
Tak berselang lama Ruli datang membawa serta kedua orang tuanya, Frans dan Lidya.
Keduanya turun dengan wajah yang ramah, Ruli dan Diego memiliki orang tua yang sangat ramah dan penyabar, mereka berdua owner salah satu produk kosmetik yang terkenal, sehingga membuat keluarga Ruli selalu berkecukupan hingga bisa menyekolahkan putra pertama mereka Diego hingga ke luar negeri.
Namun karena kesibukan keduanya yang jarang memiliki waktu untuk anak-anaknya, membuat kedua jagoan mereka terlanjur berkecimpung pada pergaulan bebas, kedua putra mereka terkenal sebagai playboy. sang Casanova yang pandai mendapatkan gadis-gadis cantik.
Riris melihat kedatangan kedua orang tua Ruli yang tampak tersenyum kepadanya. Kemudian Ruli memperkenalkan Riris kepada Frans dan Lidya.
"Pa! Ma! Kenalin ini Riris, dia teman aku sekaligus calon mantu Papa dan Mama!" seru Ruli sembari merangkul pundak Riris dengan menunjukkan senyumnya.
"Hai Om! Tante! Apa kabar?" Riris mencium tangan Frans dan Lidya.
"Hai Riris! Kami senang bisa mengenalmu, ternyata kamu gadis yang cantik!" seru Lidya.
"Oh...jadi ini gadis yang membuat Ruli setiap malam mengigau menyebut-nyebut nama Riris! Hmm...Ruli memang tidak salah pilih" sahut Frans yang selalu mendengarkan Ruli saat tidur dengan menyebut nama Riris.
"Memangnya Ruli selalu begitu Om?" tanya Riris tidak percaya.
"Hampir setiap malam nih anak, selalu menyebut namamu dalam mimpinya, entah mimpi apa dia, yang jelas kamu selalu hadir di setiap mimpinya" ungkap Frans terkekeh.
Riris begitu malu, ternyata dirinya tidak salah pilih pasangan, Ruli begitu mencintainya. Sementara itu Diego menghampiri Riris yang didampingi oleh adiknya, Ruli. Diego berdiri dan berkata kepada keduanya.
"Mas doakan semoga kalian bahagia, dan kamu Riris, aku berharap kamu akan selalu membahagiakan Adikku, karena aku tahu Ruli terlihat sangat mencintaimu" ucapan Diego agaknya membuat Riris lega, akhirnya ketakutannya akan sosok Diego yang masih ingin terus mengejarnya, sekarang tidak akan membuat nya takut lagi, karena Diego sepertinya sudah merelakan Riris untuk adiknya.
"Kamu jangan khawatir, Aku akan selalu mendampingi Ruli, dan kami akan selalu menjaga bayi kami" ucapan Riris membuat kedua orang tua Ruli sangat terkejut. Keduanya saling menatap, mereka tidak menyangka jika gadis di depan mereka saat ini sudah mengandung anak Ruli.
Frans dan Lidya menatap wajah Ruli serius.
"Ruli...!" ucap keduanya bersamaan.
"Hehehe...maaf Pa! Ma! Ruli kebablasan" ucap Ruli cengar-cengir.
__ADS_1
Frans terlihat menghela nafasnya, mungkin ini juga salahnya kurang memperhatikan pergaulan sang anak, sehingga membuat Ruli terlalu cepat untuk membuatkan cucu untuknya, mengingat Ruli belum lulus sekolah.
"Maafkan kami berdua sayang! Kami jarang meluangkan waktu untuk kalian, sehingga kalian terjebak dalam pergaulan bebas, maka dari itu, kami akan segera menikahkan kalian berdua secepatnya" ucap Lidya yang juga menyesalkan dengan Ruli yang sudah bisa membuatkan cucu untuknya begitu cepat.
"Mama benar! Asalkan kamu bahagia, kami akan selalu mendukung kalian berdua" imbuh Frans yang juga menyetujui usul Lidya untuk menikahkan mereka berdua.
Sementara Diego, mau tidak mau dirinya juga harus menyetujui hubungan Ruli dan Riris, karena bagaimanapun juga Riris sudah memilih Ruli untuk menjadi suaminya, apalagi sudah ada janin yang sedang tumbuh di dalam rahim Riris. Buah cinta Ruli dan Riris.
"Kami akan secepatnya melamarmu, dan setelah kelulusan sekolah nanti, pernikahan kalian berdua akan segera di laksanakan, mengingat Riris sedang mengandung, maka pernikahan kalian akan dipercepat" seru Frans yang tak ingin membuat anak orang menderita gara-gara kelakuan putra mereka yang sudah menabur benih belum pada waktunya.
"Terima kasih banyak Pa! Ma! Ruli senang banget, Ruli yakin kalian berdua pasti akan menyetujui hubungan kami" ucapnya senang
"Kami berdua akan ikut bahagia, jika melihat anak-anaknya juga bahagia, dan kamu Diego! Kapan kamu membawa calon istri untuk kamu kenalkan kepada kami, Mama rasa usiamu sudah cukup matang untuk menikah" seru Lidya yang berganti menatap wajah putra sulung mereka.
"Diego belum menemukannya yang cocok Ma! Aku rasa semua wanita pasti akan menjauh dari Diego setelah mereka mengenai Diego lebih dekat" ucapan Diego rupanya masih belum di mengerti oleh Frans dan Lidya.
"Kenapa kamu bicara begitu? Kamu pasti akan mendapatkan gadis yang baik dan sesuai keinginanmu" lanjut Frans
Dan hal itulah yang membuat Riris jera untuk bermain ranjang dengan kakak Ruli tersebut, hanya 2x mereka melakukan hubungan itu, dan setelahnya Riris memilih kabur ke Indonesia, untuk mencari pria normal dan penyayang, menerima dirinya apa adanya, hingga akhirnya Riris bertemu dengan Ruli.
Sama-sama player, sama- sama pemain ranjang, sama-sama sering gonta-ganti pasangan, namun keduanya bisa saling menerima kekurangan masing-masing, karena mereka berdua sadar, jika mereka tidaklah sempurna. Saling menerima kekurangan dan kelebihan, bukan hanya menuntut kelebihan saja.
Ruli bisa menerima kenyataan jika dirinya bukan orang pertama yang tidur dengan Riris, namun dirinya yakin jika Riris akan selalu di sampingnya, begitu pun dengan Riris, meskipun ia bukan wanita pertama yang tidur dengan Ruli, namun dirinya yakin Ruli pasti berhenti berpetualang, karena mereka sudah bisa saling menerima dan melengkapi.
*
*
*
*
__ADS_1
Setelah Ruli mempertemukan Riris dengan kedua orang tuanya, kemudian Ruli mengantarkan Riris pulang ke rumahnya.
"Nggak mampir dulu!" ucap Riris kepada Ruli.
"Boleh!" jawab Ruli tersenyum, kemudian Ruli meletakkan motor nya di depan rumah Riris, waktu jam menunjukkan pukul 1 siang, dan tentu saja kondisi rumah Riris terlihat sepi.
Ruli mulai masuk kedalam rumah Riris, dan seperti biasa, kondisi rumah yang sepi menjadi kesempatan emas bagi mereka berdua untuk meluapkan rasa rindu, apalagi beberapa hari ini mereka berdua libur bercinta, karena mereka sedang menghadapi ujian sekolah.
Tiba-tiba saja Claudia, kakak Riris pulang ke rumah, Claudia mengernyitkan dahinya saat melihat motor Ruli yang terparkir di depan rumah mereka.
"Bukannya itu motor pemuda itu? Itu artinya mereka berdua ada di dalam rumah" ucap Claudia sembari beranjak masuk ke dalam rumah mereka. Claudia mendapati ruang tamu yang sepi.
"Kemana mereka?" pikiran nya mulai curiga, Claudia melihat tas ransel Ruli yang diletakkan di kursi depan, namun orangnya yang tak terlihat.
Kemudian Claudia mulai memeriksa kamar Riris yang sepertinya tertutup rapat. Claudia mulai mendekati kamar Riris dan menempelkan telinganya pada daun pintu kamar Riris.
Matanya terbelalak saat dirinya mendengar sesuatu dari dalam kamar Riris.
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥
...Kira-kira suara apa yang di dengarkan oleh Claudia? Ada yang tahu? 🤔...
*
*
*
*
__ADS_1
...Bagi kalian yang ingin gabung di grup WhatsApp, silahkan masuk grup chat, dan lihat pengumuman nya di sana ada nomor WhatsApp othor, yang berkenan saja, jika tidak berkenan othor juga tidak memaksa 😊...