Bu Guru AKU PADAMU

Bu Guru AKU PADAMU
Menggantikan Arsen


__ADS_3

Arsen menggandeng tangan Aldo dan menghampiri Nancy.


"Ma, tolong tunjukkan dimana kamar Aldo?" seru Arsen.


"Kamar Aldo? Untuk apa?" jawab Nancy bingung.


"Nanti saja Arsen jelasin, sekarang kita harus buru-buru, sebelum jam 9" ucap Arsen sembari melihat jam yang menunjukkan pukul setengah sembilan pagi. Kemudian Nancy menunjukkan kamar Aldo, dan Arsen pun mengikuti Nancy.


"Eh...ada apa sih Mas?" Aldo sendiri tampak bertanya-tanya.


"Sudah, kamu jangan banyak tanya, ikuti saja perintah Mas" ucap Arsen sambil menggandeng terus tangan Aldo.


*****


Sementara di tempat lain, keluarga Javier sudah sampai di gedung tempat pernikahan Arsen dan Vega, dan Vega pun sudah hadir di tempat akad nikah, tinggal menunggu calon mempelai laki-laki, Arsen.


Jam menunjukkan pukul delapan lebih empat puluh lima menit, tampak Penghulu sedang menanti kedatangan Arsen, Vega hanya bisa pasrah, dirinya tidak mampu menghentikan pernikahan ini.


Baron tampak khawatir, kenapa Arsen belum datang juga, lantas ia segera menghubungi ponsel Arsen.


Berkali-kali Baron menghubungi nomor Arsen, namun sayang ponsel Arsen tidak aktif.


"Kemana Arsen? Jangan sampai dia pergi dari pernikahan ini?" ucap Baron lirih.


Terlihat penghulu mulai gelisah, karena jam telah menunjukkan pukul sembilan tepat.


"Maaf pak, dimana mempelai prianya? Kita harus segera melaksanakan pernikahan ini, karena saya juga ada jadwal menikahkan di tempat lain " seru penghulu kepada Javier yang akan menjadi wali nikah putrinya sendiri.


"Kita tunggu sebentar pak, mungkin Arsen sedang terkena macet" jawab Javier mencoba menenangkan suasana.


Vega tampak gelisah, selain dia bersedih, dia juga khawatir jika Arsen tidak hadir dalam pernikahan mereka, dan itu akan berimbas pada keluarganya.


"Kemana Mas Arsen? Apa dia menghindari pernikahan kami?" gumam Vega dengan wajah yang tampak cemas.


Sonia berusaha menghibur putrinya yang terlihat bersedih.


"Kamu yang sabar, Arsen pasti datang" ucap Sonia sembari mengelus lengan Vega.


Semua tamu undangan terlihat saling berbisik dan membicarakan tentang Arsen yang belum juga tiba-tiba.


Sampai akhirnya jam menunjukkan pukul setengah sepuluh, dan hal itu tidak bisa membuat penghulu untuk berlama-lama di sana.

__ADS_1


"Maaf saya harus segera pergi, karena masih ada tugas calon pengantin lain yang menunggu kedatangan saya" pamit penghulu kepada Javier.


"Ta...tapi pak, saya mohon tunggu lima menit lagi" pinta Javier kepada penghulu.


"Baiklah, saya akan menunggu lima menit lagi, jika masih belum datang, dengan sangat menyesal saya harus segera pergi" ucap sang penghulu.


Vega semakin gelisah, bagaimana bisa Arsen tidak datang di pernikahan mereka, padahal Arsen adalah orang yang paling semangat untuk melangsungkan pernikahan itu.


Dan setelah lima menit, akhirnya penghulu sudah tidak bisa untuk tinggal di sana lagi.


"Ini sudah lima menit Pak, maaf saya harus pergi" sesal penghulu sembari melangkahkan kakinya.


Javier hanya bisa duduk lemas, hari ini dirinya dibuat kecewa oleh keluarga Baron.


Dan tiba-tiba saja terdengar suara Arsen menghentikan penghulu untuk pergi dari tempatnya.


"Jangan pergi pak penghulu" seru Arsen yang tampak berdiri di ambang pintu masuk gedung pernikahan tersebut.


Semua tamu undangan, termasuk Vega menoleh ke arah Arsen yang berada di tengah pintu.


"Arsen...!"


"Pak penghulu, saya minta maaf atas keterlambatan saya, tapi saya mohon dengan sangat tolong nikahkan mereka" ucapan Arsen membuat seluruh yang hadir tampak terkesiap.


"Arsen! Apa yang kau bicarakan?" seru Baron terkejut sekaligus marah.


Perlahan Arsen berjalan menghampiri Baron dan berkata kepada ayahnya.


"Maafkan Arsen Pa, Arsen tidak bisa menikahi Vega" ucap Arsen


"Apa maksudmu?" tanya Baron semakin menjadi.


Kemudian Arsen menghampiri Vega yang berdiri anggun di tempatnya, Vega yang sudah berdandan bak seorang princess, nyatanya harus menerima kenyataan jika Arsen tidak akan menikahinya.


"Vega, maafkan aku...setelah aku pikir dan aku pertimbangkan, ternyata kita berdua bukanlah jodoh, aku sudah memaksakan perasaanku untuk memilikimu, tapi nyatanya kamu hanya mencintai satu orang pria, dan itu bukanlah aku, tapi adikku sendiri" ungkap Arsen yang membuat Vega semakin tidak mengerti, Vega merasa jika selama ini Arsen tidak memiliki adik.


"Maksudmu?" tanya Vega menatap tajam wajah Arsen.


Tiba-tiba Arsen memanggil seseorang untuk keluar dari persembunyiannya.


"Alfian... kemarilah" seru Arsen memanggil adiknya, Alfian.

__ADS_1


"Alfian...?" gumam Vega tampak semakin bingung.


Semua mata tertuju pada pintu yang mulai terlihat bayangan seorang pria mulai memasuki gedung pernikahan.


Dan betapa terkejutnya saat Vega tahu, jika Alfian yang dimaksud Arsen adalah Aldo, muridnya sendiri yang membuat Vega jatuh cinta.


"Aldo ...!"


Aldo keluar bersama Nancy disampingnya, semua mata tertuju pada sosok Aldo yang tegap semampai datang memenuhi permintaan Arsen.


Flash back


"Ini kamar Aldo, masuklah" seru Nancy kepada Arsen.


Kemudian Arsen dan Aldo masuk ke dalam kamar Aldo. Sesampainya di dalam kamar Aldo masih bingung dengan apa yang dilakukan oleh Arsen.


"Aldo...Mas ingin kamu menggantikan posisi Mas untuk menikahi Vega hari ini"


"Apa Mas?" Aldo benar-benar sangat terkejut mendengar ucapan Arsen.


"Ah...tidak tidak tidak, Mas Arsen pasti bercanda kan?" ucap Aldo tidak percaya


"Mas tidak bercanda, semua sudah mas pertimbangkan dengan baik-baik sebelum datang kesini, Mas sudah memutuskan untuk menjadikanmu sebagai pengganti Mas untuk menikahi Vega, karena Mas yakin kalian saling mencintai" ungkap Arsen.


"Mas Arsen, ayolah Mas ini adalah sebuah pernikahan, ikatan suci yang tidak bisa kita permainkan" sahut Aldo yang merasa tidak pantas untuk menggantikan posisi kakaknya sendiri.


"Justru jika Mas yang menjadi pendamping Vega, Mas yang akan membuat pernikahan itu sebuah permainan, karena Mas harus hidup dengan orang yang sudah tidak mencintai Mas lagi, untuk apa Mas membuang waktu sia-sia, dengan menikahi Vega. Vega sudah ditakdirkan untukmu Aldo, aku melihat dia sangat mencintaimu, meskipun ia berusaha membohongiku, tapi Mas tahu, sebenarnya Vega hanya mencintai dirimu" ungkap Arsen


Aldo sejenak terdiam saat mendengar penuturan Arsen, sementara Nancy yang melihat kedua orang anaknya yang sama-sama mencintai satu wanita, hanya bisa berharap semoga kedua anaknya dapat memutuskan masalah ini baik-baik, tanpa ada permusuhan, mengingat Arsen dan Aldo telah kembali ke dalam satu keluarga.


"Arsen...Mama bangga sekali kepadamu, kamu sudah berbesar hati merelakan Vega untuk adikmu, Tidak semua orang bisa melakukan ini" ucap Nancy dengan mata yang berkaca-kaca.


"Arsen lebih menyayangi Alfian daripada menyayangi Vega, Arsen lebih memilih persaudaraan yang baru saja Arsen dapatkan, daripada Arsen harus hidup dengan bayang-bayang penyesalan, Aldo dan Vega harus bersatu" pernyataan Arsen membuat Aldo mendadak memeluk sang kakak.


"Hatimu seperti malaikat Mas, aku sangat beruntung bisa memiliki saudara sepertimu, maafkan aku Mas, maafkan aku" seru Aldo


"Sudahlah... semua ini sudah kehendak-Nya, sekarang cepat ganti bajumu, Vega pasti sudah menunggu" ucap Arsen sambil melepaskan jas pengantin yang ia kenakan untuk dipakai Aldo.


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥🔥

__ADS_1


__ADS_2