
"Nak Arsen! Nak Arsen kenapa? nggak enak ya bolunya, kok nggak dimakan?" seru Nancy sembari melihat Arsen yang tampak terdiam.
"Ah...iya maaf Tante, melihat kue bolu ini saya teringat akan seseorang" jawab Arsen
"Seseorang? Hmm...pasti dia sangat istimewa sekali" ucap Nancy dan Arsen pun tersenyum.
Sementara itu Aldo mulai datang menghampiri mereka, Aldo terkejut melihat kedatangan Nancy yang sudah ada di ruang tamu.
"Mama...kapan Mama pulang?" tanya Aldo sambil mencium tangan Nancy.
"Baru saja" jawab Nancy singkat
"Eh...ngapain Mama pake masker segala?" tanya Aldo.
"Oh...tadi di jalanan debu banyak banget, maka jadi batuk-batuk, maka dari itu mama pake masker" alasan Nancy, Aldo tampak manggut-manggut.
"Ya sudah, saya tinggal dulu ya nak Arsen, bu Vega, silahkan dinikmati kuenya!" Seru Nancy pamit.
"Terimakasih Tante" jawab Arsen.
Arsen dan Vega tersenyum, Arsen melihat Nancy dengan pandangan yang berbeda, seolah sosok Nancy pernah Ia jumpai, suara dan cara berbicara Nancy membuat Arsen merasa bahwa Nancy begitu dekat dengannya.
Nancy masuk kedalam kamarnya, perasaannya saat pertama kali melihat Arsen, seolah dirinya punya kedekatan dengan pemuda itu.
"Arsen! mungkin usianya hampir sama dengan anak pertamaku" Nancy menghela nafasnya dan membuka masker yang menutupi sebagian wajahnya. Kemudian Nancy pergi ke kamarnya. Nancy mengambil album foto yang tersimpan rapat dalam suatu kotak, album foto yang selama ini belum pernah diperlihatkan kepada Aldo.
Nancy mengambil kotak itu dari lemari bajunya, kotak kayu berwarna hitam itu tampak terkunci, dan Nancy mulai membuka kunci kotak itu.
Terlihat sebuah album foto yang berisi foto kenangan dirinya dan keluarga kecilnya, foto suami dan anak-anaknya.
Nancy membuka album itu, dilihatnya foto dirinya bersama dua orang putranya yang masih kecil, kedua putra Nancy sudah terlihat tampan sedari kecil, si abang yang berhidung mancung, dan si adik yang memiliki rambut yang lebat. Tampak Nancy tersenyum melihat masa kecil kedua anaknya.
"Kalian berdua adalah hidup mama, Arsen...meskipun kamu jauh dari mama, tapi mama akan selalu menyayangimu, dimana pun kamu berada, mama akan selalu mendoakanmu, semoga kelak kita bisa dipertemukan kembali" ucap Nancy penuh harap.
Nancy membuka kembali lembaran album berikutnya, terlihat foto-foto Arsen dan Aldo yang tengah berenang, tampak keduanya terlihat bahagia, sangat jelas terdapat suatu tanda pada dada Arsen kecil yang terbuka, sebuah tanda lahir berwarna hitam kecil di sekitar dadanya.
"Mama kangen sekali padamu Arsen, bagaimanakah keadaanmu sekarang?" ucap Nancy yang tak terasa menjatuhkan air matanya.
*****
Sementara itu Arsen dan Vega pamit pulang.
"Aldo kami pamit dulu, mana mamamu?" tanya Arsen
"Oh...mama, paling mama lagi mandi mas" jawab Aldo.
"Ohh...kalau begitu, salam kepada mamamu, kami permisi dulu, semoga lekas sembuh ya!" ucap Arsen.
"Terimakasih banyak mas, mas Arsen baik banget, beruntung sekali bu Vega memiliki calon suami seperti mas Arsen" seru Aldo yang membuat Vega tertunduk.
"Baiklah Aldo, kami pulang dulu, istirahatlah supaya kamu bisa masuk sekolah lagi, ibu kangen kesomplakanmu" ucapan Vega membuat Aldo tertawa kecil.
"Ah bu Vega bisa ajah...oh Ya bu, sebelum ibu pulang, ada yang mau Aldo tanyain!" Seru Aldo.
"Apa yang kamu ingin tanyakan?" tanya Vega.
__ADS_1
"Teman bu Vega yang punya motor sport hitam itu apa ikut racing? siapa tuh Geri?" tanya Aldo yang tiba-tiba membuat Vega membulatkan matanya.
"Memangnya kenapa kamu tanya itu?" tanya Vega balik.
"Yaa...soalnya aneh ajah si Bu, kemarin ada anak racing baru, motornya persis punya teman ibu, tapi...yang mengendarai kok cewek? apa Geri itu cewek juga? Ah Aldo bingung" seru Aldo sembari menggaruk-garuk tengkuknya.
Tiba-tiba saja Arsen menyela pembicaraan mereka.
"Itu bukan Geri, tapi Vega" sahut Arsen yang membuat Vega kelabakan.
"Bu...bukan, mas Arsen bohong, itu pasti Geri...iya Geri...ya sudah kami pergi dulu, ayo mas" seru Vega sembari menarik lengan Arsen dan segera mengajaknya pergi.
Arsen terpaksa mengikuti Vega dan keluar dari rumah Aldo.
"Bu Vega? anak racing baru itu? dia juga yang nyelametin gue dari kecelakaan itu? apa benar yang dikatakan oleh mas Arsen?" gumam Aldo terkejut.
Aldo semakin penasaran dengan sosok Vega, bukan hanya cantik tapi dia juga seorang pengendara motor sport yang sudah mengalahkannya, bahkan Vega juga yang sudah menyelamatkan dirinya saat kecelakaan itu.
"Bu Vega bukan hanya mengalahkanku di jalan raya, tapi dia juga sudah berhasil mengalahkan perasaanku" gumam Aldo sembari senyum-senyum sendiri.
Sementara di depan rumah terlihat seorang tetangga Nancy yang tengah mencarinya, saat itu Arsen dan Vega masih berjalan menuju mobilnya, sehingga membuat mereka berpapasan.
"Maaf Mas, bu Nancy nya ada?" tanya wanita itu.
Arsen dan Vega menghentikan langkahnya.
"Bu Nancy?" tanya Arsen terkejut.
"Iya bu Nancy, mamanya Aldo" ucapan wanita itu membuat Arsen sangat terkejut.
gumam Arsen yang tampak berfikir.
"Kamu kenapa Mas?" tanya Vega yang melihat Arsen kelihatan memikirkan sesuatu.
"Oh...tidak, tidak ada...oh Iya bu, orangnya ada didalam" jawab Arsen kepada wanita itu.
"Baiklah, terimakasih banyak mas, mbak...mari!" Seru wanita itu sembari menuju rumah Aldo.
Arsen dan Vega berjalan menuju mobil mereka, setelah keduanya sudah berada dalam mobil, terlihat Arsen yang pendiam, membuat Vega bertanya-tanya.
"Kamu kenapa sih mas? kok tiba-tiba kamu diem gitu?" tanya Vega.
"Entahlah, mungkin perasaanku saja, kamu tahu nama mamanya Aldo, sama persis dengan nama mamaku" ucap Arsen
"Ya ampun mas, yang punya nama itu bukan hanya mamanya Aldo saja, kebetulan nama nya sama seperti nama mamanya Mas, tapi belum tentu orang yang sama" jelas Vega.
"Hiya...kamu benar, sudahlah lupa kan, ayo kita pulang" ucap Arsen.
"Kamu kangen banget ya sama Mama kamu?" pertanyaan Vega membuat Arsen teringat oleh mamanya.
"Siapa sih yang nggak kangen sama ibu yang sudah lama tidak kita jumpai, meskipun papaku selalu menanamkan kebencian untuk mamaku, tapi aku yakin, mereka berdua sudah salah paham" ungkap Arsen.
"Kamu sabar ya Mas, semoga saja suatu hari nanti kamu bisa berkumpul dengan keluargamu lagi" ucap Vega penuh harap.
"Iya...semoga saja" jawab Arsen.
__ADS_1
Sementara itu di rumah Aldo, seorang tetangga Aldo yang bernama Bu Bambang tangah mencari Nancy, terlihat Aldo yang masih di dalam ruang tamu.
"Permisi Mas Aldo!" ucap bu Bambang.
"Eh...bu Bambang, ada apa bu? mencari mama ya...bentar Aldo panggilin" jawab Aldo sembari beranjak memanggil Nancy, namun tiba-tiba bi Bambang memanggil Aldo.
"Tunggu mas tidak usah, saya cuma mau memberikan undangan ini sama bu Nancy" seru bu Bambang sembari menyerahkan undangan bewarna putih itu. Kemudian Aldo menghampiri tetangganya itu.
"Oh...iya Bu nanti saya sampaikan sama Mama, terimakasih banyak bu" ucap Aldo sembari menerima undangan itu.
"Baiklah saya permisi dulu mas...mari!" ucap bu Bambang pamit.
"Mari..." jawab Aldo sembari melihat undangan itu.
Kemudian Aldo menutup pintu dan beranjak pergi ke kamar Nancy, sementara di dalam kamar Nancy masih melihat -lihat album kenangan yang membuatnya bersedih.
Tiba-tiba saja Aldo mengetuk pintu.
"Ma...mama, ini ada titipan buat mama" seru Aldo dari luar kamar
"Aldo! aku harus cepat membereskan semua ini, sebelum ia masuk" gumam Nancy sambil merapikan album foto itu, tanpa disadari terlihat satu foto yang terjatuh ke lantai, dan Nancy tidak menyadarinya.
"Iya...sebentar" ucap Nancy sambil memasukkan kembali kotak itu ke dalam lemari.
Setelah Nancy merapikan album foto itu kemudian Ia bergegas membuka pintu kamarnya.
"Ceklekk "
"Ada apa Do?" tanya Nancy sambil menyuruh putranya masuk ke dalam.
"Mama ngapain lama banget?" tanya Aldo penasaran.
"Nggak...mama nggak ngapa-ngapain, loh bu Vega dan tunangannya sudah pulang?" tanya Nancy.
"Sudah baru saja, mas Arsen kirim salam sama Mama" seru Aldo sambil duduk di sebuah kursi.
"Oh...iya " jawab Nancy
"Oh ya ma ini ada undangan dari bu Bambang" seru Aldo sambil memberikan undangan itu kepada Nancy.
"Undangan? dari bu Bambang?...astaga, mama lupa...ya sudah kamu di rumah saja, mama mau ke rumahnya bu Bambang sekarang" ucap Nancy sembari berlalu namun sebelum pergi Nancy berkata pada putranya.
"Oh ya Aldo, nanti mama pulang dari rumahnya bu Bambang, kamu harus sudah siap, hari ini kita ke dokter, mengerti!" Seru Nancy.
"Iya..." jawab Aldo sambil garuk-garuk pipinya.
Kemudian Nancy segera pergi keluar untuk datang kerumah bu Bambang. Lantas Aldo segera beranjak dari kamar Nancy, namun tiba-tiba tanpa sengaja, ia menemukan sebuah foto yang tergeletak di atas lantai di bawah ranjang tidur Nancy.
"Apa itu" Aldo bergegas mengambil foto yang terjatuh itu.
BERSAMBUNG
❤❤❤❤❤
...Kira-kira foto siapa ya beb...?😊...
__ADS_1