Bu Guru AKU PADAMU

Bu Guru AKU PADAMU
Libur dulu


__ADS_3

"Lepasin Do! Bagaimana aku bisa bantu kamu, kalau gini caranya" protes Vega sembari membalikkan badannya kearah Aldo.


Aldo menaikkan alisnya dan meletakkan kedua tangannya memegang pinggiran meja dapur dimana Vega menyandarkan tubuhnya, seolah mengunci Vega untuk tidak pergi darinya.


Vega menatap bola mata Aldo dan tersenyum kepada suami brondongnya itu.


"Aku masakin kamu dulu ya! Setelah itu terserah apa yang akan kamu lakukan!" ucap Vega sembari mengusap pipi Aldo.


"Okey...kita masak bareng, tapi sebelumnya aku mau kiss dulu" seru Aldo sembari memicingkan matanya.


Vega memejamkan matanya dan bersiap untuk menerima ciuman Aldo, Aldo mendekat dan meraih tengkuk istrinya dan dengan lembutnya Aldo mengecup bibir Vega yang terasa manis itu.


Setelah Aldo mendapatkan apa yang diinginkannya, kemudian mereka berdua kembali memasak bersama, ada keseruan di antara mereka, di sela-sela mereka memasak Aldo sesekali mengecup bibir istrinya, Aldo benar-benar tidak tahan melihat penampilan istrinya, ingin sekali ia segera menyelesaikan tugas ini dan segera membawa Vega ke pulau kapuk, tapi dia sadar, mereka harus mengisi amunisi untuk kegiatan selanjutnya.


Dan akhirnya setelah beberapa menit mereka berdua menyelesaikan masakan untuk hari ini, hidangan itu tersaji di meja makan, keduanya tampak bahagia dan menikmati makanan hasil karya mereka sendiri.


Namun, sebelum Aldo dan Vega menyantap makanan itu, terdengar suara bel berbunyi, Aldo beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju pintu depan, dibukanya pintu itu.


"Hai Aldo! Mama kangen banget sama kalian!" Nancy tiba-tiba saja datang ke rumah Aldo.

__ADS_1


"Mama! Mama sendiri, terus Papa kemana?" tanya Aldo yang melihat Nancy datang sendirian.


"Papa lagi keluar kota, Mama sendiri di rumah, daripada Mama kesepian, mending Mama nginep di rumah kamu aja, mungkin cuma semalam aja, boleh ya pasti boleh dong!" Nancy tersenyum.


"Ya...bolehlah, ayo masuk Ma!" Aldo mempersilahkan Nancy masuk ke dalam rumah, Vega datang menyambut sang mertua.


"Mama! Apa kabar?" Vega mencium pipi Nancy.


"Baik sayang! Unchh... perutmu udah kelihatan besar, hmm Mama sudah tidak sabar lagi ingin segera menggendong cucu Mama!" Nancy begitu bahagia melihat perut Vega yang kian hari kian membesar.


Vega tersenyum dan mempersilahkan Nancy untuk ikut makan malam bersama mereka.


"Terima kasih sayang! Maafkan Mama ya jika malam-malam mengganggu kalian, Mama kesepian di rumah" ucap Nancy


"Nggak apa-apa lah Ma! Ini juga rumah Mama, Mama bebas datang kemari" sahut Aldo.


"Sebenarnya Mama juga ingin datang ke rumah Arsen dan Ocha, cuma rumah mereka agak jauh, jadi Mama pilih sini ajah, lebih dekat dengan rumah Mama" ucap wanita berusia hampir separuh abad itu.


"Mas Arsen lagi merawat Ocha Ma?" celetuk Aldo.

__ADS_1


"Merawat Ocha? Apa Ocha sakit?" tanya Nancy penasaran.


"Dia nggak sakit Ma! Sebentar lagi Mama bakal punya cucu lagi" ucapan Aldo membuat Nancy begitu bahagia.


"Yang benar kamu Do! Jadi Mama bakal punya dua cucu sekaligus, oh ya Tuhan! Mama benar-benar sangat bahagia, kalian berdua memang anak Mama yang sama-sama tokcer, seneng banget Mama, Papa musti Mama kabarin nih, bentar ya Mama mau nelpon Papa" Nancy beranjak pergi dan menelepon Baron yang sedang berada di luar kota.


Sementara itu Aldo menatap Vega sedih, dan itu membuat Vega bertanya kepada suaminya.


"Kamu kenapa sayang? Murung gitu?"


"Malam ini kita nggak bisa dong tidur bareng, ada Mama, pasti dia pinginnya tidur sama kamu!" ucap Aldo sambil mengerucutkan bibirnya.


Vega tersenyum dan menghampiri suaminya.


"Sekali-kali kita libur dulu" balas Vega.


"Apa libur? Wah nggak bisa dong sayang, aku nggak bisa tidur sebelum menjenguk baby kita" ucap Aldo diiringi senyum miringnya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


🔥🔥🔥🔥🔥


__ADS_2