Bu Guru AKU PADAMU

Bu Guru AKU PADAMU
Bonchap 7 Belum satu menit


__ADS_3

"Tapi Do!" Vega melepaskan kecupan suaminya dan berpikir sejenak.


"Apa lagi?" protes Aldo yang tampak menghela nafasnya.


"Sakit!" jawab Vega spontan.


"Enggak akan sakit, percaya deh! Aku tidak akan membiarkanmu tersakiti, kamu pasti suka." Aldo tampak meraih tubuh istrinya dan menyibakkan Surai indah itu yang menutupi wajah Vega yang putih.


Kini tubuh mereka saling menempel, dan tentu saja dua gunung kembar itu menempel sempurna pada dada Aldo, menghimpitnya hingga terasa hangat pada dada Aldo yang bidang.


Benar-benar bukan seorang Aldo jika Ia tidak bisa membuat Vega menyerah dan tidak bisa berbuat apa-apa, seluruh yang ada pada diri Vega tersentuh seluruhnya tanpa terkecuali, hingga saat nya Aldo telah sampai pada tujuan utamanya.


"Yeah ... kamu sudah sangat basah Sayang!" ucapnya saat dua jarinya menggelitik lembut di bawah sana.


"Aldo! Kamu ...." Vega membulatkan matanya ketika jari jemari Aldo sudah berada di dalam sana, bergerak aktif sembari menggelitik manja sehingga membuat si empunya menggeliat tak karuan.


"Tidak akan sakit! Ini akan membuat mu terbang melayang, Baby!"

__ADS_1


"Aldo ahh ... cukup!" Vega menarik tangan Aldo dari sana, membuat Aldo sangat terkejut kenapa tiba-tiba istrinya menarik tangannya begitu saja, apa Vega tidak suka jika Aldo melepaskannya.


"Ada apa Baby! Apa kamu sakit atau tidak suka Aku melakukannya?" tanya Aldo sembari mengerutkan dahi dan menatap serius wajah istrinya.


"Bukan! Aku tidak mau tanganmu tapi Aku mau yang itu ...." ucap Vega sembari kedua bola matanya tertuju melihat adik tiri Aldo yang sudah tegak menantang dan menggoda itu.


Aldo yang mengerti maksud istrinya tampak menyeringai dan segera menyambar tubuh Vega dan menghempaskan nya di atas tempat tidur.


Awalnya Aldo hanya meraih bibir indah itu sebelum dirinya benar-benar menyematkan benda berharganya pada tempat yang sudah sangat dirindukannya itu.


Setelah cukup puas mellumat bibir Vega, Aldo berbisik sembari ancang-ancang untuk melesatkan benda keras itu ke dalam tempatnya.


"Sudah jangan banyak tanya, tunggu apa lagi, cepat lakukan!" rengek sang istri yang rupanya sudah tidak sabar juga ingin segera menikmati penyatuan itu kembali.


"Kamu tahan! Aku akan melakukannya dengan sangat pelan," balas laki-laki yang kini sedang berada di atas tubuh Vega, dengan kedua kaki Vega terbuka lebar.


Vega memejamkan matanya ketika sebuah benda mencoba menerobos masuk, dengan sangat pelan benda tumpul itu mulai masuk sedikit demi sedikit, pertama masuk si kepala gundul itu seperempat perjalanan, Vega menggigit bibir bawahnya saat sensasi kenikmatan itu mulai Ia rasakan kembali.

__ADS_1


"Aldo! Cepat dong lebih dalam lagi Sayang!" pintanya sambil menggerakkan pinggulnya untuk mendorong benda keras itu agar masuk lebih dalam.


Tapi Aldo masih takut jika sang Istri merasa kesakitan, sementara Vega tidak merasakan sakit apapun, justru Ia ingin Aldo segera menuntaskan aktivitasnya agar mereka bisa bergoyang dombret bersama.


Hingga akhirnya sesuatu yang di ibaratkan dengan mur dan baut itu akhirnya bersatu kembali setelah satu bulan lebih berpisah.


Kini Aldo sudah berhasil menanamkan kembali miliknya pada tempat favoritnya, Ia meracau tak karuan merasakan getaran-getaran yang nikmat itu menjalar ke seluruh tubuhnya.


"Anjayyyy .... anget nih ... makin enak saja Sayang," ucapnya sembari menusuk-nusuk dengan gemulai nya.


Belum satu menit mereka berdua berhasil menyatukan hasrat itu, tiba-tiba saja ada ketukan pintu dari luar rumah. Sejenak Aldo dan Vega berhenti bergerak saat mereka mendengar suara itu.


"Aldo! Aldo! Ini Gue Bro! Ruli ...!" suara itu terdengar sangat jelas karena Ruli sengaja mengeraskan volume suaranya.


"Ruli ...!"


Aldo dan Vega saling menatap, ternyata sang sahabat tengah bertamu ke rumahnya.

__ADS_1


😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁


...Jangan pusing-pusing mending ngakak yuk πŸ˜‚...


__ADS_2