Bu Guru AKU PADAMU

Bu Guru AKU PADAMU
Masuk sekolah


__ADS_3

Dan akhirnya pertarungan hari ini diakhiri dengan skor 3 banding tak terhingga, terlihat sekali Vega yang sudah lunglai, Aldo masih mengumpulkan kekuatannya kembali, dengan mencoba mengatur nafasnya dan merasakan denyutan -denyutan kecil yang tersisa, lantas Aldo segera mungkin mencabut pedang itu dan membawa tubuh Vega untuk ia masukkan kembali ke dalam bak mandi.


Aldo tampak mengelus puncak kepala istrinya yang terlihat kelelahan itu.


"Maafkan aku sayang, aku sudah membuatmu kelelahan" ucap Aldo sembari mencium kening istrinya.


"Aku tidak menyangka kamu bisa sekuat itu sayang, ini diluar perkiraanku" balas Vega sembari mengusap pipi Aldo.


Dan akhirnya mereka berdua mandi bersama seusai pergulatan hebat pagi ini.


Pagi ini rupanya pagi yang begitu melelahkan untuk Aldo dan Vega, bagaimana tidak mereka melanjutkan lesson tentang bercocok tanam yang baik dan benar, Vega berhasil menjadi guru privat Aldo yang paling jago.


Kini Aldo sudah memakai baju rapi, tak ketinggalan gaya maskulinnya dengan tatanan rambut ala artis-artis Korea, membuat Aldo kian terlihat begitu tampan, sejenak Aldo menatap Vega yang masih duduk di depan meja riasnya. Saat itu Vega tengah menyisir rambutnya yang masih kelihatan basah.


Vega melihat Aldo yang tampak tersenyum kepadanya, membuat Vega bertanya-tanya.


"Apa yang kamu lihat? Kenapa kamu memandangku seperti itu?" tanya Vega


"Aku tidak percaya akhirnya bisa memilikimu bu guru cantikku, ini benar-benar sebuah keajaiban" ucap Aldo sambil mencium pipi Vega.


Kemudian Vega berdiri dan melingkarkan tangannya pada pinggang Aldo.


"Katakan? Apa kamu bahagia sekarang?" seru Vega sembari memainkan dagu Aldo yang masih ditumbuhi bulu-bulu halus di sekitarnya.


"Hmmm...Aku sangat bahagia, rasanya aku tidak ingin berpisah denganmu walaupun sesaat" jawab Aldo sembari menekan-nekan dada Vega yang terlihat mengintip dari balik bajunya.


"Karena ini, ini...dan ini sekarang adalah milikku semua, bukankah begitu?" ucap Aldo sambil menunjuk dada, bibir dan area sensitif Vega.


Vega hanya tersenyum tipis, tanpa sengaja Vega melihat kearah jam dinding.


"Sayang...ayo kita sarapan, perutku sudah lapar sekali, aku menghabiskan banyak tenaga hari ini" seru Vega sembari menggandeng tangan Aldo.


Aldo hanya mengikuti kemanapun Vega pergi. Kemudian mereka sudah sampai di meja makan, hanya ada Sonia yang masih duduk di meja makan.


"Selamat pagi sayang" seru Sonia kepada Vega yang terlihat rambutnya masih basah hari itu. Sonia memperhatikan Aldo dan Vega yang sama-sama masih basah rambutnya.


"Apa mereka semalam sudah melakukannya?" gumam Sonia bertanya-tanya.


"Pagi juga Ma!" jawab Vega yang terlihat sumringah.


Aldo pun ikut tersenyum kepada Sonia.

__ADS_1


"Loh Papa kemana Ma?" tanya Vega.


"Papa udah berangkat pagi-pagi sekali, ada proyek penting yang harus diselesaikan."ucap Sonia menjelaskan.


Kemudian Sonia menanyakan kepada menantunya itu.


"Oh iya Aldo! Kapan kamu akan kembali ke sekolah?" tanya Sonia


"Besok, Aldo akan masuk sekolah Ma!" jawab Aldo sembari tersenyum.


"Semoga saja sekolahmu berjalan dengan baik, mudah-mudahan dengan adanya pernikahan ini tidak akan mengganggu sekolahmu" ucap Sonia.


"Aldo bisa mengatasinya Ma, ini tidak akan mengganggu sekolah Aldo" jawab Aldo yakin, sementara Vega hanya bisa menyemangati suami brondongnya itu.


*****


Hingga pada akhirnya, di hari ketiga mereka menikah, tampak pagi ini Vega sudah mempersiapkan semua keperluan dirinya dan juga Aldo, hari ini untuk pertama kalinya Vega masuk mengajar lagi setelah tiga hari lamanya, mereka disibukkan dengan ritual pengantin baru.


Vega tampak cantik dan anggun dengan balutan rok span warna hitam dan kemeja warna Salem, membuat penampilan Vega hari itu terlihat sangat manis sekali dengan rambut yang disanggul dengan apik.


Sementara Aldo, sudah rapi dengan seragam abu putihnya yang khas dari seorang siswa SMA. Kali ini mereka berdua dihadapkan dengan situasi yang berbeda.


Aldo dan Vega saling menatap satu sama lain.


"Bu Vega...!" balas Aldo yang diiringi senyum tipis keduanya.


"Baiklah sayang, aku pergi dulu, mungkin anak-anak udah pada nanyain keadaanku, dua hari aku nggak masuk sekolah, pasti mereka bertanya-tanya" seru Aldo sambil membelai mesra pipi Vega.


"Iya... berangkatlah duluan, nanti aku menyusul" jawab Vega tersenyum.


Dan akhirnya Aldo pergi ke sekolah dengan mengendarai motor sportnya yang berwarna merah, Vega melihat betapa suami brondongnya itu terlihat begitu cool.


Sementara itu di sekolah, pagi ini tampak Ruli dan Boni yang sibuk mencari keberadaan sahabatnya yang paling somplak itu, Aldo.


"Eh... kemana sih si Aldo, kok belum nongol juga batang hidungnya" seru Ruli heran.


"Tahu nih anak, udah 2 hari ini dia kagak nongol di sekolah, apa dia sakit ya?" seru Boni menebak.


Dan tiba-tiba saja mereka berdua di kejutkan dengan kedatangan Siswa yang sedang melajukan motor sportnya kearah Ruli dan Boni


"Nah...ini dia yang kita tunggu-tunggu, cowok terkeren dan tersomplak sepanjang masa, Aldo Alexander" ucap Boni yang menyadari kedatangan Aldo di sekolah kembali.

__ADS_1


Aldo menghentikan motornya dan melepaskan helmnya, tampaklah wajah Aldo yang sudah berbeda.


"Hai bro"


"Hai Aldo...Elu kemana saja, baru hari ini kamu nongol ke sekolah, Elu sakit ya?" tanya Ruli sembari memperhatikan wajah Aldo yang mulai berbeda.


"Nggak, Gue...gue...iya iya gue sakit!" jawab Aldo gugup.


"Sakit apa Elu!" seru Ruli sembari mengamati Aldo dan mengendus-enduskan hidungnya.


Aldo dibuat bingung dengan sikap Ruli yang seperti seorang detektif, mengamati penampilan Aldo dari atas hingga unjung kaki.


"Eh... ngapain Lu, endus-endus kayak kucing Lu" celetuk Aldo sembari mengikuti kemanapun Ruli pergi.


"Eh...ada yang aneh tahu nggak sih? Elu lebih wangian sekarang? Wanginya beda, kalem njirrr" ucap Ruli sembari mengerutkan keningnya.


"Ya wangi lah, masa kita bau Pete mulu" sahut Aldo.


Dan tiba-tiba saja disaat mereka asyik mengobrol, mobil Vega mulai memasuki halaman sekolah, dan itu membuat Ruli dan Boni merasa senang karena guru bening mereka sudah mulai masuk sekolah.


"Eh...Bu Vega masuk guys, asikk...bisa kita godain" celetuk Ruli yang membuat Aldo menjitak kepalanya.


"Eh...dodol, jangan macam-macam sama Bu Vega Lu, entar dimarahi suaminya Lu" seru Aldo ketus.


"Suaminya Bu Vega? Mas Arsen...Ahh Mas Arsen bukan tipe pencemburu kayaknya, pasti nggak apa-apa lah, kita kan sekedar bercanda, kaya Elu tuh yang suka jailin Bu Vega" ucapan Ruli membuat Aldo seolah ingin menunjukkan bahwa dirinya adalah suami Vega yang sesungguhnya.


Kemudian Vega turun dari mobilnya dan berjalan menuju ruang kantor yang tak sengaja melewati mereka bertiga yang sedang mengobrol.


"Selamat pagi Bu Vega!" ucap Ruli dan Boni


bersamaan.


"Pagi juga" balas Vega sembari tersenyum.


"Selamat pagi Aldo!" ucap Vega kepada Aldo yang sedari tadi hanya diam memandangnya.


"Eh... selamat pagi say...eh selamat pagi Bu Vega" jawab Aldo yang hampir saja keceplosan memanggil Vega dengan sayang.


Vega tersenyum melihat sikap Aldo yang membuatnya ingin sekali memeluknya saat itu, tapi tidak mungkin ada Ruli dan Boni berada diantara mereka berdua.


BERSAMBUNG

__ADS_1


🔥🔥🔥🔥🔥🔥


__ADS_2