahut Ocha yang tiba-tiba saja terbangun dari tidurnya dan menatap Vega tajam.
"Kamu jangan salah paham gitu dong sama kakak, iya kakak minta maaf sama Kamu, kakak tak bermaksud berbicara seperti itu, kakak cuma khawatir, Kamu adik kakak satu-satunya" ungkap Vega
"Kakak minta maaf ya, kakak setuju kok kamu Menikah dengan Mas Arsen, Mas Arsen pasti bisa membahagiakanmu" ungkap Vega sembari tersenyum.
"Kakak yakin?" tanya Ocha dengan mata yang berbinar.
"Sangat yakin, Kakak minta maaf atas sikap kakak yang membuatmu tidak senang, seharusnya kakak tidak bersikap seperti itu, mengingat kakak sudah mempunyai Aldo" ungkap Vega tersenyum.
"Aku juga minta maaf sama kakak, aku sudah marah sama kakak, Ocha sayang sama kakak" ucap Ocha sembari memeluk sang kakak.
"Kakak juga sayang sama kamu Ocha, meskipun kita bukan saudara kandung, tapi aku tetap akan menyayangimu sebagai adik kandungku sendiri" gumam Vega
Sementara itu Aldo tengah berada di kamarnya, Ia terlihat berbicara dengan Nancy di telepon.
"Iya Ma!"
"Aldo, Mama kangen sama kamu"
"Aldo juga kangen banget sama Mama"
__ADS_1
"Oh ya Aldo, Mama berencana untuk memberikan hadiah pernikahan kepadamu " ucap Nancy
"Hadiah apa Ma?"
"Mama akan membelikanmu sebuah rumah yang tidak jauh dari tempat tinggal kita. Jadi Mama kapan saja bisa ketemu sama kalian berdua" ucapan Nancy membuat Aldo senang, Ia pasti akan lebih bebas berada di rumah hanya berdua saja dengan Vega.
"Waah...asyik gue bisa main sama bini gue sepuasnya, nggak akan ada yang gangguin "
gumam Aldo sembari melebarkan senyumnya.
Nancy bertujuan membelikan rumah kepada Aldo, agar Aldo dan Vega bisa hidup mandiri, untuk sementara Nancy yang akan membiayai kehidupan Aldo, hingga akhirnya Aldo lulus sekolah nanti, setelah lulus sekolah Aldo akan tetap melanjutkan kuliahnya dengan bekerja. Mengingat Aldo sekarang sudah menjadi kepala rumah tangga.
Setelah Vega berbicara kepada Ocha, kemudian Vega pergi ke kamarnya. Aldo yang mengetahui itu langsung menutup telpon dari Nancy.
"Oh ya Ma, Aldo tutup dulu, istri Aldo sudah datang" kemudian Aldo menutup telpon dari Nancy dan menghampiri Vega yang baru datang dari kamar Ocha.
"Bagaimana sayang? Apa Ocha memaafkanmu?" tanya Aldo penuh harap. Sementara Vega duduk di atas tempat tidurnya.
"Iya...dia memaafkanku!" jawab Vega
"Syukurlah, aku ikut senang!" ucap Aldo tersenyum.
Aldo melihat istrinya terlihat sedikit kecapekan, mengingat Vega bari saja mendengar rahasia besar yang terbongkar sudah. Membuat Vega merasa sedikit pusing.
"Tidak apa-apa, aku hanya sedikit pusing!' jawab Vega sembari menegang kepalanya.
"Sini aku pijitin!" Aldo menawarkan jasanya untuk membuat Vega kembali fresh.
"Emang kamu bisa?" tanya Vega
"Bisa dong, Mama aja sering banget minta aku pijitin kepalanya" seru Aldo menunjukkan kepiawaiannya.
"Benarkah? Coba kamu pijitin aku" pinta Vega sembari meletakkan kepalanya di pangkuan Aldo.
"Aissssss... mulai dah, kayaknya musti lanjut nih" gumam Aldo sembari menyentuh rambut Vega yang panjang.
Sesaat Vega terpejam saat dirinya merasakan tangan Aldo yang pintar sekali menemukan titik saraf pada kepalanya, membuat Vega merasakan rileks dan kepalanya terasa ringan sekarang.
Bukankah seorang Aldo yang pintar mencari kesempatan di dalam kesempitan. Aldo melihat Vega yang tampak menikmati pijitan di kepalanya, namun sesaat mata Aldo di buat berkunang-kunang dengan adanya pemandangan Vega yang tengah terlentang sempurna, menampakkan dua tonjolan itu sangat menantang sekali.
Saking keenakan rasa pijatan pada kepalanya, tanpa disadari Vega tertidur pulas.
"Sayang...hei kamu tidur?" Aldo mencoba memanggil Vega yang rupanya memang benar-benar tertidur. Namun tak ads jawaban dari mulut Vega.
__ADS_1
Aldo menyeringai, Ia tahu apa yang harus dilakukannya hari ini, yaitu menuntaskan pekerjaan yang sempat tertunda.
Tangan Aldo mulai gercep membuka kancing baju milik Vega, entah bagaimana caranya Aldo dengan mudah membuka seluruh penutup tubuh Vega tanpa terkecuali.
Vega sesekali menggeliat saat Aldo menyentuh dua kelereng di atas bukit kembar miliknya.
"Tidurlah sayang...hari ini aku mau melanjutkan pekerjaan kita yang belum selesai" ucap lirih Aldo sembari tetap memainkan dan mengulum buah ceri yang matang itu.
Sesekali mulut Vega terbuka saat Aldo mengisapnya dengan kuat, namun rasa kantuk yang sangat berat, membuat Vega susah untuk membuka matanya.
"Semua ini adalah milik gue, jadi gue bebas untuk melakukan apa saja" gumam Aldo sembari menunjuk satu-satu setiap inci tubuh Vega yang polos itu.
Aldo begitu menikmati keindahan yang ada pada diri istrinya, apalagi Aldo baru saja meminum ramuan yang diberikan Sonia kepadanya, membuat si Otong kali ini berdiri tegak dan tak mau tidur sedikit pun.
"Asseeeemmm...gue udah nggak nahan nih, masuk ajalah daripada kedinginan adek gue"
Kedua kaki Vega dibuka lebar-lebar, sementara disana kepemilikan Aldo sudah ancang-ancang untuk menerobos pintu masuk surga duniawi.
Dan tanpa menunggu lama, benda keras dan siap mengobrak abrik tempat favoritnya itu langsung melesat sempurna ke dasar kepemilikan Vega, sehingga membuat si empunya membuka kedua matanya.
"Ahhh... Aldo, dari kapan kamu ada di situ?" tanya Vega saat dirinya merasa ada sesuatu yang memenuhi organ kewanitaannya.
Aldo hanya menyeringai saat dirinya melihat Vega yang mulai merasakan setiap goyangan yang di praktekan Aldo.
"Emm...ini goyangan apa namanya? Kenapa rasanya seperti ini?" Vega dibuat merem melek dengan goyangan yang membuatnya pasrah.
"Kamu suka rasanya?" tanya Aldo.
"Hmm" Vega tak bisa menjawabnya, karena Aldo telah mempraktekkan berbagai macam goyangan menjadi satu, kolaborasi berbagai macam goyangan itu, membuat Vega dan Aldo serasa terbang di atas awan, malam itu seperti malam yang tak pernah berakhir untuk percintaan yang tengah berlangsung.
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥
*
*
*
*
Hayuk Bestie, merapat yuk di karya kak Aveeii yang berjudul TERNYATA ITU CINTA... Tak jamin ceritanya begitu luar biasa 🤭🤭
__ADS_1